Madu Kontrak Suamiku

Madu Kontrak Suamiku
Part 6. In Vitro Vertilization


__ADS_3

"Mas, pilihannya hanya ada dua. Menyetujui syarat dari Jihan atau kamu harus siap bila nanti kita akan dipisahkan," ucap Cliantha pada suaminya di akhir perdebatan mereka mengenai syarat yang Jihan ajukan sebelumnya.


*


*


Di suatu pagi, sebelum Narendra berangkat ke kantor, Cliantha sang istri yang sedang memasangkan dasi di kerah leher suaminya itu kembali bertanya setelah sebulan telah berlalu sejak pembahasan dengan Jihan yang meminta satu syarat sebelum perceraian.


"Mas," panggil Cliantha lirih pada suaminya setelah tugasnya memasangkan dasi sudah selesai.


Narendra yang sedang menatap ke depan, beralih menunduk menatap sang istri yang makin hari semakin terlihat kurus dan tatapan mata yang sendu karena banyak hal yang dipikirkan akhir-akhir ini.

__ADS_1


Tidak bertanya 'kenapa', pria itu sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh istrinya. Lalu, dia hanya mengecup kening istrinya cukup lama, disusul dengan kecupan di seluruh wajahnya secara singkat, tapi penuh dengan makna.


"Mas tahu, aku tidak mau kehilanganmu. Aku takut jika Jihan benar-benar akan melakukan itu, pasti ayah dan bunda akan sangat marah dan memisahkan kita. Aku tidak mau itu terjadi," ucap wanita itu dipelukan sang kekasih hati.


"Iya, sama sepertimu. Aku juga tidak mau itu terjadi," balas Narendra mencium wangi rambut istrinya.


Cliantha mengangkat wajahnya, kembali menatap Narendra dengan sorot mata yang penuh harap. "Apa itu artinya, Mas akan menuruti kemauan Jihan?" Tanya Cliantha.


Banyak pertimbangan yang Narendra dan Cliantha pikirkan untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah mereka. Keputusan yang mereka ambil adalah menuruti kemauan Jihan dengan memberikan wanita itu keturunan, hal itu lebih baik daripada wanita itu terus mengancam akan melaporkan cerita karangannya kepada mertua Narendra yang pasti akan bersikap tegas dan memisahkan dia dari istri tercinta.


Kehilangan wanitanya adalah hal yang tidak pernah Narendra inginkan karena dia telah terlampau mencinta dan menyayangi wanita itu sampai ke dasar hatinya yang paling dalam.

__ADS_1


Namun, setelah pria itu menyetujui syarat yang diajukan istri keduanya supaya wanita itu pergi dari kehidupannya tanpa mendatangkan masalah, tetapi malah seakan mengundang masalah baru untuk datang.


Harusnya sangat mudah bagi Narendra yang notabene seorang suami untuk mengabulkan keinginan Jihan, terlebih wanita itu adalah istrinya sendiri. Namun, kenyataannya pantang bagi seorang Narendra melakukan hubungan badan dengan wanita lain yang tidak dia cintai. Nuraninya tetap berkata 'tidak bisa' walau sekuat tenaga telah mencoba ditambah dengan Cliantha yang terus membujuk dan memberikan pengertian yang pada akhirnya berakhir dengan perdebatan panjang antara Narendra dan Cliantha.


Kemudian, jalan akhirnya adalah ialah melakukan pembuahan dengan cara non alamiah. Di sinilah sekarang mereka berada. Di sebuah rumah sakit terbaik di kota tempat tinggal untuk melakukan prosedur in vitro vertilization atau sering dikenal dengan istilah prosedur bayi tabung.


Setelah sekian lama menjalankan serangkaian pemeriksaan antara calon ibu dan ayah yang fertil, banyak prosedur yang sudah mereka lewati. Kini, tiba saatnya untuk melakukan eksekusi prosedur tersebut.


Sebelumnya, Jihan tidak pernah mempermasalahkan dengan cara apa Narendra bisa mengabulkan keinginannya, yang terpenting adalah hasil akhinya sampai bisa ada bayi yang di dalam rahimnya. Entah tindakan bayi tabung sekali pun, Jihan tidak peduli.


"Selamat, prosesnya sudah selesai. Embrio telah berimplantasi di rahim Bu Jihan. Untuk memastikan 'ia' berkembang di dalam rahim Bu Jihan, bapak dan ibu silakan kembali dalam dua minggu mendatang," ucap sang dokter wanita pada ketiga orang itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2