
...🍁🍁🍁 Happy Reading 🍁🍁🍁...
......................
sesampainya di rumah, winda melihat mas ferdy yang sedang menonton tv. di hampirinya dan duduk di sebelah mas ferdy.
"mas udah baikan"
"iya dek, makasih ya udah ngerawat mas. mas jadi ngerepotin km"
"apaan sih mas, ini kan memang tugas jadi adek mas, apa lagi ayah ma bunda juga lagi ke luar kota. jadi lain kali jangan memaksakan diri kayak gini ya, winda kan jadu khawatir ngeliat mas kemarin bisa gitu"
"iya adekku sayang, maaf ya udah bikin kamu khawatir, mas janji ndk akan kayak gini lagi." ujar mas ferdy dan memeluk adek tercintanya itu.
"ya udah kamu ganti baju gih bau keringat, itu di meja ada kue ma buah, tadi bundanya mala kesini bawaain itu buat kita."
"iya mas, kalau gitu winda ke kamar dulu ya"
winda pun pergi ke kamar untuk menganti seragamnya. setelah itu, ia ke dapur untuk membawa kue dan buah ke ruang tv untuk ia dan mas ferdy makan.
"ini mas, buat cemilan juga. oh ya mas udah minum obat kan?"
"udah kok, udah ya cerewetnya"
"iya deh, dasar abang aneh sih, diperhatiin malah gini"
mas ferdy hanya ketawa mendengar gerutuan adeknya itu.
"oh ya dek, km ma temenmu siapa ya namanya.... bentar.... oh ya wildan, sebenarnya ada hubungan apa sih?"
"oh aku ma dia cuma sahabatan aja mas, kami ada ke samaan satu sama lain jadi nyaman aja kalau ngobrol"
__ADS_1
"ndk pacaran atau cinta cintaan kan"
"apaan sih mas, ya ndk lah. winda mau fokus belajar dulu, ya setidaknya bisa imbangin mas"
"loh kok jadi mas sih, ndk boleh pokkoknya kamu harus jadi diri kamu sendiri jangan jadiin mas patokan okey, kita berdua tuh beda, kita punya kemampuan sendiri sendiri"
"iya mas, winda tau. winda pengen kayak mas yang bisa ayah dan bunda bangga dengan pencapaian winda gitu"
"iya deh, jadi bener ndk pacaran"
"ndk mas, kalau ndk percaya tanya sendiri aja deh"
"iya deh, oh ya kalau kawan kamu helen dah ada cowok"
"setahu winda sih belum mas, kenapa emangnya?"
"ndk apa kok" ujar mas ferdy sambil senyum senyum. winda pun melihat tingkah aneh abangnya iya
"bukam dek, mas cuma penasaran aja ma dia, tatkala kawan lain heboh liat mas dia malahan cuek dan seperti tak nampak mas gitu. ganteng ganteng gini dicuekin"
"astagfirullah mas, kepedeean sekali anda. helen tuh emang gitu orangnya apalagi dia tomboy gitu."
"kalau cowok kriterianya gimana, km tau ndk"
"aduh mas ini ya, helen sih ndk pernah cerita soal tipenya gimana. coba tanya mala deh, kan dia teman sekelasnya pasti lebih banyak tau ketimbang aku mas."
"pelit amat adek mas ini"
"bukan pelit takut salah aja, kan ndk bagus juga"
"hemmm iya deh, debat ma kamu selalu aja kalah. oh ya mas baru inget"
__ADS_1
"apa mas"
"itu mas kan ndk sengaja ke meja kamu buat ambil penggaris terus mas ndk sengaja buka kotak biru yang di meja terus ada surat dan gantungan kunci bunga tulip itu pasti dari wildan ya"
"bukan mas, winda aja ndk tau itu dari siapa, sebelumnya ada juga yg naruh apel dan note di samping kotak makan winda dan tulisan mereka sama mas"
"kalau cowok, berarti dia ada rasa ma kamu"
"winda ndk yakin juga mas, yg pasti itu bukan wildan karena wildan pun menanyakan itu."
"menurut kamu siapa, udah ada kadidatnya"
"belum mas, menurut mas, winda harus gimana?"
"coba kamu tulis surat balasan aja kalau ia ngirim sesuatu lagi,"
"terus suratnya winda kasih siapa kan winda ndk tau"
"makanya dengerin dulu, jadi kamu taruh di tempat yang sama tanpa kamu ambil pemberiannya itu. ya semacam kotak suray perantara gitu. kamu cuma ambil surat atau barangnya aja, kotak atau medianya jadiin perantara kamu nyari tahu. terus coba kamu pinjam buku catatan kawan kamu terus kamu cek deh kesamaan tulisan mereka dengan note itu"
"boleh juga ide mas, makasih ya mas"
"iya, apapun itu kamu harus cerita ke kita ya, terutama mas kalau memang kamu agak malu cerita ke bunda"
"siap mas, mas juga harus cerita juga ke winda kalau memang ada masalah okey"
"iya"
mereka pun saling berpelukan. dan melanjutkan perbincangan lainnya tentang apa rencana mereka nantinya.
......................
__ADS_1