Maafkan Aku

Maafkan Aku
009


__ADS_3

🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋


Uluran tangan membantu jiwa yang rapuh ini


Mendukung ketika sedang terjatuh


Dunia sedang menjauh


tapi kau justru hadir memelukku


Disaat yang lain menghindar


Kau hadir dengan senyuma lebar dan bentangan kehangatan


Hampa kaki ini melangkah diatas dunia


Hati kosong menatap langit indah tak bertepi


Bertahan dari segala cobaan berpegang teguh pada keyakinan


Semua orang menghilang ketika kita sengsara


Semua orang menghindar ketika kita lemah


Teman sejati diuji dengan tindakan


Bukan hanya dengan janjo-janji ataupun materi


Senyum melihat kenangan di masa itu


Disaaat kita masih berpetualangan bersama


Mencari arti kehidupan dengan sedikit kekacauan


Bebas dan lepas seperti burung di langit biru


Haru mengenang kenangan itu


Ingin rasanya kembali


Dimana Roda terus berganti


Kau selalu ada di hati


Pertemuan dengan kalian selalu dianti


Canda tawa itu hadir


Bersama menatap masa depan dalam kebersamaan


Selalu ada selisih diantara kita


Perbedaan pasti akan selalu ada dalam abadi


Namun sahabat tak melihat itu


sebagai penghalang tuk saling kenal


Walau lembaran usang kehidupan


kita tetap melangkah maju bersama


Dalam suka dan duka kita terus bersama


Bagianmu dari hidupku mengisi hari-hariku


Menemaniku di sepanjang hidup ini


Melindungi dan membantuku dalam bangkit selalu


Walau dunia seakan berpaling dariku


Kau tetap ada setia dalam sisiku


Tak pernah pergi walau hanya selangkah saja


Yakin pada diriku dan percaya bahwa aku bisa


Kau begitu berharga


Melebihi dunia dan perhiasannya


Kau selalu ada disampingku


Saat dikala senang maupun susah


Semua ini tentang kita


Tak memandang warna maupun latar belakang

__ADS_1


Terkadang langkah kaki lemah ini terasa


Saat berjalan menuju sekolah


Bosan dengan apa yang ada didepan mata


dan saat bel berbunyi itu ada


secepat kilat kita berlari ke kelas


hati ini hampa saat kita terpisah


kau disana


dan aku disini


jauh tapi itu yang terjadi sekarang ini


Sekian lama aku menjalani hidup bersamamu


Sudah, sedih, bahagia kita rasa bersama


Itu bersamamu, sahabatku


Begitu banyaknya kenangan


Yang membekas di lembar perjalanan hidup kita


Mungkin separuh atau bahkan lebih


Sahabat, lembar itu tidak untuk dikenang bagiku


Itulah bukti dan saksi persahabatan kau dan aku


Walau itu tak berwujud apapun


Aku tak kan bisa menghilangkannya dari ingatan


Aku akan ingat selalu senyummu, sahabat


Senyum yang selalu membawa kegembiraan bersama


Tiada kaupun aku masih bisa melihat itu dari tempatku berada


Meski, kau tak lagi di sana


Dulu awal kita bertemu


Juga di akhir kita berjumpa


Aku takkan pernah lupa akan itu


Biarkan aku berkuyup-kuyup ria menjalani banyak kisah


Kita bersama


Menemui bintang-bintang berkelip di langit


Memancarkan sinar kebahagiaan


Aku ingin menghayati kedalaman arti persahabatan


Raga dan hatipun seolah takkan bosan


Menempuh jalan kebersamaan


Rasa gembira dan bahagia tak terelakkan


Menyemai amal dan persaudaraan


Menerjemahkan segala kerinduan


Sudah sekian lama kita berkawan


Sejak kita baru mengenal apa itu kata dan angka


Kita sama polosnya


Yang kutahu hanya bermain dan bermain kala itu


Bertengkar adalah hal yang wajar


Bahkan sudah menjadi kebiasaan


Tanpa itu mungkin tiada warna


Dalam persahabatan kita


Karena itu, aku menyebutnya sahabat lama

__ADS_1


Bukan berarti itu artinya persahabatan kita kadaluarsa


Namun, kau adalah kawan masa anak-anak dan dewasaku


Itulah karena kita sudah begitu lama berkawan


Bagai manapun keadaannya


Bagaimana jika kita ulang masa itu lagi, sahabat


Telah lama kita tak bermain dan tertawa Bersama


Karena jarak itu menghalangi kita


Untuk sering Bersama


Kalaupun kini ada media whatsapp dan semacamnya


Itu takkan membuatku puas tuk bercengkrama denganmu


Sementara aku tahu kita sama-sama terbatas waktu


Kami sama pejalan larut


Menembus kabut


Hujan penghancur badan


Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan


Darahku mengental pekat


Aku tumpah padat


Siapa berkata-kata?


Kawanku hanya rangka saja


Karena dera mengelucak tenaga


Dia bertanya jam berapa?


Sudah larut sekali,


Hilang tenggelam segala makna


Dan gerak tak punya arti


🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋


Sepulang sekolah, seperti biasa Wildan keluar kelas dahulu. Dengan segera Winda berakting.


"tunggu Wil, kamu bawa buku matematikaku ya?" tanya Winda


"apaan sih, nuduh aja" jawab Wildan seraya pergi dari kelas.


Winda mengejarnya.


"coba deh buka tas kamu dulu" pinta Winda


"apaan sih, mana ada"


"ya udah coba buka dulu, barang kali ada"


Wildan akhirnya memeriksa tas nya. dan betapa terkejutnya ia karena buku tersebut memang benar ada dengannya. Winda langsung mengambil buku itu


"tuh kan benar, soalnya tadi buku kita berdekatan dan aku memang belum memasukkannya ya pasti kamu yg bawa"


"ya udah terserah" ujar Wildan pergi


"eits....kamu dah ngebuat aku telat buat belajar bareng sahabatku, jadi kamu harus anterin aku biar ndk tambah telat, kasian mereka nunggu lama"


"bukan urusannku"


"yak....kalau bukan karenamu aku ndk akan bingung nyari dimana bukuku. toh kamu juga bawa kendaraan kan, bisalah"


"emang aku pikirin"


"jadi cowok tuh tanggung jawab donk, kalau salah ya minta maaf gitu ndk usah gengsi gitu. ya udah ngomong ma cowok yg lepas tanggung jawab mah beda" ujar Winda dengan akting kesalnya lalu pergi meninggalkan Wildan yang seperti kesal dengan perkataannya tadi.


"apa kamu bilang, cowok ndk bertanggung jawab. okey lah untuk sekarang aku lagi malas debat ma kamu, jadi ayok aku antar"


"beneran, makasih ya Wil"


sambil berjalan menuju parkir, Winda mengabari Mala dan Helen untuk memulai belajar bahasa terlebih dahulu dan berpura-pura dengan yang lain untuk salah pemahaman dalam belajar sewaktu ia dan Wildan tiba. Rencana yang Winda rencanakan untuk Wildan ini udah ia rancang dan bilang ke semuanya untuk bekerja sama


......................


...Happy Reading Everyone...

__ADS_1


__ADS_2