Maafkan Aku

Maafkan Aku
008


__ADS_3

🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋


Ketika sang fajar melihat dunia


Ketika bunyi kendaraan merajalela


Ketika orang-orang berpergian kedunianya


Dan ketika angin sejuk menerpa pelupuk mata


Disitulah pendirian muncul


disitulah keyakinan ada


disitulah optimisme membara


senyum mengembang


emosi menghilang


rasa malas terus diserang


keluar dari zona nyaman


meninggalkan rasa beban


menunda rindu lalu menggapai sesuatu


energi yang membara dengan ketenangan hati juga semangat yang tak akan pernah mati


ditemani cuaca yang bersahabat


disatukan dengan penampilan


difasilitasi oleh alam


dan ditemani secangkir kopi yang hangat


imajinasi yang bermunculan


mimpi-mimpi yang dilaksanakan


dan keinginan.....

__ADS_1


semoga terkabulkan


untuk diri ini yang hampir putus asa


ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keinginan


ada beberapa hal yang tidak searah dengan pemikiran


ada beberapa janji yang tak bisa ditepati


pun ada beberapa hati yang tak pandai menghargai


tak apa


sebab kita menyadari


kita manusia biasa yang berkekurangan


tidak semua hal bisa kita dapatkan


sebab ada beberapa hal yang Tuhan ambil dari kita


bukan karena kita tidak pantas menerimanya


semua kecewa itu akan sembuh


hati itu akan kembali utuh


semua hanya persoalan waktu saja


dan diri akan baik-baik saja


sebab diri ini tahu


sesuatu lebih hebat dari apa yang pernah terpikirkan tentang diri ini sendiri


memang......


untuk bahagia itu terkadang harus lebih dulu melewati beberapa luka


yang membutuhkan air mata


yakinkan diri bahwa bisa melewatinya dan akan baik-baik saja

__ADS_1


🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋


...............................................


Sepulang sekolah seperti biasanya, Wildan langsung keluar dari kelas. tapi tiba-tiba Nabila menahannya.


"kenapa sih kamu ndk mau ikut kelas tambahan, dah pintar pok" tegas Nabila


"itu semua terserah aku, emang ini penting buat aku" jawab Wildan ketus dan langsung pergi dari kelas itu


"dasar sombong sekali, baru dapat nilai sempurna aja songong" ujar Nabila iri


"ya udah bil biarin aja, mungkin dia ada urusan yang ndk bisa ditinggal" kata Winda


"sok tahu kamu, kamu juga sok akrab banget lagi" lanjut Nabila dengan kesalnya dan pergi ke tempat duduknya dengan kekesalan dan ambisi untuk mengalahkan Wildan.


Hari ini Winda ikut dalam kelas tambahan sebab ia ingin mendapatkan beberapa materi tambahan untuk dia sampaikan ke Andri dan lainnya terlebih lagi ini tambahan pelajaran bahasa. Dengan seriusnya Winda mendengarkan apa yang di terangkan guru dan mencatat beberapa point penting didalamnya. Selesai kelas, Winda masih memikirkan bagaimana ia menjelaskan materi ini ke yang lain. Tiba-tiba muncul ide untuk benar-benar membawa Wildan ikut terlibat dalam rencananya ini terlebih Wildan lebih cepat paham tentang mapel bahasa. dengan tekat itu Winda memikirkan cara untuk membawa Wildan ke tempat mereka belajar.


...............................................


Hari esok pun tiba, Winda telah mempersiapkan beberapa materi yang akan ia sampaikan nantinya untuk dibahas bersama-sama dengan Mala, Helen, Andri dan lainnya. Pelajaran hari inipun telah Winda rangkum kedalam catatan kecil. Sebenarnya ia masih bingung bagaimana membawa Wildan yang superdingin itu supaya mau ikut bergabung dengannya. Tiba-tiba sebuah ide licik itupun muncul di kepala Winda.


Saat makan siang Winda sengaja menunggu di kelas, dimasukkannya beberapa bukunya di tas Wildan. Dengan begini akan ada kesempatan untuk mengajak Wildan dimana ia akan beralasan bukunya ikut terbawa Wildan dan membuatnya terlambat ke tempat yang dituju itu. Seperti kebiasaan yang telah Winda amati selama ini, Wildan tak akan mengecek ataupun mengeluarkan buku lagi setelah jam makan siang. Dia biasanya hanya menundukan kepala dan tertidur hingga jam selesai. Sebenarnya beberapa guru telah menegurnya tapi dengan kemapuannya dalam memahami apa yang dipelajari, guru-guru jadi tak pernah lagi menegurnya dan hanya membiarkannya. Setelah itu, Winda langsung menuju kelas Mala dan Helen untuk mengajaknya makan bersama.


Winda makan bersama dengan teman-teman Helen dan Mala. Kondisi itu membuat Nabila yang melihatnya sedikit kesal dengan kedekatan kalian. Dengan dengusan ringan itu Nabila melewati mereka bersama lainnya.


"Kenapa tuh anak PMS kali ya" canda Helen setelah Nabila lewat


"iya tuh, aneh banget" sambung Santi


"udahlah biarkan saja" ujar Winda


"iya deh. wah gawat Win, bentar lagi kelasmu masuk. cepat habiskan" kata Helen setelah ia menengok jam dinding di kantin


"ya ampun, ya udah aku duluan ya"kata Winda dan langsung pergi dengan tergesah-gesahnya ke kelas


"ampun dah anak itu kebiasaan banget, pecicilannya" ujar Santi


"kok heran sih kamu, emang gitu dia mah. ya udah kita selesaikan abis itu ke kelas" timpal Mala


...............................................


 

__ADS_1


 


__ADS_2