
pulang sekolah, seperti biasa kelas Winda ada tambahan kelas. tambahan kelas iti adalah inisiatif dari semua siswa dikelasnya kecuali wildan. dia langsung keluar kelas begitu bel berbunyi. hari itu winda ikut keluar dari kelas bersama dengan wildan.
"mau kemana kamu win?" tanya Ratu
"oh, aku mau balik aja. aku mau pergi ma kawan aku ke mall" jawab winda
"ngapain sih buang-buang waktu aja, mending ikut belajar aja ma kita" ajak Bella
"ndk ah pusing belajar terus, emang kalian ndk bosen apa?"tanya winda
"udah biarin bel, paling nilainya turun" ejek Nabila
"ya udah bel, aku duluan. apa kamu mau ikut, asyik loh" ajak winda
"hmmm...."Bella ragu
"udah sana kalau mau pergi, kamu mau bel nilai kamu turun" potong nabila
"ya udah, santai donk bil" tungkas winda
akhirnya winda keluar dari kelas. di depan kelas Mala dan Helen telah menunggunya.
"sabar bener kamu win, ngadepin kawan macam dia" ujar Helen kesal
"udah biarin aja, gimana yang lain setuju?" tanya Winda
"setuju donk, pak Ramlan juga dukung kami supaya nilai kami sama dengan kalian. beliau juga pinjamin kami tempat kalau mau belajar bersama" jelas Mala
__ADS_1
"beneran ?" tanya winda tidak percaya
"ya udah ayo, yang lain dah nungguin" tarik lembut Helen menuju tempat yang mereka katakan
sesampainya di tempat yang dimaksud, membuat winda menangis terharu melihat tekat kawannya.
"kenapa kamu bengong disitu, mari masuk" ajak Andri
"oh iya lupa, aku Andri, ketua kelas X5" sapa Andri
"hmmm...aku winda dari kelas X1" jawab winda sambil menjabat tangan Andri
"mari masuk, akan aku kenalkan dengan yang lainnya" ajak Andri
merekapun masuk ke sana. Andri memperkenalkan seluruh siswa kepada winda. betapa bahagianya winda, seperti inilah kelas yang ia idamkan ramah dan penuh kehangatan. setelah saling memperkenalkan diri, winda langsung mengajarkan beberapa materi yang diajarkan di sekolah ke mereka dengan cara pemahaman yang lebih sederhana.
"wah ternyata gampang ya, kalau di kelas kok ribet gitu" ujar Tono
"iya betul tuh, ternyata matematika, fisika dan kimia tuh menyenangkan ya" oceh Santi
"ya kamu nya aja san, kalai guru jelasin malah bengong" ejek Bagas
"ya elah emang kau tidak apa gas, tidur aja kok komen" timpal Andri
mereka pun bercanda gurau untuk mengisi waktu disela-sela belajar. dan setelah 2 jam belajar bersama, setidaknya beberapa materi yang diajarkan telah dikuasai. tak lupa winda memberikan beberapa soal untuk mereka kerjakan dirumah. dalam pembelajarannya winda selalu bilang kerjakan sebisa kalian tapi jangan dipaksa. jika ada soal yang susah cobalah besok tanyakan ke guru. winda berpesan jngan pernah malu bertanya. selain mengajarkan materi, winda meminta kawannya itu untuk berani bertanya dan berpendapat nantinya jika dikelas, serta aktif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.
setelah belajar bersama itu, mereka kembali ke rumah mereka masing-masing dan akan belajar bersama lagi 2 hari selanjutnya dan di hari libur. tak lupa mereka membuat grup chat untul mempermudah mereka bertukar materi tentang pelajaran dan soal-soal yang sulit yang mereka temukan nantinya. di grup chat itu juga terdapat pak Ramlan yang senantiasa membagikan berbagai macam contoh soal. ada satu hal yang tidk diketahui muridnya, ternyata pak Ramlan akan dipindah tugaskan ke SMA lainnya tapi itu tak membuat pak Ramlan menyerah untuk membantu murid-muridnya itu.
__ADS_1
......................
pagi harinya dikelas X5. Andri mengabarkan kepada keseluruh teman kelasnya bahwa pak Ramlan telah dipindah tugaskan. itu membuat kaget seluruh siswa dan salah satu dari mereka mencoba menelepon pak Ramlan tapi tidak diangkat.
"kenapa menelepon bapak" ujar pal Ramlan diambang pintu
"bapak" ujar seluruh siswa
"jangan bersedih, bapak hanya pindah sekolah aja. diluar sekolah bapak akan membantu kalian. guru penganti bapak adalah mantan murid bapak. bapak yakin dia akan membantu kalian. jadi berjuanglah" ujar pak Ramlan
perkataan itu membuat para murid meneteskan air mata. dan mereka berlari memeluk pak Ramlan. mereka berjanji akan menjadi lebih baik dan akan membuktikan setiap orang punya keistimewaan yang berbeda dan tak perlu dibeda-bedakan hanya dengan nilai saja.
dilain sisi, winda mendengar kepindahan pak Ramlan dari unggahan foto kawan-kawannya di kelas X5. sedih tapi winda semakin yakin bisa mewujudkan impian itu. tapi winda ragu, ia sedikit lemah dalam pelajaran bahasa. winda cukup usaha untuk memahaminya jadi dia bingung bagaimana ia mengajarkannya ke mereka. hari itu, pembagian nilai untuk pelajaran bahasa di kelas winda. betapa terkejutnya seluruh teman kelasnya saat guru bahasa mereka mengumumkan bahwa wildan mendapat nilai sempurna. decak kagum dan auran iri pun seketika menyelimuti kelas mereka. winda menyadari pandangan-pandangan itu. tapi wildan hanya santai sambil menatap keluar jendela. dan tiba-tiba terbesit ide untuk meminta wildan untuk belajar bersama.
"wah selamat ya, ndk nyangka kami hebat banget" pujian tulus keluar dari mulut winda diiringi dengan senyuman manis dibibirnya
"apaan sih, aneh" jawab wildan ketus
"loh kok gitu. boleh donk ajarin aku ya"pinta winda tulus
"ogah, belajr aja sendiri"
"katanya mau ciptain kelas impian, kalau sikap kamu gini mana bisa" bisik winda
"hmmm terserah"
"okey besok kamu ikut aku ya sepulang sekolah okey, ndk boleh nolak" bisik winda ke wildan dan tanpa menunggu respon wildan, winda langsung keluar kelas dengan senyum riang di bibirnya
__ADS_1
"kenapa aku mau nurutin perkataannya, aneh" gumam wildan yang merasa bingung kenapa ia begitu nyaman dan lepas ketika diajak winda ngobrol
......................