Maafkan Aku

Maafkan Aku
016


__ADS_3

...🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹...


......................


di sekolah, wildan sudah berada dikelas. sikapnya sama aja seperti biasanya, dingin dan cuek. teman - temannya mencoba menanyakan kepadanya wildan hanya menjawab singkat dengan muka coolnya. hal itu semakin membuat teman - temannya segan bila sekelompok dengannya karena wildan akan cuek dan masa bodoh. sebenarnya wildan itu anak yang perhatian dan hangat jika udah dekat. tapi karena suasana kelasnya yang masih egois dengan dirinya terutama jika kaitannya dengan nilai. hmmmm keegoisan itu pasti terlihat.


sampai bel tiba, winda belum datang. hal itu membuat wildan bingung, apakah winda tidak datang karena pindah atau apalah itu. pikiran yang tidak-tidak tentang winda, semakin wildan membuat semakin bersalah karena pengakuannya kemarin. akhirnya wildan memutuskan untuk ke rumah winda untuk memastikannya. sebelum beranjak dari tempat duduknya, guru sudah tiba. membuat wildan tidak bisa melawannya. akhirnya dia kembali ke tempat duduknya.


setelah beberapa menit pelajaran dimulai, tiba-tiba pintu kelas X1 di ketok seseorang. seseorang yang masuk membuat wildan terkejut sehingga tak sadar berdiri dari tempat duduknya.


"maaf bu, saya menganggu waktunya. saya disini mau menyerahkan surat izin untuk winda bu. dia izin tidak masuk karena ada keperluan keluarga di luar kota bu." ujar Mala sopan


"oh iya nak, terima kasih" jawab bu guru


"siap bu, saya mohon izin kembali ke kelas bu, terima kasih" pamit mala


setelah itu, bu guru masuk ke kelas dan melanjutkan pelajaran. wildan tidak fokus dari pelajaran. ia memikirkan kenapa winda tidak masuk. semakin ingin ia menemui mala untuk menanyakannya karena pesan yang ia kirim ke winda belum dibalasnya.


......................


selama istirahat pertama, wildan mencoba menghubungi winda tapi tidak ada jawaban. hari itu wildan saat takut jika winda pindah dari sekolah ini atau winda jatuh sakit sehingga ia tidak menjawab telepon.


saat makan siang, wildan sengaja menunggu di depan kelas X5 menunggu kelas mala selesai mata pelajaran. tak lama setelahnya, guru kelas itu keluar dan sedikit terkejut melihat keberadaan wildan disana tapi beliau hanya menghiraukannya setelah membalas sapaan dari wildan.


wildan masuk ke kelas dan menghampiri mala dengan membawa beberapa lembar materi sebagai alasan ia kesana.


"ini materi, kamu bagikan ke teman kelasmu, nanti sepulang sekolah kita bahas bersama" ujar wildan ketus sambil menaruh kertas - kertas itu dengan sedikit kasar di meja wildan dan langsung pergi dari sana

__ADS_1


"dasar memang cowok kulkas, ya tetap kulkas ya" bisik helen ke mala


"udah deh, yang penting materinya kan, mending kita perbanyak dulu lalu kita pelajari, dari pada nanti kita semakin diomelin ma dia" ujar mala


"itu udah aku perbanyak, tinggal dibagi, yang map merah itu buku kamu yang kemarin ke bawa" ujar wildan tiba-tiba di depan pintu kelas dan langsung pergi lagi setelah mengucapkan itu.


"oh iya terima kasih" ujar mala sedikit teriak supaya terdengar wildan. mala paham buku itu bukan miliknya, ia yakin pasti ada sesuatu di buku itu. mala menemukan sebuah nomor. ia tahu wildan memintanya menghubunginya. karena makan siang, mereka langsung ke kantin. mala akhirnya makan sambil chatting dengan wildan


"ini aku mala wil, ada apa? kenapa kamu mintaku menghubungi kamu"


"winda kemana?"


"oh winda, ia lagi ke rumah neneknya. sekitar 3 hari lah dia izin. kenapa emang?"


"ndk apa, thanks"


chat itu hanya diread oleh wildan. membuat mala senyum senyum sendiri melihat tingkah wildan


"dasar, bisa malu juga dia" gumam mala lirih


"hah? siapa mal?" tanya helen bingung


leh ndk kok, bukan siapa - siapa." jawab mala sambil senyum senyum sendiri.


"hayo sapa sih? cowokmu ya" goda helen


"apaan sih, bukan kok. udah makan gih" ujar mala santai

__ADS_1


merekapun selesai makan dan kembali kekelas. saat itu jam kosong di kelas X5 karena guru mereka tidak bisa hadir karena sakit, alhasil mereka hanya mendapatkan tugas. dan beruntungnya mereka tugas itu udaj pernah dibahas bareng winda. jadi mereka tinggal menyalin tugas itu sambil mengulang materi itu kembali. masih ada beberapa menit waktu sebelum bel, mereka mempelajari materi yang diberikan wildan tadi. betapa terkejutnya mereka, ternyata rangkuman materi itu begitu mudahnya mereka pelajari dan mencoba mengerjakan contoh soalnya.


"wah, pandai betul cowok ketus itu ya, rangkuman ini bisa dengan mudahnya aku memahaminya, padahal aku paling lemot diantara kalian" ujar bagas


"hahahaha" suara ketawa mengisi kelas itu setelah ucapan bagas yang diiringi tarian kepiting anehnya setelah mengatakan itu


......................


sepulang sekolah dan diwaktu yang telah ditentukan sebelumnya, semua anak kelas X5 telah berada di ruangan itu. mereka menunggu wildan sambil mencoba mengerjakan soal di buku paket mereka dengan bantuan rangkuman materi dari wildan. tak lama dari itu wildan tiba sambil membawa beberapa lembar kertas dan LCD serta laptop. wildan memberi mereka beberapa catatan kecil itu didepan mereka dan menjelaskannya. mereka memperhatikan dengan seksama.


selama wildan menjelaskan, mala menelepon winda sesuai pesan winda padanya kemarin. winda memberitahu mala bahwa besok wildan yang akan menggantikannya jadi ia ingin memastikan wildan menepati janjinya dan juga ia ingin ikut belajar bersama walau sekarang ia tidak bersama mereka. winda merasa kagum dengan wildan karena ia menguasai di segala bidang dan winda baru tahu betapa berwibawa dan luar biasanya temannya yang satu itu.


"kamu mau belajar apa mau main hp sih" tegur wildan tiba-tiba di dekat meja tempat duduk mala.


"eh ndk kok, aku mau videoin aja, ya mungkin bisa aku pelajari dirumah, ndk apa kak" jawab mala santai karena udah diberitahu winda soal kepekaan wildan dan ketidksukaannya jika lagi waktunya serius malah kita santai


"okey terserah lah" kata wildan begitu saja dan kembali ke depan untuk menjelaskan kembali


di sambungan telepon itu winda tertawa tanpa suara melihat raut muka sahabatnya mala yang sedikit tegang karena teguran itu. dengan mimik muka mala itu winda tahu mala kesal sama dia. dan winda tau nanti saat ia pulang pasti akan ngambek dia sama winda. tapi winda tahu, apa yang harus ia lakukan nantinya, karena mereka telah tau satu sama lain.


......................


...Happy Reading Everyone...


...Semoga Suka Dengan Ceritanya...


...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2