
...🌹🌹🌹 Welcome to Reading 🌹🌹🌹...
hari perpisahanpun tiba
winda sudah dengan kebayanya datang didampingi ayah dan bundanya. mala menghampiri winda dengan tingkah cerianya.
"aduh cantik sekali hari ini, jadi pokoknya hari ini kamu ndk boleh cemberut okey. harus senyum. mana senyumnya" ujar mala yang kemudian tersenyum menganggapinya. mala bahagia meliatnya wlau ia tau senyum itu winda paksakan untuknya.
merekapun menuju tempat duduk yang telah disediakan. acarapun dimulai. berbagai macam penampilan dan sambutan dari kepala sekolah membuka acara tersebut.
wildan sebagai lulusan terbaik memberikan sambutan. tak kala wildan memberi sambutan betapa hebohnya mala mengekspresikannya. winda hanya tersenyum.melihat tingkahnya. setelah memberi sambutan segera wildan duduk kembali di sebelah mala.
"wah hebatnya pacar aku kali ini"
"ampun deh mal, malu tau. lain kali jangan gitu ya"
"kenapa sih, kan aku bangga donk"
"terserah deh, malas aku mah debat ma kamu"
winda tertawa kecil melihat tingkah mala dan wildan. yang membuat keduanya kaget dan menengok ke arahnya.
"ya ampun klian berdua ribut melulu, kayak kucing ma anjing lucu kali muka kalian pas ribut kayak tadi" tawa lepas itupun muncul.
mala dan wildan bahagia melihat lagi tawa itu hadir di wajah sahabatnya lagi
"aku senang kamu bisa tertawa seperti ini lagi, tolong tetap seperti ini ya" ujar mala sambil memeluk winda sahabatnya
"iya, dan swmoga kalian langeng ya walau bertengkat kecil kayak tadi" ujar winda sambil membalas pelukan mala.
acarapun selesai, mereka berfoto bersama. di sela sela berfoto seorang adek kelas menghampiri mereka bertiga
"maaf kak wildan, boleh ndk saya minta foto dengan kakak"
"boleh tentu saja"
merekapun berfoto. adek kelas perempuan itu mengambil foto sedikit mesra dengan wildan. membuay raut wajah mala menjadi jutek dan cemberut. winda menyadari perubahan ekspresi muka sahabatnya itu cuma tersenyum melihat tingkahnya itu. setelah vberfoto dengan adek kelas tersebut, wildan mengahampiri mala dan winda. wildan kaget melihat ekspresi dari mala yang jutek itu. wildan sadar mala sedang cemburu melihatnya mesra dengan siswi tadi. dengan grusarnya mala ngambek pergi meninggalkan wildan. wildan pun mengejarnya. melihat tingkah keduanya membuat senyum kecil tersungging di bibirnya.
karena kedua orang tuanya harus segera ke kantor dan winda ingin melihat lihat sekolahnya sebentar jadi mereka pulang terpisah. winda pun berkeliling setiap gedunh di sekolahnya. semdiri ia berkeliling karena wildan sedang membujuk mala karena kejadian tadi.
dari ruang guru, lorong kelas XII, mengingatkannya perjuangan mereka dulu untuk lulus dengan berbagai jam tambahan yang sekolah mereka buatkan untuk mereka. ruang osis dimana dulu ia mulai ikut aktif saat kelas XI. kantin yang mengingatkan berbagai macam canda tawa.
setiap ruangan disana mengingatkan winda dengan kenangannya selama ini. tak terasa udah beberapa lorong kelas udah ia jelajahi. sampailah di lorong kelas X yang terletak di lantai 3. memasuki lorong itu, membuat winda diam sejenak dengan tatapan sedihnya ia berjalan satu demi satu langkah. tanpa ia sadari air matanya mengalir di setiap ia melangkahkan kaki. teringat kenangan diawal ia masuk sekolah itu, seperti tembok itu muncul kembali. ini kali pertamanya lagi memasuki lorong kelas sepuluh semenjak kepergiannya. air mata itu kembali menetes dengan derasnya dan membuatnya tak sanggup lagi melangkah. terduduklah winda di lorong itu di depan kelas X5 dan air matanya mengalir lebih deras. suara tangis itu seakan mengisi sepinya lorong yang ia rasakan. beberapa siswa kelas X5 yang berada di kelas merasa kebingungan dengan kakak kelasnya itu. salah satu siswi menghampirinya tapi winda tak menjawab siswi tersebut dan hanya menangis. melihatnya membuat siswa dan siswi lainnya kebingungan. salah satu dari mereka ternyata siswi yang berfoto dengan wildan tadi kemudian pergi mencari wildan dan mala.
__ADS_1
akhirnya setelah mencarinya siswi itu menemukan wildan dan mala yang sudaj berbaikan di taman sekolah.
