Maafkan Aku

Maafkan Aku
011


__ADS_3

...🌹🌹🌹 WELCOME TO READ 🌹🌹🌹...


......................


Setelah selesai belajarnya, semua orang langsung berpamitan untuk pulang. Tersisa disana, Wildan, Winda, Mala, dan Andri. Mereka sedang membereskan ruangan kecuali Wildan yang hanya melihat kesibukan mereka.


"ndk liat apa itu anak, kita lagi beres-beres dia malah duduk-duduk aja, bantuin napa." bisik Mala pada Winda. yang membuat Winda memperhatikan kawannya itu. Ia tahu, Wildan sedang memahami apa yang ia rasakan saat ini. Suasana yang baru yang ia rasakan.


"sebentarnya," jawab Winda dan berjalan mendekati Wildan


"dari pada bengong aja. mending kamu bantuin kita beberes, " ajak Winda dengan nada lembut


"malas, sana kalian lanjut aja" jawab ketus Wildan


"dasar, klau ndk mau bantu mending kamu balik aja sana" kata Winda sedikit marah. Biasanya Winda ndk mudah marah, mungkin karena kondisinya sekarang yang lelah dan lagi datang bulan juga membuat emosinya sedikit susah ditahan.


"okey" jawab Wildan dan langsung pergi.


"dasar, awas ya besok, liat aja ntar" ujar Winda kesal


"udah win, tumben kali kamu bisa sekesal ini. jarang loh kamu gini. sabar, kamu kan sering bilang ke aku dia emang wataknya gitu dingin kayak kulkas" ujar Mala menenangkan

__ADS_1


"ndk tau mal, kesel aja aku ma dia. iya deh, ya udah mending kita lanjut beres-beres lalu pulang" kata winda


Andri hanya mendengarkan percakapan kecil kedua temannya itu dan mengerjakan tugasnya beberes ruangan. akhirnya selesai juga, mereka pulang bersama dan kebetulan rumah mereka bertiga sejalan. disepanjang jalan, Mala dan Winda bersendau gurau dan tertawa sesekali. Andri hanya pura-pura mendengarkan musik agar tidak mengganggu mereka, walau pun sebenarnya ia memperhatikan setiap tingkah dan perkataan keduanya. mereka bertiga berpisah dipersimpangan jalan menuju rumah mereka.


sesampainya dirumah, Ayah sudah ada dirumah menyambut Winda dengan senyum diwajahnya. Winda langsung menuju ke kamar untuk mandi dan ganti baju. setelah itu menuju ruang makan untuk makan bersama.


malam harinya, seperti biasa Winda membuka buku pelajar untuk hari esok dan mempelajari beberapa materi sebelumnya serta mengerjakan tugas sekolah. Tak lupa Winda juga menyiapkan beberapa catatan kecil dan beberapa contoh permasalahan yang akan dia bahas nantinya dengan Mala dan kawan-kawannya. Setelah beberes winda beranjak ke tempat tidur. Tiba-tiba hpnya berdering menandakan ia mendapat pesan dari seseorang. Dibukanya chat itu. betapa terkejutnya Winda saat melihat nama yang mengirimkannya pesan itu. Yups Wildan. ia mengirimkan beberapa rangkuman dan soal-soal tentang materi baru serta beberapa catatan kunci untuk menyelesaikan soal-soal yang tadi mereka bahas. Hal itu sangat mengejutkan bagi winda. bagaimana tidak, seseorang yang acuh tak acuh tadi sekarang sangat perhatian seperti ini. walau hanya kecil perbuatan yang Wildan lakukan tapi itu membuat winda yakin ada sisi hangat dibalik sikap dingin dan ketusnya wildan padanya.


setelah mendapatkan pesan itu, winda langsung menuju meja belajarnya. ia lalu mengeprint materi itu dan memasukkannya ke dalam map plastik bersama materi-materi lainnya. setelah itu, dengan senyum tersungging di bibirnya winda melangkan riang untuk tidur dan tak sabar menanti hari esok.


......................


di meja makan, hal yang membuat ia tambah senang. disana sudah ada Mala yang sudah bergabung dengan ayah dan ibunya di meja makan. Winda sebenarnya heran kenapa Mala sudah ada di rumahnya pagicpagi seperti ini. keheranan itu tentu ada dasarnya, soalnya setahu winda setiap ada keinginan dari sahabatnya ini maka ia akan bersikap sedikit aneh dan ini salah satunya. winda hafal betul kebiasaan sahabatnya ini, dimana Mala lebih sering berangkat ke sekolah mepet waktu dan lebih mementingkan tidur lebih lama. tapi winda hanya dia didepan kedua orang tuanya dan mencoba bersikap biasa.


setelah makan, ayah mengantar mereka berdua. dan benar apa yang sudah bisa ditebak oleh winda. sesaat setelah ayah winda pergi, Mala bilang ke winda bahwa ia lupa mengerjakan tugas kemarin malam soalnya ia asyik main game. mendengar hal itu sedikit membuat winda kesal tapi ya gimana lagi, ia tahu sahabatnya itu jika sudah asyik dengan gamenya bakalan lupa waktu. akhirnya mereka menuju ke perpustakaan. disana winda hanya menemani mala mengerjakan tugasnya. mala mengerjakan tugas itu sendiri tapi sesekali ia bertanya ke winda jika memang kesulitan dalam menyelesaikannya. sekitar 15 menitan mala akhirnya selesai mengerjakan semuanya. winda meneliti jawaban mala. setelah itu mereka menuju kelas masing-masing karena sebentar lagi akan bel.


setibanya dikelas, winda ditatap heran oleh seisi kelasnya. hal itu sedikit membuatnya takut dan heran tapi ia lanjutkan berjalan menuju mejanya.


"telat kmu win, kesiangan ya bangunnya" ejek Gabriel


"hehehe....ndk kok, tadi aku ke perpustakaan dulh sebelum ke kelas" jawab winda lantang

__ADS_1


"rajin amat masih pagi sudah ke perpus. buku apa yang kamu baca dan pinjam?" tanya Nabila


"buku novel" jawab winda sambil menunjukan novel yang baru aja dipinjam


"dasar, buang-buang waktu aja baca gituan" ejek Nabila dengan ketusnya lalu ia kembali fokus dengn bacaannya


"dasar,padahal kan novel juga bagus, nambah kosa kata baru baik baku atau ndk dan asyik juga, penat baca buku pengetahuan terus" gumam winda pelan


"biarin aja" ujar wildan tiba-tiba dan langsung kembali tertidur


memdengar ucapan itu membuat winda tersenyum dan membisikan sesuatu ke wildan yang sedang tertidur dimejanya


"terima kasih materinya, ini akan membantu kami" bisik winda pelan


......................


...**Happy Reading Everyone...


...Semoga Suka dengan Ceritanya...


...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹**...

__ADS_1


__ADS_2