Maafkan Aku

Maafkan Aku
037


__ADS_3

...🌹🌹🌹 Welcome to Reading 🌹🌹🌹...


malam hari, winda duduk di teras rumah memikirkan perkataan kedua sahabatnya tadi tentang pengirim itu. apa ia ikuti saran wildan untuk memaksanya jujur atau diam diam ia mencari tahu sendiri seperti usulan mas ferdy dan mala. dari dalam rumah mas ferdy melihat adeknya itu. didekatinya ia sambil membawa beberapa kue kering dan segelas susu untuk adeknya.


"ngapain kamu malam malam di luar, bengong lagi"


"eh mas ferdy, ndk kok winda pengen aja duduk di sini aja"


"ya udah nih susu ma kue biar ndk garing cuma duduk aja"


"iya mas makasih. oh iya, kapan mas balik ke kampus lagi. ini kan udah hampir sebulan."


"paling minggu depan dek, ada yang masih mas urus disini untuk magang mas nanti"


"oh gitu ya mas, terus kabar ayah ma bunda gimana"


"ayah ma bunda pulang akhir minggu ini. jadi nanti pas mas dah balik ke kampus kamu ndk boleh kayak gini ya"


"kayak gini gimana toh mas, emng winda kenapa"


"ndk usah boong deh. pasti masalah siapa dia kan"


"ndk kok mas, winda udah...."


"udah deh dek, ndk usah boong ma mas okey. mas tau kok. tapi inget, perasaan ma masalah ini jangan sampai menganggu belajarmu juga. kan bentar lagi mau ujian semester"


"iya mas, winda janji kok, ini ndk akn ngeganggu belajar winda"


"ya udah, mas masuk dulu ya, jangan kelamaan di luar ntar masuk angin kan jadi ndk enak buat ngapa ngapain"


"iya mas, ntar winda masuk kok"


tanpa diketahui winda, dari kejauhan andri datang untuk melihatnya.


"maafkan aku yang belum bisa jujur kepadamu tentang siapa itu? maaf aku yang jadi pengecut di depanmu. terima kasih sudah mau menunggu sampai saat ini. dan maaf soal tadi."


tiba-tiba seseorang datang membunyikan bel pintu gerbang. windapun menghampirinya, sedangkan andri bersembunyi dibalik dinding di ujung gang rumah winda.


"maaf pak, cari siapa?"


"ini mbak, saya suruh nganter bunga ma cokelat buat mbak winda"


"dari siapa pak, setahu saya saya tidak memesannya"


"aduh mbak saya kurang tahu, ini bisa minta tolong tanda tangan buat tanda bukti penerimaan"


windapun menerimanya. nampak bingung dan lama ia berdiri di gerbang. dari kejauhan andri tersenyum melihat winda menerima bingkisan itu dan iapun pergi dari situ setelah melihat semuanya. winda yang bingungpun masih memandangi buket bunga dan bingkisan itu. ia pun masuk ke rumah dengan tangan yang penuh dengan barang. mas ferdy yang di ruang tv melihat adeknya yang kesulitan segera membantunya.


"ya ampun dek, bisa kan panggil mas kalau kesulitan"

__ADS_1


"iya maaf mas, takutnya mas lagi sibuk jadi winda bawa sendiri"


"itu buket dari siapa?"


"ndk tau mas, ada yang ngirim buat winda."


"ciye, siapa sih yang ngirim ini ke adek mas yang paling cantik ini. aduh banyak banget ya cowok yang naksir adek mas" goda mas ferdy


"apaan sih mas, ngawur deh"


"aduh, malu malu nih" goda mas ferdy sambil mencubit pipi adeknya


"ih mas ferdy, sakit tahu. awas ya"


mas ferdy pun langsung kabur ke kamarnya. winda yang masih mengelus pipinya yang mulai memerah karena cubitan dari mas ferdy. setelah itu ia membawa buket dan bingkisan itu ke kamarnya. diletakkannya buket dan bingkisan itu di meja belajar. masih dalam kebingungan dipandanginya kedua benda itu sambil bertanya tanya. dalam lamunannya itu, tiba-tiba ponselnya berdering ternyata mala meneleponnya. segera diangkatnya telepon itu.


"winda, aku harus gimana?"


"kenapa emangnya kamu sih?"


"kamu dirumah ndk, aku nginep ya"


"iya aku dirumah, kalau mau nginep izin dulu tapi"


"iya, aku otw ya"


kenapa winda bertanya seperti itu karena mala sering banget tak izin jika mau menginap dirumahnya dan seperti kebiasaan aja baginya jadi selalu winda mengingatkannya karena ia pernah menginap di rumahnya tapi tak izin jadinya kedua orang tuanya menghubungi semua teman sekolahnya dan baru menghubunginya. karena kebiasaan orang tuanya selalu menghubungi winda kalau mala tak ada di rumah dan benar aja anak itu selalu lupa izin jika udah nyaman di rumah winda. mala sebenarnya bukan anak yang suka menginap di rumah siapapun hanya orang tertentu yang udah dekat dengannya baru ia mau menginap. winda pun segera membereskan kamarnya stelah telepon tersebut. tapi ia lupa merapikan buket di mejanya. dan mala yang ternyata saat meneleponnya itu sudah dijalan tanpa butuh lama ia sudah sampai di rumah winda dan dibukakan pintu oleh mas ferdy dan langsung menuju kamar winda. winda yang sedang beberes terkejut melihatnya. ia teringat buket di mejapun tak bisa menyembunyikannya karena keburu ketahuan oleh sahabatnya itu.


winda yang melihatnya hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. setelah puas mencium bunga itu, mala duduk di samping winda yang sedang terduduk santai di pinggir kasur.


