Malam Pertama Kana

Malam Pertama Kana
Joddy dan Lian


__ADS_3

"Bang, bukan maksud aku untuk menyakiti Kana. Aku hanya memperingati dia untuk tidak terlalu dekat sama kamu, dia udah bersuami Bang!" Lian membela diri saat Joddy menegur tentang perkataannya di kafe tempo hari.


"Tujuannya apa Lian? Asal kamu tahu, Kana udah aku anggap seperti adikku sendiri, dia bahkan tidak pernah menganggapku lebih dari sekedar kakak."


Lian menatap Joddy skeptis. "Adik? Bang, orang awam sekali lihat juga tahu dia bukan sekedar adik kamu! Kamu memperlakukan dia lebih dari sekedar teman apalagi adik!"


Joddy menghela napas lalu memijit pangkal hidungnya sejenak. "Terserah apa persepsi kamu tentang aku dan Kana. Tapi jangan ulangi lagi bicara seperti itu pada Kana, dia tidak tahu apa-apa."


Joddy menatap Lian tajam. " Siapa kamu mengaturku?"


Mendapat jawaban sinis dari Joddy itu, hati Lian terasa disayat. Joddy yang ada di depannya saat ini bukan Joddy yang biasanya. Joddy yang biasanya akan menatapnya hangat, melemparkan candaan bahkan gombalan yang receh dan garing. Tapi yang di depannya saat ini Joddy yang berbeda, dan itu semua karena gadis manja itu. "Bang kamu jangan mainin perasaanku! Setelah apa yang kita lakukan selama ini!"


"Lakukan apa? Makan bareng, jalan bareng, perhatian dan gombalan receh?"


"Bang ak-"


"Kamu tanya saja ke semua anak-anak cewek di kantor siapa yang belum pernah mendapat perlakuan seperti itu?" sela Joddy memotong kata-kata yang akan keluar dari bibir Lian yang menatap Joddy tak percaya itu. Lian tahu, Joddy memang dikenal bad boy di kantor Lian juga tahu sepak terjang dia di dunia percintaan. Tapi entah kenapa Lian merasa Joddy sudah berubah saat bersamanya. Setiap hari di kantor jika ada waktu sengang Joddy selalu menghabiskan waktu dengannya. Jadi tidak salahkan, jika Lian menganggap Joddy berubah? Apa itu hanya perasaannya saja?


"Kamu mainin perasaan aku, Bang!" Mata Lian mulai berkaca-kaca, dia tidak menyangka Joddy akan bicara setega itu padanya.


"Aku tidak pernah menjanjikan apa-apa ke kamu kan?" balas Joddy. Dia pun tahu kata-katanya sudah menyakiti hati Lian. Tapi lebih baik begini daripada Lian berharap lebih padanya.


"Apa kamu gak bisa buka hati kamu buat aku?" Lian masih tak mau menyerah.


"Maaf Lian. Membuka hati itu bukan perkara yang mudah setidaknya di waktu sekarang. Jadi, untuk saat ini aku lebih nyaman sendiri." Final! Sudah final jawaban dari Joddy.


Lian mengigit bibir bawahnya, air mata tanpa sadar menetes dari sudut matanya. "Apa semua karena Kana?"


Joddy menghela napas lelah. " Kana tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan aku Lian. Tolong jangan bawa dia masuk ke masalah ini."


Lian menatap Joddy nyalang, lihat saja! Bahkan, sekarang saja dia masih berusaha melindungi wanita sialan itu. "Kamu bilang gak ada sangkut pautnya, Bang? Bagaimana tidak ada hubungannya kalau setiap waktu yang ada di pikiran kamu cuma Kana?"

__ADS_1


Joddy terdiam, apa yang Lian katakan itu tidak sepenuhnya salah. Dia memang masih selalu memikirkan Kana. Tapi sungguh Joddy tidak pernah berpikiran untuk merebutnya dari Adrian. Selama Adrian masih memperlakukan Kana dengan baik dan tidak menyakitinya, maka Joddy akan tetap pada kapasitasnya. Tapi untuk membuka hati, Joddy belum bisa. Hatinya masih belum bisa menerima nama lain jadi Joddy membiarkannya kosong, hampa dan tak berpenghuni, sehingga dengan mudahnya bayangan Kana akan bersemayam di sana.


"Terserah kamu berpikiran apa tentang aku, tapi tolong Lian, jangan bawa -bawa Kana dalam masalah ini." Joddy berkata dengan nada memohon membuat Lian benar-benar tak percaya jika Joddy masih melindungi Kana.


"Apa sih Bang yang tidak ada di aku yang Kana punya? Apa bedanya aku sama dia, Bang? Apa?" Lian hampir frustasi saat bertanya, hatinya sakit dan dia terlalu lelah untuk mengerti Joddy.


Joddy menatap lekat-lekat ke arah Lian, mencoba memberi pengertian pada gadis di depannya ini sepertinya sia-sia dan membuang waktu karena diberi pengertian seperti apapun Lian akan tetap pada pendiriannya. Menganggap Kana musuh.


