Malam Pertama Kana

Malam Pertama Kana
Kado


__ADS_3

Kana terbangun saat dia meraba sisi kasur di sampingnya yang kosong. Jam menunjukan pukul 8 pagi, Adrian pasti sudah berangkat kerja. Kana memejamkan mata sejenak, memgumpulkan segala ingatan tentang apa saja yang sudah dia lakukan semalam bersama suaminya. Senyum manis terbit di bibirnya, saat mengingat aktivitas semalam yang mereka lakukan. Kegiatan yang menguras banyak tenaga sampai mereka terlambat bangun.


Pandangan mata Kana jatuh pada selembar kertas di atas nakas. Tulisan khas Adrian tertera dengan tinta biru di atas kertas itu. Isinya membuat Kana tersenyum.


'Selamat pagi, kalau kamu baca pesan ini. Aku udah duduk manis di kantor. Terimakasih untuk yang semalam Sayang. I love you more'


"Ih, lucu banget sih kamu, Kak." Kana terkekeh geli membayangkan wajah suaminya yang binggung saat menulis pesan romantis yang sebenarnya tidak.romantis sama sekali ini. Adrian bukan tipe yang romantis. Waktu pacaran saja Kana yang selalu menghubungi Adrian lebih dulu. Jadi, Kana yakin banget perlu perjuangan saat menulis kata-kata yang menurut Kana romantisnya masih level 6.


Kana menggeleng pelan lalu meletakkan kertas itu ke tempatnya semula, dan bergegas bangun untuk mandi, karena hari ini dia harus ke kampus.


Setelah mandi dan berganti baju Kana keluar dari kamar untuk sarapan. "Pagi, Mbok!" sapa Kana pada wanita setengah baya yang sedang sibuk mengepel.


"Pagi Mbak Kana. Sarapannya sudah siap di meja makan," seru Mbok Darmi. Kana hanya mengacungkan jempol.


"Mbok udah makan?"tanya Kana, matanya sibuk mengamati makanan yang ada di atas meja makan. Ada capcay dan tempe gorenng kesukaan Adrian.


"Nanti lah Mbak, kalau kerjaannya udah kelar," tolak Mbok Darmi halus.


"Ya, udah yuk bareng Kana aja." Kana Menarik kursi kosong di depannya lalu memberi isyarat Mbok Darmi untuk duduk di sana.


"Tapi Mbak, kata ibu Rahayu-"


"Udah, bunda gak ada di sini." Sedikit memaksa, Kana mengambil alih alat pel Mbok Darmi lalu menarik tangannya untuk duduk di kursi kosong yang ada di depannya.


"Ayo, temani Kana makan." Kana tersenyum lalu mengambil makanannya lebih dulu. Wanita tua di depannya itu terlihat ragu sebelum tangannya meraih centong nasi.


"Kak Ian berangkat jam berapa ya Mbok?" tanya Kana di sela kunyahannya.


"Jam 8 Mbak. Buru-buru sekali tadi Mas Ian-nya sampai gak sempat sarapan,," jawab Mbok Darmi membuat Kana tersenyum sendiri dia baru ingat kalau hari ini Adrian ada rapat penting di kantor. Bisa-bisa karena aktivitas semalam suaminya itu terlambat datang.


"Mbok seneng deh, Mas Ian nikahnya sama Mbak Kana," Mbok Darmi tersenyum lembut.

__ADS_1


"Kenapa memangnya Mbok?"


"Kayaknya Mas Ian jadi bahagia banget sejak kenal Mbak Kana," sahut Mbok Darmi membuat Kana jadi penasaran kehidupan Adrian seperti apa sebelum menikah dengannya.


"Memang sebelum kenal Kana bagaimana Mbok?"


Mbok Darmi menghentikan kunyahannya lalu tersenyum. "Ya, selalu menyibukan diri Mbak, jarang senyum. Jarang ngobrol sama bapak ibu soalnya pulangnya malam terus. Tapi sejak kenal Mbak Kana, Mas Ian jadi sering senyum sering ngabisin waktu juga sama bapak-ibu."


"Masa sih?"


"Iya, sampai ibu itu suka kesel punya anak satu tapi jarang di rumah. Terus ibu juga sempet curiga kalau mas Ian gak suka sama perempuan soalnya gak pernah ngenalin pacarnya ke ibu. Eh, tahu-tahu minta dilamarin Mbak Kana."


Mendengar cerita Mbok Darmi hati Kana terasa menghangat, berarti memang benar Adrian memang pria yang baik dan tidak aneh-aneh. Kana jadi makin sayang sama dia.


