Maafkan Aku

Maafkan Aku
040


__ADS_3

...🌹🌹🌹 Welcome to Reading 🌹🌹🌹...


Malam harinya, di kamar winda hanya bengong di meja belajarnya dengan selembar kertas dan pena. memandang kosong pada lukisan di depan meja belajarnya. winda yang bingung mengungkapkan apa yang harus ia tulis untuk seseorang itu untuk memastikan hubungan mereka dan memberitahunya tentang perasaan yang ia rasakan pada orang lain. dengan perlahan winda mulai menuliskan kata demi kata di kertas itu. setelah berapa waktu, winda selesai menulis kemudian memasukan surat itu kedalam amplop yang udah ia lukis pemandangan lalu ia masukan kedalam kotak bersama dengan hadiah yang seseorang itu telah berikan padanya mulai dari pembatas buku bunga tulip, gelang dan masih banyak lainnya disertai surat dan note kecil yang ditujukan padanya dimasukannya ke dalam kotak biru besar. setelah selesai, winda bergegas merapikan buku pelajarannya sesuai jadwal kedalam tas dan tak lupa ia masukan kotak biru itu dan bergegas untuk pergi tidur. ndk tau apa yang mengganjal dalam hatinya tapi ia tepis dan bergegas tidur.


mala sebenarnya ingin menginap malam itu tapi ibunya meneleponnya untuk segera pulang karena ada acara keluarga, alhasil yang awalnya mala mau membantu winda menulis dan menyiapkan semuanya tak bisa dilakukan. winda melakukan itu sendiri.


pagi harinya, winda sudah bersiap. ia kaget melihat ada koper yang berada di ruang tengah. bergegas ia ke kamar ayah dan ibu tapi tak ada yang berarti mereka belum pulang. lalu ia pergi ke kamar mas ferdy, dan kaget melihat mas ferdy sedang beberes kamarnya.


"loh, emang kakak mau kemana? jadi koper di depan itu punya mas"


"iya dek, mas juga kaget udah suruh balik ke kampus dadakan soalnya mas ngejar praktik biar tahun depan lulus jadi dosen pembimbing kabari buat segera kembali ke kampus lebih awal"


"kok ndk bilang sih, kan winda bisa bantuin beberes"


"hehehe, iya ;namanya dadakan jadi lupa bilang, dan kayaknya kamu semalam ada tugas gitu, jadi mas ndk mau ganggu"


"jadi dirumah cuma winda sendiri nih, ayah ma ibu belum pulang lagi"


"kan ada mala, maaf ya dek. mas sebenarnya ndk tega, tadi mas juga dimarahin ayah soalnya ninggalin kamu sendiri, tapi setiap hari mas bakalan telepon kamu deh biar ndk takut dirumah sendiri ya"


"hmmm", winda pun lalu memeluk mas ferdy dan tak terasa air matanya jatuh mengalir tanpa ia sadari


"udah donk jangan nangis, ntar jelek loh. kan mau ke sekolah. ya udah kamu makan dulu, udah mas buatin nasi goreng tuh di meja. abis makan nanti mas anterin deh ya"


winda pun bergegas ke meja makan untuk sarapan. setelah makan, ia diantar oleh mas ferdy. sesampainya di sekolah tanpa terasa winda sulit melepas abangnya untuk berkuliah tak seperti biasanya. mungkin karena cuma ia saja dirumah. berbeda dengan sebelumya ada ayah dan ibu. mas ferdy menyadari raut sedih itu lalu memeluk adek kesayangannya sambil berucap


"jangan sedih, bentar lagi ayah ma ibu juga pulang. kan kamu bisa nelepon mas kalau memang lagi sendiri. mas akan usahaain angkat teleponmu walau mungkin mas mute kalau memang mas lagi ndk bisa ngobrol, mas akan ada untuk kamu" lalu mengusap lembut pipi adeknya dan memberikan ciuman lembut di kening adeknya dan berlalu pergi


winda memandangi mas ferdy hingga menghilang di persimpangan jalan sekolahnya. kemudian ia melangkah lulai menuju kelasnya. di sepanjang koridor menuju kelasnya, winda tenggelam dalam pikirannya sendiri. tanpa sengaja ada siswa yang menabraknya hingga ia terduduk dilantai.

__ADS_1


"maaf aku ndk sengaja, kamu ndk apa" ucap siswa itu sambil membantu winda berdiri


"ndk apa kok," setelah memastikan tidak apa-apa siswa itu pergi mengejar kawannya yang lain.


tepat saat itu tak jauh dari kelas X5, dilihatnya Andri dan Nabila di depan pintu itu. sebuah kotak bekal Nabila berikan pada Andri. sakit terasa saat melihat itu, tak sengaja ia menjatuhkan kotak biru yang akan ia berikan pada pengagumnya itu terjatuh dan winda berlari menuju rooftop gedung itu yang arahnya berlawanan dengan kelasnya yang harus melewati andri dan nabila. dari kejauhan wildan dan mala yang tak sengaja bertemu dihalaman sekolah berjalan beriringan melihat kejadian itu. mereka saling memandang satu dengan lainnya. disatu sisi mala bingung harus mengejar sahabatnya atau ke kelas karena ia ada ulangan pagi itu. sedangkan wildan bimbang apa ia harus mengejar winda atau membritahu andri apa yang terjadi soal perasaan winda yang sakit melihatnya dekat dengan nabila. dan akhirnya mereka berdua mengambil jalan berbeda. mala mengejar winda dan wildan mengambil kotak yang dijatuhkan winda dan menghampiri andri dan nabila.


