
🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋
Ketika sang fajar melihat dunia
Ketika bunyi kendaraan merajalela
Ketika orang-orang berpergian kedunianya
Dan ketika angin sejuk menerpa pelupuk mata
Disitulah pendirian muncul
disitulah keyakinan ada
disitulah optimisme membara
senyum mengembang
emosi menghilang
rasa malas terus diserang
keluar dari zona nyaman
meninggalkan rasa beban
menunda rindu lalu menggapai sesuatu
energi yang membara dengan ketenangan hati juga semangat yang tak akan pernah mati
ditemani cuaca yang bersahabat
disatukan dengan penampilan
difasilitasi oleh alam
dan ditemani secangkir kopi yang hangat
imajinasi yang bermunculan
mimpi-mimpi yang dilaksanakan
dan keinginan.....
__ADS_1
semoga terkabulkan
untuk diri ini yang hampir putus asa
ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keinginan
ada beberapa hal yang tidak searah dengan pemikiran
ada beberapa janji yang tak bisa ditepati
pun ada beberapa hati yang tak pandai menghargai
tak apa
sebab kita menyadari
kita manusia biasa yang berkekurangan
tidak semua hal bisa kita dapatkan
sebab ada beberapa hal yang Tuhan ambil dari kita
bukan karena kita tidak pantas menerimanya
semua kecewa itu akan sembuh
hati itu akan kembali utuh
semua hanya persoalan waktu saja
dan diri akan baik-baik saja
sebab diri ini tahu
sesuatu lebih hebat dari apa yang pernah terpikirkan tentang diri ini sendiri
memang......
untuk bahagia itu terkadang harus lebih dulu melewati beberapa luka
yang membutuhkan air mata
yakinkan diri bahwa bisa melewatinya dan akan baik-baik saja
__ADS_1
🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋🐋
...............................................
Sepulang sekolah seperti biasanya, Wildan langsung keluar dari kelas. tapi tiba-tiba Nabila menahannya.
"kenapa sih kamu ndk mau ikut kelas tambahan, dah pintar pok" tegas Nabila
"itu semua terserah aku, emang ini penting buat aku" jawab Wildan ketus dan langsung pergi dari kelas itu
"dasar sombong sekali, baru dapat nilai sempurna aja songong" ujar Nabila iri
"ya udah bil biarin aja, mungkin dia ada urusan yang ndk bisa ditinggal" kata Winda
"sok tahu kamu, kamu juga sok akrab banget lagi" lanjut Nabila dengan kesalnya dan pergi ke tempat duduknya dengan kekesalan dan ambisi untuk mengalahkan Wildan.
Hari ini Winda ikut dalam kelas tambahan sebab ia ingin mendapatkan beberapa materi tambahan untuk dia sampaikan ke Andri dan lainnya terlebih lagi ini tambahan pelajaran bahasa. Dengan seriusnya Winda mendengarkan apa yang di terangkan guru dan mencatat beberapa point penting didalamnya. Selesai kelas, Winda masih memikirkan bagaimana ia menjelaskan materi ini ke yang lain. Tiba-tiba muncul ide untuk benar-benar membawa Wildan ikut terlibat dalam rencananya ini terlebih Wildan lebih cepat paham tentang mapel bahasa. dengan tekat itu Winda memikirkan cara untuk membawa Wildan ke tempat mereka belajar.
...............................................
Hari esok pun tiba, Winda telah mempersiapkan beberapa materi yang akan ia sampaikan nantinya untuk dibahas bersama-sama dengan Mala, Helen, Andri dan lainnya. Pelajaran hari inipun telah Winda rangkum kedalam catatan kecil. Sebenarnya ia masih bingung bagaimana membawa Wildan yang superdingin itu supaya mau ikut bergabung dengannya. Tiba-tiba sebuah ide licik itupun muncul di kepala Winda.
Saat makan siang Winda sengaja menunggu di kelas, dimasukkannya beberapa bukunya di tas Wildan. Dengan begini akan ada kesempatan untuk mengajak Wildan dimana ia akan beralasan bukunya ikut terbawa Wildan dan membuatnya terlambat ke tempat yang dituju itu. Seperti kebiasaan yang telah Winda amati selama ini, Wildan tak akan mengecek ataupun mengeluarkan buku lagi setelah jam makan siang. Dia biasanya hanya menundukan kepala dan tertidur hingga jam selesai. Sebenarnya beberapa guru telah menegurnya tapi dengan kemapuannya dalam memahami apa yang dipelajari, guru-guru jadi tak pernah lagi menegurnya dan hanya membiarkannya. Setelah itu, Winda langsung menuju kelas Mala dan Helen untuk mengajaknya makan bersama.
Winda makan bersama dengan teman-teman Helen dan Mala. Kondisi itu membuat Nabila yang melihatnya sedikit kesal dengan kedekatan kalian. Dengan dengusan ringan itu Nabila melewati mereka bersama lainnya.
"Kenapa tuh anak PMS kali ya" canda Helen setelah Nabila lewat
"iya tuh, aneh banget" sambung Santi
"udahlah biarkan saja" ujar Winda
"iya deh. wah gawat Win, bentar lagi kelasmu masuk. cepat habiskan" kata Helen setelah ia menengok jam dinding di kantin
"ya ampun, ya udah aku duluan ya"kata Winda dan langsung pergi dengan tergesah-gesahnya ke kelas
"ampun dah anak itu kebiasaan banget, pecicilannya" ujar Santi
"kok heran sih kamu, emang gitu dia mah. ya udah kita selesaikan abis itu ke kelas" timpal Mala
...............................................
__ADS_1