"Bedanya?" Joddy menatap Lian sejenak. "Bedanya Kana tidak pernah memaksakan perasaannya pada siapapun," imbuh Joddy. Tenang tapi menusuk.


Lian terkesiap mendengar kata-kata Joddy yang menohok relung hatinya. Ini menyakitkan, sangat menyakitkan untuknya. "Tega kamu Bang!" Lian mengebrak meja membuat pengunjung kafe menatap ke arah mereka, Lian tak peduli itu dia memilih beranjak dari duduknya.lalu bergegas pergi meninggalkan Joddy yang menatapnya penuh rasa bersalah. Tapi lebih baik begini daripada Lian akan terluka lebih dalam lagi.


**


Sudah lama Kana dan Adrian tidak quality time berdua jadi


sepulang kerja Adrian berencana mengajak Kana jalan-jalan, belanja dan nonton. Yah, anggap saja sebagai gantinya untuk waktu berdua mereka yang tersita oleh pekerjaan Adrian yang menumpuk dan mereka harus disibukan dengan urusan yang membutuhkan perhatian lebih mereka.


"Kamu udah kayak penghuni tetap aja di sini, Na."


Kana mengangkat kepalanya lalu menatap ke arah suara itu. Ada Joddy di depannya tersenyum hangat. " Kak Joddy mau pulang?" Tatapan Kana jatuh pada tas ransel yang ada di punggung Joddy.


" Iya, nyari kopi lihat ada calon sarjana di sini. " Joddy mengangkat cup berisi latte kesukaannya.


Kana tersenyum malu-malu. " Bisa aja , jadi malu. Kak Joddy datang ya ke wisuda aku bulan depan?"


Joddy duduk di kursi kosong yang ada di depan Kana. " Ini pertanyaan atau undangan?"


"Undangan lah Kak. Pokoknya Kakak harus datang, ajak Ferddy atau ajak Mbak Lian juga boleh banget lho?"


Joddy meringis dalam hati. Ajak Lian? Lihat, bahkan Kana tak marah walaupun dikatakan murahan oleh Lian dia tetap mengundang Lian untuk datang ke wisudanya. Tapi rasanya utu tidak mungkin setelah apa yang dia katakan tadi siang pada Lian.

__ADS_1


" Bisa diatur." Joddy tersenyum lalu menatap snack ringan yang ada di depan Kana. " Jangan keseringan makan snack beginian Na, banyak micinnya," tegur Joddy tapi tangannya terulur mencomot isi dari snack ringan itu lalu memakannya.


"Habisnya makanan udah pada abis," sahut Kana menunjuk ke arah stand makanan yang sudah mulai dirapikan oleh pemiliknya.


"Ya maklum kan udah jam pulang kerja," sahut Joddy asik memakan makanan ringan Kana. Kana mendecih, coba lihat siapa tadi yang menyuruhnya untuk tidak terlalu banyak memakan makanan ber-MSG?


"Ngomong-ngomong, Kak Ian mana? Lama banget?" Mata Kana mencari-cari ke arah pintu masuk.


"Tadi baru beres-beres paling sebentar lagi. Tenang saja mall kan tutupnya malam."


" Kak Joddy tahu aku mau nonton di mall sama Kak Ian?"


"Tahulah, orang dia nanya ke aku film apa yang lagi booming sama nanya hadiah apa yang cocok buat kamu," sahut Joddy membuat Kana mendecak kesal. Ah, suaminya itu memang payah kalau urusan romantis mana tahu dia film-film baru, orang kerjaan dia selama ini cuma kerja, kerja dan kerja selain ngerjain Kana di ranjang juga sih!


Kana menggeleng pelan tepat saat seorang gadis meringsek masuk lalu menghampiri meja mereka.


" Wanita murahan!" teriak gadis berambut ungu tua itu lalu tiba-tiba dia mengambil cup latte di depan Joddy membuka tutupnya dan membuang isinya ke wajah Kana . Kontan saja Kana dan refleks berdiri dari duduknya menatap Lian tak percaya


"Lian! Apa-apaan sih kamu!" bentak Joddy lalu menarik Kana menjauh dari Lian tapi tangan gesit Lian lebih dulu menarik rambut Kana lalu mendorongnya sampai tersungkur jatuh.


"Lo Gila?!!" seru Joddy menatap Lian tajam lalu membantu Kana yang rambutnya basah oleh latte, untung saja tadi sudah dingin.


Lian tersenyum sinis. " Itu yang pantas untuk wanita yang suka selingkuh."


Lian lalu bertepuk tangan seperti memberi isyarat pada pengunjung kantin yang tidak banyak itu untuk memperhatikannya.


"Dengarkan semua!" teriak Lian keras, beberapa pasang mata mengarah pada mereka. " Wanita ini adalah istri dari Pak Adrian dan dia sudah berselingkuh dengan sahabat suaminya, kalian jadi saksi hari ini!" Lian terang-terangan menunjuk Kana yang berdiam diri karena bingung dan shock.


"Gila lo Lian!" maki Joddy lalu menarik tangan Kana untuk menjauh dari Lian yang menatap mereka tak percaya.


*********

__ADS_1


__ADS_2