Maafkan Aku

Maafkan Aku
024


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹Happy Reading🌹🌹🌹🌹...


......................


hari ujian pun tiba


semua siswa serius mengerjakan setiap soal yang ada. mereka mengerjakan dengan penuh keyakinan. senantiasa berdua di setiap tulisan tinta untuk menjawab soal itu. saat ujian tengah semester, pengocokan ruangan ujian, jadi tak hanya kawan sekelas yang ada dalam satu ruangan itu terkadang mereka bergabung dengan kakak tingkat.


di waktu istirahat sebagian siswa pergi kantin untuk membeli cemilan untuk menemani mereka belajar di lorong kelas. suasana di sekolah riuh pikuh celotehan anak membahas materi. pemandangan lumrah terlihat. tapi berbeda dengan anak anak kelas unggulan, mereka malah belajar sendiri tanpa menggerombol seperti menciptakan tembok tersendiri. sedangkan winda yang memang terbiasa memisahkan diri dengan mereka lebih memilih untuk belajar dengan mala dan helen. sedangkan wildan terkesan hanya melihat yang lain belajar sedangkan dirinya mendengarkan sesuatu di MP3 nya itu.


......................


seminggu pun berlalu begitu cepatnya, seluruh siswa kembali ke rutinitas biasanya. mempersiapkan untuk ujian semester mendatang. beberapa guru membahas soal yang kemarin. dibandingkan dengan kelas yang lain, di kelas unggulan bakalan terjadi persaingan sengit mempertahannkan jawabannya terutama untuk soal soal uraian yang terkadang membuat beberapa guru sedikit jengkel. ya begitulah jika persaingan nilai ketat terjadi. walaupun begitu guru selalu memiliki jawaban untuk menyelesaikan perdebatan kecil itu.


di ruang guru, beberapa guru terkejut melihat hasil nilai dari kelas X5 dimana sebagian besar dari mereka mendapatkan nilai mendekati kelas X1. sebuah kelangkaan yang jarang terjadi selama ini. dari pendapat dari para guru yang mengajar di kelas itu, memang sedikit berbeda dimana mereka mengajar kelas itu begitu kondusif dan anak anak disana cukup aktif jadi bagi guru yang mengajar disana tak heran jika nilai kelas itu mungkin bisa melebihi kelas X1. walikelas X5 pun menyadari ada semangat sendiri di dalam diri mereka. dan walikelas pun menjelaskan bahwa kelas bimbingannya itu ingin mengubah sistem unggulan yang ada di setiap tahunnya jadi mereka ingin membuktikan hal itu. perkataan walikelas itu pun menyadarkan beberapa guru terutama walikelas di kelas unggulan baik kelas X, XI dan XII. akhirnya beberapa guru setuju untuk semester kenaikan kelas nantinya tidak akan ada perbedaan itu. jadi tahun ini terakhir akan adanya perbedaan kelas itu. omongan guru guru itu disampaikan ke pihak sekolah maupun komite dan disetujui. keputusan ini belum di informasikan ke siswa. para guru menunggu hasil akhir semester ini.

__ADS_1


pengumuman hasil nilai ujian tengah semester pun di tempel di papan pengumuman sekolah di setiap lantai dimana lantai 1 untuk kelas XII, lantai 2 untuk kelas XI dan di lantai 3 untuk kelas X. dimana ruang kelas terpisah dengan ruang kelas dan ruangan lainnya seperti ruang guru, laboratorium, kantin yang terpisah gedung. jadi angkatan lain tak melihat hasil pengumuman itu jika mereka tidak turun atau pun naik ke lantai lainnya.


hasil di papan kelas X itu mengejutkan semua siswa dimana rata-rata kelas X5 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas X1. aura iri pun ada di mata anak anak kelas sepuluh satu terutama Nabila dimana ia sangat benci dengan hasil itu. Helen menghampiri nabila yang sedang termenung di depan papan itu dengan kekesalan yang ada di setiap tatapannya.