"Ndri, bisa bicara sebentar."


"iya wil, ada apa?"


"maaf tapi aku pengen ngomong serius ma kamu, berdua aja" ucapnya dingin dengan tatapan tajam ke arah nabila"


"okey deh, kalau gitu aku pergi dulu ya. bye andri, bye wildan"


setelah kepergian nabila, suasana hening dan tegang diantara keduanya. semua mata tertuju kepada keduanya tapi agak menjauh karena takut dengan tatapan dingin dan tajam dari wildan.


"maksud kamu apa wil, kenapa kamu ngomong seperti itu?"


"mending kamu terima kotak ini dan baca surat di dalamnya, dan temui dia" ucap wildan dingin sambil memberikan kotak itu ke andri dan pergi meninggalkan andri yang masih bingung akan maksud omongan wildan.


"kenapa tuh kulkas, ndri. dan ini kotak dari siapa?" tanya helen


"aku ndk tau, ya udah mending masuk dulu deh kan bentar lagi ulangan" ujar andri dan langsung pergi menuju tempat persembunyiannya untuk megetahui isi kota itu


"lah kamu sendiri meh kemana? dasar. loh mala mana ya, mending telepon deh" tanya helen yang tak dihiraukan andri yang sudah berjalan jauh dari kelasnya


di Rooftop, winda terduduk lemas dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir. mala menghampiri sahabatnya. melihat kedatangan sahabatnya, winda langsung memeluknya dan menangis di pelukan mala.setelah agak tenang, winda dan mala berjalan kembali ke kelas mereka. mala tak berani menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, ia memilih diam karena ia tahu sahabatnya belum ingin bercerita padanya.


sebelum ke kelasnya ia mengantarkan winda ke kelasnya terlebih dahulu. semua pasang mata kawan kelas winda seperti mengodekan berbagai pertanyaan apa yang terjadi dengan teman sekelasnya itu. tapi semua seperti enggan karena tatapan tajam dari wildan yang meminta mereka untuk diam. dan setelah mengantar mala memberikan isyarat pada wildan untuk menjaga winda selama kelas berlangsung. melihat isyarat itu wildan mengangguk pelan paham akan maksud mala. malapun pergi ke kelasnya.

__ADS_1


selama kelas berlangsung winda mencoba melupakan apa yang ia lihat tadi pagi. menahan diri akan perasaan ingin tahunya mengenai apa ada hubungan spesial diantara andri dan nabila. wildan sadar akan hal itu tapi ia memilih diam sambil mengamati sahabatnya itu. tiba-tiba suara pengumuman terdengar, dimana akan ada rapat dewan guru dadakan untuk mempersiapkan ujian kelas 12, akhirnya mereka dapat tugas dari guru. karena memang sebagian siswa kelas mereka termasuk siswa cerdas. tugas itu cepat terselesaikan dan mereka memilih mengobrol kecil membentuk kelompok kecil di sudut-sudut kelas. ada juga yang nonton lewat laptop dan main game ringan. sebenarnya sekolah mereka melarang penggunaan telepon diarea sekolah saat jam sekolah berlangsung dan harus menitipkan ponselnuya pada guru piket tapi namanya aja masih remaja, kenakalan kecil tentu ada donk. melihat kawannya yang lain termasuk wildan yang sedang mengobrol seru dengan lainnya membuat winda tersenyum dan melupakan sejenak apa yang menganjal hatinya. dan saat itulah ia ingat bahwa kotak biru yang akan ia berikan pada pengagum rahasianya sudah tidak ada. padahal ia ingat sekali bahwa ia telah membawanya. winda mencari di tas dan mejanya tapi tak ditemukan.


"nyari apa win" tanya nabila yang kebetulan duduk didepannya yang merasa ada yang sedang mencari sesuatu dari belakang


"nyari kotak warna biruku, tadi pas berangkat masih ada kok sekarang ndk ada"


"jatuh mungkin di lorong" kata dewi


winda teringat tadi pagi, dan segera keluar kelas tanpa mendengarkan panggilan nabila dan dewi. wildan melihat hal itu langsung menyusul winda.


"dimana ya kotak itu"


"kamu nyari apa win?"


"kotak biru wil, kamu liat ...." belum sempat winda melanjutkan seseorang menyodorkan kotak biru yang ia cari. wildan dan winda pun langsung memandang ke arah orang itu


"ini yang kamu cari"


"iya, makasih ya ndri"


"hmmm" ujarnya singkat dan pergi begitu saja


"andri kenapa ya wil, kok matanya sembam gitu"


"aku ndk tau. ya udah aku pergi dulu" jawab wildan singkat


senyumpun mengembang dibibir winda karena ia menemukan kotak itu. kemudian ia kembali ke kelasnya.


...🌹🌹🌹 Happy Reading Everyone 🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2