
🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋
Uluran tangan membantu jiwa yang rapuh ini
Mendukung ketika sedang terjatuh
Dunia sedang menjauh
tapi kau justru hadir memelukku
Disaat yang lain menghindar
Kau hadir dengan senyuma lebar dan bentangan kehangatan
Hampa kaki ini melangkah diatas dunia
Hati kosong menatap langit indah tak bertepi
Bertahan dari segala cobaan berpegang teguh pada keyakinan
Semua orang menghilang ketika kita sengsara
Semua orang menghindar ketika kita lemah
Teman sejati diuji dengan tindakan
Bukan hanya dengan janjo-janji ataupun materi
Senyum melihat kenangan di masa itu
Disaaat kita masih berpetualangan bersama
Mencari arti kehidupan dengan sedikit kekacauan
Bebas dan lepas seperti burung di langit biru
Haru mengenang kenangan itu
Ingin rasanya kembali
Dimana Roda terus berganti
Kau selalu ada di hati
Pertemuan dengan kalian selalu dianti
Canda tawa itu hadir
Bersama menatap masa depan dalam kebersamaan
Selalu ada selisih diantara kita
Perbedaan pasti akan selalu ada dalam abadi
Namun sahabat tak melihat itu
sebagai penghalang tuk saling kenal
Walau lembaran usang kehidupan
kita tetap melangkah maju bersama
Dalam suka dan duka kita terus bersama
Bagianmu dari hidupku mengisi hari-hariku
Menemaniku di sepanjang hidup ini
Melindungi dan membantuku dalam bangkit selalu
Walau dunia seakan berpaling dariku
Kau tetap ada setia dalam sisiku
Tak pernah pergi walau hanya selangkah saja
Yakin pada diriku dan percaya bahwa aku bisa
Kau begitu berharga
Melebihi dunia dan perhiasannya
Kau selalu ada disampingku
Saat dikala senang maupun susah
Semua ini tentang kita
Tak memandang warna maupun latar belakang
__ADS_1
Terkadang langkah kaki lemah ini terasa
Saat berjalan menuju sekolah
Bosan dengan apa yang ada didepan mata
dan saat bel berbunyi itu ada
secepat kilat kita berlari ke kelas
hati ini hampa saat kita terpisah
kau disana
dan aku disini
jauh tapi itu yang terjadi sekarang ini
Sekian lama aku menjalani hidup bersamamu
Sudah, sedih, bahagia kita rasa bersama
Itu bersamamu, sahabatku
Begitu banyaknya kenangan
Yang membekas di lembar perjalanan hidup kita
Mungkin separuh atau bahkan lebih
Sahabat, lembar itu tidak untuk dikenang bagiku
Itulah bukti dan saksi persahabatan kau dan aku
Walau itu tak berwujud apapun
Aku tak kan bisa menghilangkannya dari ingatan
Aku akan ingat selalu senyummu, sahabat
Senyum yang selalu membawa kegembiraan bersama
Tiada kaupun aku masih bisa melihat itu dari tempatku berada
Meski, kau tak lagi di sana
Dulu awal kita bertemu
Juga di akhir kita berjumpa
Aku takkan pernah lupa akan itu
Biarkan aku berkuyup-kuyup ria menjalani banyak kisah
Kita bersama
Menemui bintang-bintang berkelip di langit
Memancarkan sinar kebahagiaan
Aku ingin menghayati kedalaman arti persahabatan
Raga dan hatipun seolah takkan bosan
Menempuh jalan kebersamaan
Rasa gembira dan bahagia tak terelakkan
Menyemai amal dan persaudaraan
Menerjemahkan segala kerinduan
Sudah sekian lama kita berkawan
Sejak kita baru mengenal apa itu kata dan angka
Kita sama polosnya
Yang kutahu hanya bermain dan bermain kala itu
Bertengkar adalah hal yang wajar
Bahkan sudah menjadi kebiasaan
Tanpa itu mungkin tiada warna
Dalam persahabatan kita
Karena itu, aku menyebutnya sahabat lama
__ADS_1
Bukan berarti itu artinya persahabatan kita kadaluarsa
Namun, kau adalah kawan masa anak-anak dan dewasaku
Itulah karena kita sudah begitu lama berkawan
Bagai manapun keadaannya
Bagaimana jika kita ulang masa itu lagi, sahabat
Telah lama kita tak bermain dan tertawa Bersama
Karena jarak itu menghalangi kita
Untuk sering Bersama
Kalaupun kini ada media whatsapp dan semacamnya
Itu takkan membuatku puas tuk bercengkrama denganmu
Sementara aku tahu kita sama-sama terbatas waktu
Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan penghancur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan
Darahku mengental pekat
Aku tumpah padat
Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga
Dia bertanya jam berapa?
Sudah larut sekali,
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti
🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋
Sepulang sekolah, seperti biasa Wildan keluar kelas dahulu. Dengan segera Winda berakting.
"tunggu Wil, kamu bawa buku matematikaku ya?" tanya Winda
"apaan sih, nuduh aja" jawab Wildan seraya pergi dari kelas.
Winda mengejarnya.
"coba deh buka tas kamu dulu" pinta Winda
"apaan sih, mana ada"
"ya udah coba buka dulu, barang kali ada"
Wildan akhirnya memeriksa tas nya. dan betapa terkejutnya ia karena buku tersebut memang benar ada dengannya. Winda langsung mengambil buku itu
"tuh kan benar, soalnya tadi buku kita berdekatan dan aku memang belum memasukkannya ya pasti kamu yg bawa"
"ya udah terserah" ujar Wildan pergi
"eits....kamu dah ngebuat aku telat buat belajar bareng sahabatku, jadi kamu harus anterin aku biar ndk tambah telat, kasian mereka nunggu lama"
"bukan urusannku"
"yak....kalau bukan karenamu aku ndk akan bingung nyari dimana bukuku. toh kamu juga bawa kendaraan kan, bisalah"
"emang aku pikirin"
"jadi cowok tuh tanggung jawab donk, kalau salah ya minta maaf gitu ndk usah gengsi gitu. ya udah ngomong ma cowok yg lepas tanggung jawab mah beda" ujar Winda dengan akting kesalnya lalu pergi meninggalkan Wildan yang seperti kesal dengan perkataannya tadi.
"apa kamu bilang, cowok ndk bertanggung jawab. okey lah untuk sekarang aku lagi malas debat ma kamu, jadi ayok aku antar"
"beneran, makasih ya Wil"
sambil berjalan menuju parkir, Winda mengabari Mala dan Helen untuk memulai belajar bahasa terlebih dahulu dan berpura-pura dengan yang lain untuk salah pemahaman dalam belajar sewaktu ia dan Wildan tiba. Rencana yang Winda rencanakan untuk Wildan ini udah ia rancang dan bilang ke semuanya untuk bekerja sama
......................
...Happy Reading Everyone...
__ADS_1