
...🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹...
......................
akhir pekan pun tiba.
pagi - pagi, winda sudah bangun karena harus menyiapkan sarapan untuknya dan mas ferdy. dan seperti biasa, mas ferdy sudah pergi untuk olah raga. emang udah menjadi kebiasaan mas ferdy dari dulu sebelum aktivitas ia selalu sempatkan waktunya berolah raga walau hanya sekedar keliling komplek. hal itu berbanding terbalik dengan winda maupun bagas, yang memang tidak mau berolah raga dan terkesan malas untuk melakukannya. walaupun begitu sesekali winda dan bagas ikut berolah raga juga walau hanya sekedar push up dan sit up aja.
setelah menyiapkan sarapan, winda segera bersiap untuk pergi belajar kelompok seperti yang udah direncanakan. mereka memilih belajar dari pagi supaya waktu pembahasannya lebih banyak dan lama. winda bersiap lebih awal karena sudah seperti kebiasaan mas ferdy yang paling malas menunggu seseorang. jadi ia bersiap lebih awal agar pas mas ferdy sudah siap mereka tinggal berangkat.
setelah selesai bersiap dan mas ferdy sudah memanaskan motornya, mereka pun pergi ke tempat yang dijanjikan. kali ini bukan tempat biasanya mereka belajar bareng. kali ini belajar barengnya di rumah wildan. dan ini pertama kalinya ia ke rumah temannya itu. awalnya teman lainnya merasa ragu akan tawaran wildan tersebut terlebih dengan sifatnya yang dingin itu membuat kawan lainnya ragu. tapi berkat mala mereka tak mempermasalahkannya. mengulang kejadian kemarin, mala dengan semangatnya merangkul wildan dan mendapat balasan dari wildan saat mereka semua ragu dengan usulan wildan untuk belajar di rumahnya. semua terheran melihat itu jadi akhirnya mereka mau karena seorang mala pun ia mau membuka diri berarti ia udah bisa menerima mereka.
mengapa mas ferdy mengantar winda bukan dengan mobil melainkan motor karena mas ferdy sudah lama sekitar 2 tahunan ia tak pulang ke rumah jadi dia ingin berkeliling kota dengan sepeda motor. sepanjang jalan mas ferdy selalu mengomel dan berdecak kagum dengan perkembangan kota yang begitu pesat. winda hanya mendengarkan ocehan mas ferdy dan sesekali menyauti ocehan abangnya itu.
......................
sampailah di sebuah rumah bergaya klasik eropa modern. di sana sudah ada beberapa kawannya. mereka enggan masuk karena takut salah alamat. memang decak kagum itu ada saat melihat betapa megah dan mewahnya rumah itu. winda dan mas ferdy mendekati mereka
"kenapa kalian diam disini, ndk masuk?" tanya mas ferdy
"emang benar ini rumahnya win?" tanya helen
"aku kurang tahu juga, coba aku telepon dia dulu ya?" jawab winda
winda menelepon wildan. sedangkan kawan lainnya memandangi mas ferdy terheran. sosok pria dewasa dengan postur tinggi tegap dengan kulit kuning langsat berambut cepak menarik perhatian beberapa teman perempuan winda. mas ferdy agak risih diliatin mereka, sampai ia memandang satu gadis yang cuek dengannya yang berdiri disamping winda. ya gadis itu helen, dia menarik perhatian mas ferdy dan membuat dia ingin mengenalnya.
setelah menelepon, seseorang keluar dari rumah megah itu. seorang gadis dengan rambut terurai menghampiri mereka. mereka semua terheran melihat sosok gadis itu.
__ADS_1
"oh temannya mas wildan ya, mari silakan masuk" ajak gadis itu masuk
mereka pun masuk. winda berpamitan dengan mas ferdy sambil menunggu mala yang belum datang
"makasih ya mas, nanti kalau udah selesai winda kabari mas"
"ya udah, mas balik dulu. loh kamu ndk masuk"
"masih nunggu mala mas"
"oh, apa mas temanin?"
"ndk usah mas, udah ada helen disini kok, mas balik aja"
"oh helen namanya" batin mas ferdy
"eh iya, yaudah mas balik dulu" winda mencium tangan mas ferdy lalu mas ferdy pergi dengan motornya.
tak beberapa lama mala tiba dengan beberapa snack ditangannya. yups seperti kebiasaan mala yang selalu membawa cemilan dikala belajar. begitulah dia.
merekapun masuk ke dalam. wildan belum terlihat hanya ada gadis itu yang duduk di meja pojok ruangan. kawan yang lainnya hanya diam tak berani berbicara maupun bertanya pada gadis itu termasuk andri.
"wildan kemana ndri?" tanya winda
"ndk tau, masih didalam mungkin. aku mau bertanya dengannya segan aku"
"ya udah coba aku tanya dia?"
__ADS_1
winda dan andri pun menghampiri gadis itu
"permisi dek, mas wildannya kemana?"
"mas wildan masih dikamarnya, sebentar lagi kesini, mas memintaku untuk menemani kalian dulu"
"oh begitu, jadi kamu adeknya wildan ya. kenalkan aku winda dan ini andri. nama kamu siapa?"
"aku wulan mbk, mas"
"wulan mau gabung dengan yang lain" ajak andri
"ndk mas, wulan malu"
"kenapa malu, ayok. ya kan win"
"eh iya, ndk usah malu, kami juga kakak kam juga loh"
akhirnya andri dan winda membawa wulan bergabung dengan lainnya. karena semua orang disana sudah terbiasa terbuka dan mudah akrab jadi wulan dapat dengan mudah masuk kedalamnya. wildan yang berada di lantai dua melihat hal itu, ia pun tersenyum melihat tawa adeknya itu. wildan merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. ia memiliki 1 orang kakak perempuan dan 1 orang adek perempuan. orang tua dan kakaknya sibuk dengan pekerjaannya. wildan hanya dekat dengan adeknya. ia tak ingin adeknya kehilangan kasih sayang dari seorang kakak dan orang tua seperti yang ia rasakan. jadi wildan ingin selalu ada untuk adiknya. karena memang jarak wildan dan kakaknya yang lumayan jauh jadi wildan kecil memang sudah terbiasa dengan kesepian.
tak beberapa lama setelah itu, wildan turun menghampiri mereka dengan setumpuk kertas. andri dan beberapa anak laki-laki melihat itu pun langsung berdiri untuk membantunya. mereka pun memulai belajar bersama. wulan tetap di ruangan itu atas permintaan mala, karena mala merasa nyaman dengan hadirnya wulan disini jadi ia menahannya walau wulan ingin pergi dari situ agar tak mengganggu belajar. tapi karena bujuk rayu mala pada lainnya terutama wildan, wulan tetap disitu dengan buku novel ditangan untuk mengisi waktu supaya tak mengganggu mereka. wulan mendengarkan diskusi kecil itu dan terpancar senyum tulus terlukis dibibirnya.
......................
...Happy Reading Everyone...
...Semoga Suka Dengan Ceritanya...
__ADS_1
...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...