
"Sayang, aku sudah sampai di rumah sakit. Sudah ya, aku tidak punya hutang denganmu," pesan singkat yang Narendra kirimkan kepada Cliantha.
"Terima kasih, Sayangku. Mas memang yang terbaik! 😘" balasan yang Narendra dapatkan dari istrinya yang pertama, berhasil membuat pria itu senyam-senyum tidak jelas seperti anak muda yang mabuk cinta.
"Jangan lupa ongkirnya, ya, Bu,"
"Iya, bayarnya nanti di akhir ya Pak, sekalian aku kasih tip love dan bintang lima atas pelayanannya," balas Cliantha lagi.
Cukup lama Narendra menunggui Jihan yang berada di dalam kamar mandi, dia hanya menyibukkan diri berbalas chat dengan istri pertamanya yang sedang berada di toko butiknya. Namun, fokusnya terpecahkan saat mendengar getar ponsel Jihan yang tergeletak di atas ranjang pasien. Tertulis pada layar ponselnya satu kata, 'Ibu'
"Ibunya Jihan? Aku bahkan tidak tahu siapa sosok ibu dari wanita itu," begitu yang terpikirkan oleh Narendra sesaat melihat nama ibu di layar ponsel istri keduanya. Betapa dia merasa tidak peduli dengan wanita keduanya itu.
Inginnya, Narendra menyapa sang ibu mertua dengan suka cita. Walau bagaimanapun dirinya, Jihan adalah istrinya dan ibu dari wanita itu adalah ibu mertuanya juga.
Belum sepatah kata pun terucap dari mulut Narendra, saat benda pipih itu baru saja menyentuh daun telinga, sesuatu tidak terdugag terjadi; sambaran suara dari seberang panggilan berhasil membuatnya terkesiap dan memekakkan telinga Narendra.
"Jihan! Kemana saja kamu? Kenapa tidak pernah angkat teleponku sejak tadi? Dimana uang itu?! Aku membutuhkannya segera!" Suara cempreng dari seorang wanita berhasil membuat Narendra menggorek telinga kanannya.
__ADS_1
"Kenapa diam saja? Dasar anak kurang ajar! Tidak tahu terima kasih, kamu!"
Mendengar umpatan itu, sekali lagi Narendra melihat nama yang tertulis di layar ponsel milik Jihan. Apakah benar yang sedang menelepon adalah ibunya atau seorang debt collector?
"Ibu," lirih Narendra membaca satu kata yang tertulis dari layar ponsel yang masih menyala.
Tidak mau telinganya terasa sakit, Narendra menekan ikon loudspeaker pada fitur ponsel yang berarti panggilan akan terdengar keras tanpa harus menempelkan ponsel tepat di kuping.
"Hai, bangsat! Kenapa tidak menjawab? Kamu bisu?!" Pekik suara seorang wanita yag tidak habis-habisnya marah dan memaki.
Sontak, pintu kamar mandi terbuka kencang hingga menimbulkan suara yang begitu keras karena pintu terbanting dahsyat.
"Mana uangya? Kamu bilang akan segera dikirim? Mana?"
"Iya, akan segera Jihan kirim. Ini belum cukup dengan yang ibu minta, tunggulah. Tolong bersabarlah," kata Jihan dengan suara selembut sutera saat berbincang dengan sang ibu.
"Baiklah, terima kasih. Ibu tunggu,"
__ADS_1
"Iya, Bu." Jawab Jihan di akhir sambungan.
Setelah memastikan bahwa telepon telah terputus, kini, mata itu menatap tajam pada pria yang telah berani menyentuh ponselnya.
"Pak! Apa yang kamu lakukan? Jangan sentuh barang-barangku tanpa seiizin dariku," peringat Jihan yang sudah marah besar.
Narendra menyipitkan matanya, "Benarkah dia ibumu? Kenapa dia...."
"Iya, dia memang seperti itu. Bicaranya keras," kata Jihan sebelum Narendra menyelesaikan ucapannya.
"Sekeras apa sampai dia memanggil anaknya dengan sapaan 'bangsat'?" Tanya Narendra.
Jihan tersentak, tetapi dia bisa menguasai dirinya. "Saya sudah terbiasa, ibuku memang sekeras itu pada anak-anaknya. Tidak semua wanita mempunyai sifat yang lemah lembut, Pak," ucapnya seraya menuju ke tempat tidur dan melipat selimut yang masih berantakan.
"Uang apa yang ibumu minta darimu, Han?"
Jihan terdiam, "Bukan urusan, Bapak. Tidak usah ikut campur, cukup izinkan saja saya untuk bekerja. Jangan bertanya kenapa dan untuk apa," ketus wanita itu berkata.
__ADS_1
Lantas, Narendra merasa sedikit mengetahui sisi lain dari wanita yang paling keras kepala yang pernah dia temui, tidak lain istri keduanya sendiri. Kemudian hatinya berkata, "Sekarang aku tahu mengapa Jihan mempunyai sifat yang keras kepala seperti itu, beginilah sifat wanita yang dibesarkan oleh hasil didikan keras dari sosok orang tuanya terlebih lagi dari ibunya."
Bersambung...