"itu pasti dari pengirim rahasia itu ya"


"aku ndk tau, tiba-tiba ada yang ngirim itu"


"pasti itu buat tanda maaf soal perpustakaan tadi. aduh romantisnya"


"apaan sih nih anak, udah sekarang kenapa kamu hah? tadi kenapa ditelepon kamu ngomong kayak tadi hah?"


"hehehe" mala hanya tertawa mendengar pertanyaan dari sahabatnya. tawa canggung itu winda tahu pasti ada sesuatu yang ingin mala tahu darinya


"ada apa coba katakan aja, kalau aku bisa jawab aku jawab, jangan ketawa ketiwi gitu"


"wildan tuh orangnya gimana?"


"ya ndk gimana-gimana, dia cukup cuek akan sesuatu di sekitarnya tapi perhatian, pintar, dan.....eh bentar nih. ada apa ini kenapa kamu tanya aku. kan kamu juga udah tau dia gimana kan."


"hemm kan kamu sekelas pasti beda ndk kalau sama aku ma kawan beda kelas gitu"


"sama aja mal, dia mah gitu"

__ADS_1


"oh.......kenapa dengan hatiku tadi ya" gumam mala lirih. winda yang mendengar gumaman lirih itu hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya ini


"ndk seperti biasanya kamu gini deh nanyain seseorang. emang ada kejadian apa nih?"


"ndk kok, ndk kenapa - kenapa."


"udah deh ndk usah ngelak terus, jujur deh, kenapa emangnya, apa yang dilakukan wildan sampai kamu jadi salah tingkah ma pertanyaanku tadi."


"aku ndk tahu ya win, tadi kan aku ngajakin dia ketemuan mbahas soal kamu, dia ngomel pas aku telat datang ya walau cuma 2 menit diomelinnya ampun deh. sebel aja"


"udah yakin gitu aja, ndk ada yang lain" mencoba memancing agar mala cerita. karena winda tau kalau udah mala membuka ocehan mungkin apapun bisa ia katakan yang seharusnya ia sembunyikan itu padanya


"ya terus abis itu kan laper jadi makan, nah pas makan tuh aku liatin dia ngeliatin aku makan, tapi kalau dipikir pikir dia lucu juga ya kalau makan"


"terus?"


"ya terus abis makan dia anterin aku pulang, nah pas udah pulang dan aku juga udah ganti baju dan tiduran eh tiba tiba muka nya yang lucu pas makan muncul gitu aja"


"terus kamu senyum senyum sendiri salting gitu ya"


"iya...." sadar apa yang barusan ia katakan "ndk kok win, ndk gitu....maksudku"


"udah kamu ndk bis ngelak lagi. jadi kamu suka ma wildan"


"ndk tau tapi kayaknya aku nyaman aja dekat dia"


"bilang suka aja susah."


"udah ah malas, terus gimana itu pengirim, mau cari tahu ndk, aku bantu kok"


"apaan sih ngalihin pembicaraan nih"


"bukan gitu, tadi cuma mau cerita itu aja. terus kamu gimana"


"aku ndk tahu...."


"bentar, kayaknya tadi aku liat kartu di bunganya deh" malapun bangkit dan mengambil buket itu kembali


"bener kan ada kartunya, nih coba buka" mala menyerahkan kartu itu pada winda dan mereka pun membaca kartu itu bersama sama.


"maaf tadi aku tak bisa mendekatimu, tapi cukup bahagia aku melihatmu tersenyum. maaf juga sudah membuatmu menunggu disana. aku tak mengira waktu yang aku janjikan untuk bertemu malah tak bisa aku penuhi karena urusan mendadak tadi."


"dasar ya nih anak, udah liat malah pergi. sapa bentar kek"


"udah lah mala, sekarang mending kita fokus belajar aja. masalah ini ndk mau ngebuat kita lupa belajar okey. aku kan udah janji pada ayah bunda buat ngasih yang terbaik. lupakan saja ini semua"


"tapi win, bukannya kamu...."


"udah mal, biar kan ini mengalir saja. aku juga capek gini terus. berharap akan sesuatu yang belum pasti siapa orangnya." winda pun pergi ke meja belajar dan mencoba fokus dengan buku bacaaan di depannya. sedangkan mala hanya melihat sedih kearah sahabatnya.

__ADS_1


"aku harus cari tahu siapa dia?" tekad mala dalam hati


...🌹🌹🌹 Happy Reading Everyone 🌹🌹🌹...


__ADS_2