Maafkan Aku

Maafkan Aku
035


__ADS_3

...🌹🌹🌹 Welcome to Reading 🌹🌹🌹...


hari senin pun tiba.


tinggal beberapa minggu lagi mereka akan tes semeater pertama. sebenarnya winda dan kawan lainnya sering berbagi ilmu dengan belajar kelompok. anak anak kelas X1 akan membentuk kelompok belajar dengan kelas lainnya dan jika dikelas, winda dan temn kelasnya sering sharing materi untuk digunakan sebagai referensi belajar kelompok nantinya.


karena nabila yang menjadi ketua kelas X1, Nabila sering mengumpulkan ketua kelas X lainnya untuk membahas sistem belajar bersamanya. Nabila yang dulunya sangat gila bersaing kini sudah mulai terbuka dan mulai berbagi dengan kawan lainnya. dibandingkan dengan ketua kelas lainnya, nabila terlihat dekat dengan andri. sosok andri yang ramah dan dewasa serta penuh perhatian membuat siapapun akan nyaman di dekatnya.


tanpa winda sadari, ia merasa aneh tatkala melihat andri dan nabila yang begitu akrab mengobrol. kesal dan ndk tau apa yang ia rasakan. perasaan yang hampir sama yang ia rasakan dulu dengan wildan tapi ini rasanya sedikit berbeda. tapi ditepisnya perasaan itu. pengirim rahasianya pun sering membalas surat yang ia buat. sedikit membuatnya tersenyum dan lupa akan rasa itu.


tatkala winda sedang asyik membaca surat dari seseorang itu, wildan duduk di sampingnya tanpa ia ketahui dan mengambil surat itu dari tangan winda. kager dibuatnya, membuat winda berusaha mengambil surat itu. dengan segala vcara ia lakukan untuk mengambilnya. tapi karena perbedaaan postur tubuh dimana wildan tinggi menjulang sulit digapai oleh winda. dan akhirnya ia menyerah dengan tingkah sahabatnya itu. tanpa pikir panjang di bukanya surat itu. winda yang melihatnya dibuat kesal dengan apa yang ia lakukan. setelah membacanya tanpa pikir panjang dan sepatah katapun wildan keluar kelas tanpa memperdulikan winda yang kesal dibuatnya. diambilnya surat itu dan kemudian winda simpan kedalam buku diary kecil miliknya. tak beberapa lama wildan nonggol di ujung pintu seraya berkata


"cobalah untuk menebaknya dan temui dia" ujar wildan lalu pergi bergitu aja.


hal itu membuat winda semakin bertanya apa maksud ucapam wildan tadi. kemudian ia mengambil surat itu dan di baca dan pahami kembali. dimana surat pendek itu berbunyi.


"tempat bagi siswa mencari jendela kehidupan baru disaat yang lain bersantai tenang"


berpikirlah ia dengan isi surat itu. dan akhirnya winda tau omongan dari wildan bahwa surat ini menunjukan tempat dimana dia bisa bertemu seseorang yang memberinya hadiah selama ini. yups kalian tau kan dimana tempat yang di maksud.


iya tentu saja itu perpustakaan sekolab tatkala makan siang. disitulah ia dapat bertemu dengannya. dengan semangat winda akan memastikannya waktu itu.


bel berbunyi tanda pelajaran awal dimulai, dan seperti biasa dengan seriusnya siswa siswi mendengarkan setiap penjelasan itu. winda melirik wildan yang sedang fokus ke pelajaran. sadar diperhatikan iapun menengok ke arah winda.


"apaan sih, liat depan. aku tahu aku gnteng tapi ndk usah kamu pandangin gitu" ucap lirih wildan menyombingkan


"siap yang ngeliatin kamu, pede banget"


"iya terserah yang ndk mau ngaku deh"


"nyebelin banget ini anak ya"


karena ndk tahan akan ke geeran wildan, winda pun kembali fokus ke depan. wildan tau sahabatnya ini kesal karena tingkahnya. diberikannya secarcik kertas kecil padanya dan kembali fokus ke pelajaran.


winda pun membuka kertas itu. di bacanya kertas itu.


"udah tau kan maksud surat tadi. tapi kapan kamu mau jujur ma aku dan mala. mungkin kami bisa bantu"


dipandangnya sahabatnya itu kemudian winda berikan note kecil padanya. wildan yang taupun melihatnya dan mengambilnya.


"maaf aku belum bisa cerita ke kalian, tapi aku janji aku akan cerita"


membacanya itu membuat wildan sedikit kesal, kenapa winda keras kepala banget buat sedikit aja ia terbuka padanya ataupun mala. karena malas untuk debat sekarang wildan hanya diam dan memasang wajah kesal karenanya. winda yang menyadarinya tahu ini pasti karenanya tapi memang winda belum bisa cerita ini.


saat makan siang pun tiba. tak seperti biasanya ia langsung ke perpustakaan. di san ternyata banyak kelas XII yang sedang belajar secara berkelompok. winda pun berkeliling ke rak rak buku berharap bertemu dengan pengirim rahasia itu. sambil menunggu itu, ia mengambil sebuah buku dari rak dan membacanya. saat sedang asyiknya ada kakak tingkat yang menegurnya karenq ia ingin memngambil buku di depan ia membaca. dengan sopan ia menunduk meminta maaf dan bergeser agar kakak kelas terswbut bisa mengambilnya.