"kak wildan, maaf menganggu"
"ngapaim lagi sih kamu, mau foto lagi sama pacar orang, genit amat sih"
"aduh mala jangan gitu donk. coba dengarkan dia dulu"
"maaf kak, saya ndk bermaksud. saya dewi kak anak kelas X5, saya kesini ndk ada maksud genit atau apaun yang kak mala tuduhkan tadi. saya kesini mau kasih tau kalau kak winda menangis tak henti hentinya di depan kelas kami."
memdengar perkataan adek kelasnya itu membuat mala berlari tanpa pikir panjang ke tempat sahabatnya itu. membuat dewi bingung harus ngomong apa
"makasih informasinya. maafkan sifat kak mala tadi ya. ya udah ayok ke kelasmu kita susul dia"
mereka pum pergi menyusul mala ke tempat yang dikatakan tadi.
sesampainya di lorong kelas X membuat langkah kaki mala berat melihat kondisi sahabatnya. dengan segera ia hampiri sahabatnya itu dan dipeluknya erat.
"karena aku dia pergi dengan luka di hatinya mal, aku bisa seperti ini tapi aku tak tahu gimana dia" ujar winda dengan air mata semakin deras.
mala hnya bisa memeluknya tanpa sepatah katapun karena ia tahu apa yang dirasakan sahabatnya itu. wildan dan dewi yang sampai disanapun hanya bisa terdiam dari kejauhan melihat keduanya dalam pelukan.
"kenapa kak winda bisa seperti itu kak"
"maksud kakak siapa seseorang itu"
"seseorang itu adalah andri teman sekelas kita dulu, ia pergi saat sesuatu hal terjadi diantara keduanya"
"kak andri syahputra maksud kakak"
mendengar ucapan dewi seketika membuat wildan terkejut mendengarnya dan memandang tajam ke arah dewi
"kenapa kamu tahu nama lengkapnya"
"karena kak andri itu kakak kandung aku kak. jadi mereka berdua sama sama terluka"
"dimana dia sekarang?"
"sekarang dia dirumah kak sebelum pergi ke luar negeri"
"apa?"
"emang kak andri ndk ngasih tau kakak?"
__ADS_1
"ndk dia seperti membuat jarak diantara kita terutama aku dan mala karena kami dekat dengan winda."
"oh begitu ya, aku tak tahu kak andri bisa seperti itu. dalam diary yang ia tulis ia ngerasa bersalah pada wanita itu dan memutuskan untuk pergi tapi ternyata wanita itu merasakan hal yang sama karenanya seseorang itu pergi darinya."
"okey, sekarang kapan ia pergi?"
"hari ini jam 12 kak"
"apa? aku harus membawa mereka bertemu untuk menyelesaikan semuanya. apa kamu mau membantu"
"aku akan membantu karena itu demi kebahagiaan kakakku juga"
"baiklah, coba kamu pastikan posisi kakakmu sekarang, biar aku bawa mereka, kmu tunggu di mobil ku tau kan mobilku yang mana"
"iya kak" dewi pun pergi ke mobil sambil menghubungi ayah dan ibunya untuk mengetahui posisi kakaknya dan ia juga tak lupa meminta izin ke walikelasnya untuk izin mengantar kakaknya dan segera menuju ke mobil wildan.
wildan segera menghampiri mala dan winda.
"sekarang bukam waktunya menangis disini, kalian harua ikut aku sekarang"
"kemana wil, apa kamu ndk lihat kondisi winda kayak gini"
"udah ndk ada waktu lagi, nanti aku akan jelaskan di mobil."
tanpa sepatah katapun wildan menarik keduanya ke dalam mobil. betapa terkejutnya mala melihat dewi yang sudah disana.
"ngapain kamu disini"
"udah lah mal, singkirkan rasa cemburumu itu, sekarang bukan waktunya. ada yang perlu dikejar terlebih dahulu"
"maksudmu apa sih, jadi gini kamu sama kami, kamu ndk liat kondisi winda sekarang mau buat aku marah ma kamu"
"maaf kak, tapi ini demi kak andri."
mendengar nama andri disebutkan membuat mala dan winda kaget bukan main
"maksud kamu...."
"iya, kak andri syahputra itu kakak aku dan sekarang ia sedang dibandara untuk pergi kuliah keluar negeri kak dan akhirnya aku tahu kenapa kak andri ingin pergi jauh dari sini"
"ada kesalahpahaman diantara kalian berdua, dan kali ini kaliam harus menyelesaikannya. sudah ndk ada waktu. okey, jadi mala hilangkan sedikit egomu itu okey."
malapun mengerti dan mereka segera berangkat menuju bandara.
__ADS_1
...🌹🌹🌹 Happy Reading Everyone 🌹🌹🌹...