
...🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹...
......................
Malam harinya setelah selesai beberes, winda bersiap merebahkan tubuhnya dikasur. tiba - tiba hp winda berdering ada yang meneleponnya. betapa kagetnya winda melihat nomor kontak yang meneleponnya. yups, wildan menelepon winda. bingung apa harus diangkat atau tidak, tapi kalau diangkat ia ingkar janji kalau ia tidak akan menghindarinya lagi. akhirnya dengan debaran di dadanya winda mengangkat telepon itu.
"halo, assalamualaikum wil ada apa?"
"waalaikumsalam, belum tidur win?"
"ini mau tidur terus kamu nelepon"
"oh, berarti aku nganggu kamu donk,"
"ndk kok, ada apa emang?"
"ndk ada apa-apa, cuma pengen nelepon aja"
"aneh mah kamu, nelepon tuh ada tujuannya ndk kaya gini tau"
"hmmm, udah ndk marah kan"
"ndk kok, emang marah kenapa coba"
ditengah obrolan ringan itu, terdengar teriakan lembut dari luar pintu. terikam bunda yang menyuruh segera tidur.
"itu bunda ya, ya udah tidur gih dah malam"
__ADS_1
"iya, kamu juga"
"besok boleh aku jemput"
"hmmmm, ndk usah deh wil, ya. katanya mau sikap biasa kayak dulu"
"iya deh tapi kapan - kapan bisa berangkat bareng kan"
"iya, oh ya wil aku boleh minta tolong"
"kenapa?"
"mau ndk besok kamu ajarin Mala ma kawan kelasnya, ya materi gitu. kan kemarin kamu ngasih beberapa rangkuman dan contoh soal tuh, aku share kemereka, kamu bisa bantu jelasin"
"boleh, abis pulang sekolah kan"
selama obrolan dalam telepon itu winda ndk kasih tau wildan bahwa besok iya tidak masuk sekolah. jadi ia meminta hanya memberitahu wildan untuk mengantikannya besok mengajari kawan-kawannya. sebenarnya winda takut wildan marah karena ia tidak bilang kewildan soal izinnya besok tapi wildan bilang untuk bersikap seperti biasa. dan memang biasanya ia hanya bercerita dan berkeluh kesah hanya dengan mala.
......................
keesokan harinya winda bangun lebih awal sebelum adzan subuh berkumandang. ia mengecek kembali bawaannya dan turun ke bawah untuk membantu ayah dan bunda mengepaki barang ke dalam mobil. mereka berangkat setelah sholat subuh tepat. jarak antara rumah mereka dengan rumah nenek sekitar 5 jam. sebenarnya mereka dapat berangkat saat pagi tapi karena acara di tempat nenek pukul 10 pagi jadi mereka berangkat setelah subuh. dirumah nenek ada acara kumpul keluarga besar serta acara nikahan dari adik ayah yang terakhir yaitu om Yudha.
setelah sholat subuh mereka berangkat, tapi sebelum berangkat mereka mampir kerumah mala untuk menitipkan kunci rumah ke orang tua mala karena akan ditinggal 3 hari dirumah nenek. dan sudah menjadi kebiasaan ayah dan bunda yang menitipkan kunci tersebut sewaktu pergi ke rumah nenek karena memang orang tua mala asli warga sini berbeda dengan ayah dan bunda yang merupakan warga pendatang.
setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah nenek. karena masih ngantuk winda memutuskan untuk tidur disepanjang perjalanan ke rumah nenek.
setelah 5 jam perjalanan mereka tiba dirumah nenek. disana sudah banyak kerabat ayah yang kumpul untuk mempersiapkan acara. sebenarnya winda sedikit canggung jika berada di dekat keluarga ayah karena sebagian besar dari mereka sudah menjadi orang sukses dengan gaya hidup yang mewah. bisa dilihat dari sepupu sepupunya yang setiap yang dipakainya luar biasa. walaupun demikian kekeluargaan tetap terjalin hangat dan walau mereka sudah sukses tidak pernah satupun dari mereka yang mengungkit saudaranya yang masih berjuang. yah, walaupun gaya hidup dan barang barangnya branded semua.
__ADS_1
winda ikut bergabung dengan sepupunya yang lain sedangkan ayah dan bunda sedang sibuk bersama saudara lainnya menyiapkan acara. walaupun bergabung dengan mereka winda lebih memilih membaca buku novel yang dibawanya sampai seorang sepupunya yang masih berusia 4 tahun tiba tiba menghampirinya dan menariknya ke tempat mainannya. alhasil winda menemani sepupu kecilnya itu bermain. hal itu membuat winda bahagia melihat tingkah lucu sepupunya itu. karena kelelahan dalam bermain, sepupunya itu tertidur dipangkuan winda sambil memeluk mainannya.
acara dimulai, mereka semua memakai pakaian seragam. sepupu kecilnya tadi tetap ndk mau lepas dari winda sehingga om anto dan tante lina hanya membiarkan anaknya bersama winda. winda tidak keberatan dan kerepotan, menurutnya Nafa sangat lucu dan membuatnya tertawa dengan tingkah polosnta. alhasil selama acara nafa bersama winda, dimana sesekali tante lina datang untuk menyuapi nafa untuk makan dan memantau anaknya.
setelah acara hari itu mereka menginap karena hari esok masih ada acara lainnya sekaligus kumpul bersama setelah lama tak berjumpa.
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
..."cinta mampu melakukan segala...
...melunakan besi...
...menghancurkan karang...
...membuat budak menjadi raja...
...menyatukan perbedaan"...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Happy Reading Everyone...
...Semoga Suka dengan Ceritanya...
...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...🌹🌹 Thanks for Reading 🌹🌹...