__ADS_1


setelah menunggu ternyata hampir bel, segera winda bergegas keluar dengan weesajah sedikit kecewa karena yang ia tunggu tak kunjung muncul. saat mau keluar perpus seseorang menyapanya.


"win, kamu sedang apa di perpus?"


"eh andri, aku lagi pengen baca buku aja"


"oh baca buku tapi kok muka kamu tampak sedih gitu"


"eh ndk apa kok, tadi aku baca novel sedih banget jadi masih ke bawa deh."


"oh gitu, kirain kenapa"


"lah kamu sendiri ngapain?"


"oh, aku lagi mau pinjam buku paket untuk kelas nanti. ini baru mau ngambil bukunya"


"oh gitu, perlu bantuan"


"eh...ndk usah ntar ngerepotin"


"ndk kok, kasian kalau kamu bawa itu semua sendiri"


"boleh deh makasih ya, ini kmu bawa ini aja"


"ndk kok, biasa aku juga sendiri"


"okey deh"


"ayok"


mereka berduapun berjalan beriringan menuju ke kelas X5. sesampainya di depan kelas, andri segera masuk dan meletakan bukunya di meja depan dan ia langsung mengambil buku yang dibawa winda


"udah sampai sini aja, makasih ya"


"ndk apa biar aku taruh dalam aja"


"ndk usah sini aja, itu bukunya juga udah aku taruh dalam. makasih ya"


"iya sama sama, kalau gitu aku permisi dulu"


"eh bentar, tunggu sini dulu"


andri pun masuk ke kelasnya dan mengambil sebuah roti dan sebotol minuman dan diberikan pada winda.


"ini apa, ndk usah, aku masih kenyang juga"

__ADS_1


"udah ambil aja, sebagai rasa terima kasih okey, ndk boleh nolak. kalau gitu aku permisi"


"eh tapu ini...." belum sempat winda berkata andri sudah masuk ke kelas dan sedang merapikan buku tadi dan menulis di papan kelas. karena melohatnya yang sedang sibuk itu akhirnya ia mengambil roti dan minuman itu kemudian ia berjalan menuju kelasnya.


melihat winda yang mau menerimanya dan pergi ke kelasnya membuat andri ingin melihatnya. dari balik pintu diamati gadis yang ia sukai dalam diam. saat sedang mengamati winda tiba tiba wildan berdiri tegak di depan pintu kelas dan di sampingnya ada mala dan helen yang membuat andri sedikit terkejut


"ngapain kamu nginip ngintip di balik pintu, apa sih yang kamu liat, ndri?" tanya mala


"ndk kok bukan apa apa" jawab andri gugup


"udah sana kalian masuk aja" ujar wildan ketus


"napa dah kamu ngusir, ini mah kelas kita, mending kamu aja yang pergi, toh ini bukan kelasmu ya kan len"


"udah lah mala, mending kita ikutin omongan dia, ndk mau kan kena tatapan tajamnya lagi, yuk masuk"


"awas ya ntar, liat aja kamu" tanpa pikir panjang dan mendengat ocehan mala, helen membawa masuk mala dengan paksa.


tersisa andri dan wildan di depan kelas.


"jangan sampai aku tahu kamu buat dia kecewa"


"maaf tapi mungkin aku sudah membuatnya kecewa" ujar andri seraya masuk ke kelas


mendengar hal itu, wildan yakin pasti ada sesuatu yang terjadi di perpus. dengan segera ia bergegas ke kelasnya untuk melihat winda. sesampainya di kelas, ia melihat winda yang sedang memegang suraf tadi dan sepotong roti dan sebotol minuman. dari raut mukanya wildan tau pasti ada sesuatu. duduklah ia perlahan disamping winda


"dari mana tadi, ndk keliatan di kantin"


"eh, ndk kok, tadi aku ke perpus, pengen baca novel aja"


"baca novel apa kettemu pengirim rahasia itu"


"hmmm...."


"terserah deh kamu mau jujur dan cerita ke aku atau ndk. lah kmu udah makan"


winda menjawab dengan gelengan kepala


"loh kok belum, itu roti dan minuman. cepat makan, swbelum bel"


"iya"


winda pun memakan nya. melihat winda, wildan sangat ingin memberitahu ia siapa pengirim itu tapi wildan tau bukan dia yang berhak memberitahunya. hembusan napas wildan coba menenangkan amarahnya. tak beraa lama setelqh menghabiskan rotinya bel pun berbunyi. pelajaran berjalan seperti biasanya.


...🌹🌹🌹 Happy Reading Everyone 🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2