Maafkan Aku

Maafkan Aku
014


__ADS_3

...🌹🌹 Happy Everyone Reading 🌹🌹...


......................


Bel tanda pelajaran telah selesai, buru-buru winda membereskan bukunya. ia berharap untuk segera keluar dari kelas dan rasa canggung ini pergi. ndk tau rasanya, winda ingin menghindari wildan untuk saat ini. setelah selesai berberes tanpa menegur atau pun menengok ke arah wildan, winda keluar dari kelas dengan sedikit lari.


di tengah lapangan menuju gerbang sekolah tiba-tiba ada yang menahan tangannya. winda tahu sapa yang menahannya itu, berusaha ia untuk melepasnya tapi semua sia-sia. tanpa disadari semua mata tertuju pada mereka berdua. setelah menyadari banyak mata yang memperhatikannya membuat winda menengok ke arah seseorang yang menahannya.


"ada apa sih, aku harus segera pulang, bisa kan lepasin tanganmu ini" pinta winda lembut


"aku kan sudah memintamu untuk bersikap biasa, dan tak menghindariku tapi apa? kenapa sekarang kamu menghindariku" tanya wildan


"siapa yang menghindarimu, aku diminta untuk segera pulang." jawab winda


"kalau memang begitu, aku akan mengantarmu." ujar wildan


"ndk usah wil, aku naik bis aja"


"bukannya lebih cepat aku antar ya. kalau kamu nolak berarti benar kamu menghindariku." kata wildab tegas


"aku ndk mau ngerepotin kamu, mending aku...."ujar winda namun terpotong karena wildan telah menarik winda menuju parkiran.


dari kejauhan Mala dan Helen kebingungan dengan yang mereka lihat. wildan dan winda pulang bersamaan. mereka berdua saling berpandangan, bingung ntah mau komentar apa. disana juga nampak ada hati yang terluka melihat pemandangan itu. Mala dan Helen menyadari dismping mereka ada hati yang panas, yups ada yang aneh dengan Santi dan Andri. Mala dan Helen hanya saling memandang tak tahu harus bagaimana.


"ayok balik len, ntar ketinggalan bis" ujar mala memecah ketegangan.


"okey mal, kita balik dulu ya ndri, san. bye" pamit helen di iringi lambaian tangan mala dan helen.


sampai diparkiran, wildan memakaikan helm ke winda. seperti biasa wildan selalu bawa helm lebih karena terkadang ia mengantar pembantu dirumahnya kepasar karena jalan searah. winda tak bisa menolak hal itu. akhirnya wildan mengantar winda ke rumahnya.

__ADS_1


sepanjang perjalanan diisi dengan kesunyian. kecanggungan itu masih ada. winda tak tahu harus bagaimana. sesampainya dirumah, ayah dan bunda masih duduk santai di teras rumah. itu membuat winda sedikit panik, karena belum pernah ada teman laki-lakinya yang mengantarnya sampai ke rumah dan bertemu kedua orang tuanya. hanya mala yang sering ia ajak ke rumah.


ayah dan bunda cukup terkaget melihat itu, tapi mereka coba tenang.


"udah pulang nak, ini siapa?" tanya bunda


"ini...." ujar winda terbata


"saya wildan tante, teman sekelasnya winda." potong wildan


"oalah, ya udah mari masuk pasti belum makan kan, ayo makan bareng" ajak ayah


merekapun masuk ke rumah dan mengajak makan bersama. di meja makan rasa canggung antara wildan dan winda. bunda menyadari kecanggungan itu, akhirnya berbisik ke ayah dan pergi meninggalkan ruang makan dengan alasan ada yang perlu disiapkan karena mereka akan mengunjungi rumah nenek. sebenarnya winda ingin membantu bunda tapi ditolak bunda karena ada temannya jadi biar ayah yang membantu bunda.


setelah ayah dan bunda pergi, membuat suasana semakin canggung. mereka berdua hanya saling diam. karena tak tahu gimana, winda mengchat mala dan memintanya kerumah. winda tak memberitahu untuk apa mala ke rumahnya. ia berharap mala mau membantunya saat ini.


"maaf jika kondisi ini menyulitkanmu, aku tak bermaksud" ujar wildan


"tenang aja, bersikaplah seperti biasa, akupun juga akan bersikap seperti biasa, tapi tolong jangan pernah marah atau pun kesal denganku, jika ada yang membuatmu kesal tolong katakan setidaknya kamu bisa tulis itu, bisa kak" pinta wildan


"aku akan berusaha untuk bersikap biasa, maaf ya."


"iya, ya udah aku balik ya"


"sebentar aku panggilkan ayah ma bunda dulu"


winda memanggil ayah dan bunda. setelah itu wildan berpamitan pada ayah dan bunda. winda mengantar wildan sampai depan rumah. diamatilah kepergian wildan dengan motornya hingga tak terlihat lagi.


"udah donk jangan dipandang terus" ejek mala mengagetkan winda

__ADS_1


"apaan sih mal, ngagetin aja"


"jadi kamu suruh aku ke sini cuma buat liat kalian mesra - mesraan gini"


"apaan sih, mending kmu bantuin aku ya"


"hayo loh kok malu gitu, cerita donk"


mereka berduapun masuk kerumah. mala membantu winda berberes karena sore nanti mereka mau kerumah nenek sambil nitip surat ke mala soalnya besok winda ndk bisa masuk, tak lupa winda memberikan beberapa rangkuman yang ia dapat dari wildan ke mala untuk dibagikan ke kawan kelasnya. tak lupa mereka berbagi cerita termasuk kejadian wildan di kelas tadi. dimana membuat mala kaget dan berpikir, bagaimana jika winda tahu kalau ada seseorang lain juga yang menaruh perasaan padanya maupun wildan.


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...karena perasaan kita telah mati rasa...


...meski secara emosional kita saling menyakiti...


...tapi itu tak mengganggu kita...


...cinta kita satu sama lain telah menghilang...


...tapi rasa sentimen itu masih ada...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Happy Reading Everyone...


...Semoga Suka dengan Ceritanya...

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...


...🌹🌹 Thanks for Reading 🌹🌹...


__ADS_2