"Terus kalau-" Kana ingin sekali banyak bertanya tapi urung saat melihat ponselnya berkedip pertanda ada pesan masuk. Buru-buru dia mengambil ponselnya dan membaca pesan yang masuk.


My hubby : Makan siang bareng?


Baru saja diomongin udah ngirim pesan aja. Kana tersenyum lalu mengetik balasan untuk Adrian.


Kapan lagi makan siang bareng suami di jam-jam efektif suaminya kerja?


My hubby: Kamu samperin ke sini ya,syg ?šŸ¤—


Kana mendesah kecewa, dia kira Adrian akan menjemputnya ternyata dia disuruh datang sendiri.


Kana: Iya, deh. Tapi tambahin uang jajan ya 😘


Bolehlah sesekali minta lebih.


My hubby: beres. Asal durasi olahraga mlmnya ditmbh jgšŸ˜

__ADS_1


Kana mendecih saat membaca balasan dari suaminya itu, karena dia tahu pasti apa yang diminta Adrian. Suaminya itu selalu saja minta lebih untuk urusan ranjang. Tak jarang, Kana kewalahan menghadapi suaminya. Maklumlah, bisa dikatakan usia Adrian sedang semangat-semangatnya untuk melakukan itu.


Kana tidak membalas pesan Adrian lagi dia lebih memilih meneruskan sarapannya. "Mbok Dar masakannya enak banget. Besok ajarin Kana ya masak capcay yang seperti ini." Kana tidak berbohong, masakan wanita paruh baya ini memang enak, yang Kana dengar, dulu Mbok Dar seorang juru masak di kampungnya. Dia sering sekali diundang saat ada tetangga hajatan, maka dari itu masakannya selalu enak.


"Tapi kata ibu, Mbak Kana masakannya juga enak. Lha itu itu buktinya Mas Ian sekarang gemukan."


Kana hanya tersenyum mendengar kata-kata Mbok Darmi. "Biasa aja Mbok," balas Kana. Obrolan mereka terhenti saat bel pintu rumah berbunyi.


"Siapa ya?" Kana mengernyit binggung saling berpandangan dengan Mbok Darmi


"Biar Mbok saja Mbak yang buka, mungkin tukang AC tadi katanya Mas Ian nyuruh tukang servis AC kemari." Mbok Darmi bergegas bangkit dari duduknya lalu berlari ke luar untuk membuka pagar, tak berapa lama Mbok Darmi datang dengan sebuah kotak di tangannya.


"Kurir Mbak, nganter ini." Mbok Darmi meletakkan kotak kado itu di samping Kana.


"Wah, kado dari siapa ya? Apa jangan-jangan mama?" Ah, ngapain mama nyuruh kurir kan ada Bang Kanda .


Kana mengambil kotak kado itu, mengguncang-guncangkan isinya.


"Mas Ian mungkin Mbak, mau ngasih serprais," goda Mbok Darmi tersenyum.


Bisa jadi sih, tapi dalam rangka apa ya? Tumben sekali Kak Ian ngasih kado lewat kurir. Oh, pasti hadiah buat semalam. Kana tersenyum, dalam benaknya bertanya-tanya dapat ide dari siapa sampai-sampai Adrian bersikap manis seperti ini. Mulai dari pesan manis yang Adrian tulis, ajakan makan siang dan sekarang mengirim kado.


Kana mengeleng pelan, lalu membuka perekat kertas kado dengam hati-hati. Takut isinya barang elektronik atau bisa jadi barang yang mudah rapuh. Ish, harusnya Kak Ian ngasih tulisan agar berhati-hati membawa barang ini.


"Apa ya Mbok isinya?" Kana meneliti kotak yang sudah dia lepas pembungkusnya.


"Buruan Mbak di buka! Mbok, juga penasaran!" Mbok Darmi kepo tak sabar ingin juga melihat isi kado tersebut.


Kana mengangguk lalu membuka kotak kado tersebut. Matanya terbelalak saat melihat isi dari kado itu mendadak perutnya seperti diaduk-aduk. Kana mual melihat isi dari kotak itu tanpa peduli pekikan Mbok Darmi, Kana refleks melempar kado itu lalu berlari ke kamar mandi. Memutahkan semua isi perutnya.


"Ya Allah siapa yang tega mengirim ini. Astagfirullah!" pekik Mbok Darmi dari arah ruang makan.

__ADS_1


Kana mencengkram tepian wastafel. Mukanya pucat pasi, siapa yang tega mengirimi dia kado seperti ini. Siapa?!


*****


__ADS_2