"kami sudah membuktikannya, jadi tolong jangan pernah merendahkan orang lain kawan. kita semua itu sama, tergantung ketelatenan dan kelas kami membuktikan kebersamaan dapat membawa kita menuju kesuksesan bersama-sama" ujar helen


nabila hanya memandangnya dan pergi meninggalkannya dengan tatapan yang penuh kekesalan itu. helen hanya melihatnya tapi di mata helen terpancar keinginan untuk merangkulnya seperti keluarga, sama seperti kedekatan di kelas X5.


melihata hasilnya winda dan wildan saling bertatapan. tatapan mata bahagia karena usaha yang mereka semua lakukan selama ini membuahkan hasil. tapi ada sedikit kesedihan dikala winda memandang raut wajah kawan sekelasnya. rasa kecewa itu ada. kesal dan terlebih marah itu sangat terlihat. untuk sekarang, winda bingung untuk melanjutkan langkah berikutnya setrlah ia melihat kawan sekelasnya.


......................


di aula telah berkumpul seluruh walikelas sepuluh dan kepala sekolah. seluruh siswa terheran melihatnya. ternyata kepala sekolah mengumumkan bahwa mulai angkatan ini tidak ada lagi perbedaan kelas berdasarkan nilai dan keputusan ini sudah bulat dimana ini didasari oleh kemauan keras dari kelas X5 untuk tidak ada kesenjangan mulai sekarang. dan ini akan coba diterapkan mulai angkatan ini yang belum ada pengelompokan jurusan seperti kakak tingkat lainnya.


setelaj mengumumkan hal itu, kepala sekolah dan walikelas langsung kembali ke ruangannya. tak beberapa lama, murid murid X1 yang merasa kecewa akan keputusan ini dimana bagi mereka bahwa kelas unggulan di angkatan mereka kalah dengan kelas biasa dan bagi mereka ini aib. sebelum mereka sempat pergi dari aula terdengan seseorang berbicara melalui mic dan itu adalah andri

__ADS_1


"mohon maaf sebelumnya, bisakah kita diskusi bersama dulu. bagaimana setuju?" ujar andri yang membuat seluruhnya hanya terdiam


"apa lagi yang mau dibicarakan, puas kamu kelasmu bisa menyaingi kami" tangkis nabila penuh amarah


"tenangkan dirimu, kami hanya ingin kalian semua tau. kami belajar dengan giat sebenarnya ingin membongkar tembok yang kita bangun sendiri. kami hanya ingin angkatan ini bukan hanya sekedar teman bersaing dalam nilai dan saling menjatuhkan tapi kami ingin angkatan ini menjadi keluarga, teman yang saling membantu dalam mencapai kesuksesan itu. jadi ini buktinya, kita semua bisa kok sukses bareng bareng. tinggal nanti setelah keluar dari pendidikan ini adalah persaingan yang sebenarnya" jelas andri dengan suara yang menenangkan dan membuat semua anak terdiam termenung


"jadi bisakah kita menjadi saudara, keluarga, teman suka dan duka? mari kita jalan bersama, saling rangkul dan dukung tuk kesuksesan kita semua. dimaana setiap orang memiliki jalan sukses sendiri sendiri" lanjut andri


semua orang saling pandang satu sama lain. setelah itu tak terasa air mata mereka mengalir dan jabat tangan mereka membentuk tali persaudaraan. pelukan hangat itu mengawali mereka untuk bersama melangkah menuju kesuksesan. winda tersenyum bahagia melihatnya. tanpa disengaja dia mendapat tatapan lembut yang membuat perasaannya merasakan hal yang aneh. tatapan dari 2 orang yang ia kenal. dengan segera winda berusaha mengalihkan pandangannya dari tatapan lembut keduanya. suasana canggung itu tiba tiba muncul, dan mala merasakan tatapan lembut kedua siswa itu pada sahabatnya. dugaan mala selama in ternyata benar adanya. dimana sahabatnya itu terjebak dalam sebuah hubungan yang tak tahu apa yang nantinya akan ia pilih. menghindari kecanggungan akibat tatapan itu, membuat winda memutuskan keluar dari ruangan itu. tak selang beberapa lama setelah menyadari kepergian winda dari situ, mala melihat kedua siswa itu keluar seperti ingin mengejar winda. diputuskannya mala untuk mengikuti keduanya tapi ia tertahan oleh siswa lainnya yang sedang bercanda gurau mengawali kehangatan diantara mereka semua, dengan sekuat tenaga dan upaya akhirnya mala bisa keluar dari ruangan itu tapi ia kehilang jejak ketiganya. dengan segera mala berkeliling sekolah untuk mencari sahabatnya itu.


......................


...Happy Reading Everyone...


...Semoga Suka Dengan Ceritanya...

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2