Madu Kontrak Suamiku

Madu Kontrak Suamiku
Part 36. Dual Mertua


__ADS_3

"Rendra! Cia!" Seru Nabilah memeluk anak dan menantunya setelah diizinkan masuk oleh si empunya rumah.


Cliantha di balik kekhawatirannya, dia tetap memburu tangan Nabilah yang baru datang untuk diciumnya, "Bun, kan Cia bilang nanti Cia kabarkan pada Bunda," semangat wanita itu menyambut kedatangan satu mertua lainnya baik hati.


"Kelamaan, Bunda udah pengin banget ke sini ketemu sama kalian. Tadi Bunda mampir ke butik kamu dan dikasih tahu sama karyawan lokasi rumah kalian," kata Nabilah dengan semringah merangkul tubuh Cliantha. Lalu, disusul dengan Narendra yang sama memeluk dan mencium tangan ibundanya.


Namun, tidak lama kemudian mata ibu kandung Narendra itu melihat sosok lain selain anak dan menantunya. "Ouh, ada mama tirinya Narendra di sini ta?"Cibir Nabilah saat melihat wanita lain yang sebayanya tengah duduk di ruang keluarga di rumah anak dan menantunya.


Dengan lenggak-lenggok bak permaisuri, Hanna menyilangkan kaki dan menautkan jemarinya pada lutut kiribya, tingkahnya pongah seraya berujar, "Kenapa? Nggak suka aku di sini?"


"Jangan coba-coba kamu juga ngusir aku, ya," kata Hanna judes pada Nabilah.


Refleks, Nabilah menutup mulutnya dengan satu tangannya. "Ups, apa sudah ada yang mengusirmu lebih dulu daripada aku? Siapa orangnya? Mana, mana yang berani mengusir nyonya besar Herwijaya? Mana? Mana?" Kisruh Nabilah seakan heboh mencari tahu siapa orangnya yang telah berani mengusir Hanna dari tempat bersinggahnya.

__ADS_1


"Huft. Bukan ngusir, Bun, Rendra cuma bertanya 'kapan mama Hanna akan pulang?' karena Rendra dan Cia mau pergi ada urusan," jawab Narendra menimpali sekaligus menjadi penengah antara bunda dan mamanya.


"Ouh, sperti itu. Biarlah kalau dia masih mau di sini, biar Bunda yang temani. Kalian kalau ada urusan, silakan pergi saja. Bunda tunggu di sini sampai kalian pulang," cuap Nabilah yang merasa senang bertemu dengan rivalnya.


Namun, bagi anak dan menantunya, bukan solusi yang Nabilah tawarkan, tetapi semakin rumit permalahan karena ini bukan hanya satu mama, tetapi dua orang tua tercerewet yang mana mesti bakal mengundang keributan setelah tahu yang sebenarnya.


"Mau apa kamu di sini?" Tanya Hanna judes kepada Naabilah. Memamng sejak dulu, keduanya tidka pernah bersikap saling baik sejak memperebutkan Narendra kecil dan dual pun tetap berlanjut hingga sekarang.


"Tentu melihat anak dan menantuku, sekaligus menjenguk calon cucuku." Ucap Nabilah mengelus perut rata Cliantha.


Sontak, keadaan menjadi hening seketika. Baik Narendra atau pun Cliantha hanya bisa menutup mata rapat-rapat. Mereka sudah menduga sebelumnya jika hal ini pasti akan terjadi, dan sayangnya terjadi pada saat itu juga.


"Jangan kurang ajar kau, Hanna!" Sentak Nabilah yang tidak terima dengan perkataan wanita yang dia anggap licik sejak dulu.

__ADS_1


"Tanyakan saja sendirin pada ponakanamu itu, kenapa dia harus berbohong seperti itu? Selamanya Cliantha tidak akan bisa menjadi ibu karena rahimnya bermasalah. Tanyakan saja jika tidak percaya pada ucapanku," celoteh Hanna setelah menyesap secangkir teh hijau dari cangkirnya.


Kini, Cliantha tang tengah menutup matanya semakin erat tertutup. Sekarang dia terpikirikan bagaimana cara untuk menutup telinganya juga supaya tidak pernah dia dengar pernyataan dari sang bunda mertua tentang kebenarannya. Bila perlu, dirinya ingin sekali memiliki ilmu sihir yang bisa menghilangkan diri atau kemampuan berteleportasi agar ia bisa berpindah tempat dari bumi ke mars sekalian.


Namun, sayang seribu sayang karena harapan Cliantha untuk menghilang dari bumi tidak terwujud karena sekarang, suara Nabilah sudah terndengar di dekat telinga.


"Cliantha, coba jujur pada Bunda. Apa benar jika Narendra menikah lagi? Apa kamu dipoligami?" Tanya Nabilah dengan pertanyaan yang di luar dugaan Cliantha.


Pemikiran ia tentang Nabilah hang mungkin akan mempertanyakan soal kehamilan itu tidaklah terjadi, sebaliknya Cliantha dibuat terpaku saat Nabilah bertanya soal pernikahan suaminya yang kedua kalinya.


"Jawab pertanyaan Bunda, Cia," Tanya Nabilah menuntut jawaban pasti dari menantunya.


Bukan memberikan jawaban 'Benar' atau 'Salah', Cliantha malah membuat satu pertanyaan klise, "Ini yang terbaik untuk kami, Bu. Qadarullah,"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2