Malam Pertama Kana

Malam Pertama Kana
Bertemu Randu


__ADS_3

Kana memgecek belanjaannya sekali lagi sebelum membawanya ke meja kasir. Hari ini Kana belanja banyak cemilan dan kue-kue karena besok Kana dan Adrian berencana liburan ke Jogja selama beberapa hari. Setelah sekian lama akhirnya Adrian mendapat jatah cutinya, kesempatan itu tidak akan Kana dan Adrian sia-siakan mereka akan berbulan madu kedua, dan Jogja adalah tujuan utamanya.


"Totalnya Rp. 550.000,Mbak." Mbak Kasir berbaju merah dengan makeup lumayan tebal itu tersenyum, Kana mengeluarkan beberapa lembar uang lalu menyerahkannya pada kasir swalayan. Setelah selesai membayar belanjaan Kana memutuskan untuk segera pulang karena dia ada janji dengan Adrian untuk pergi ke rumah mertuanya. Kebetulan rumah mertuanya dekat dengan swalayan di mana ia belanja sekarang. Jadi lebih baik dia menelpon Adrian dan mengatakan untuk menjemputnya.


Kana duduk di kursi yang tersedia di depan swalayan itu sambil sibuk membalas pesan Adrian.


"Hai, Kamu Kana kan?"


Kana mendongakkan kepalanya menatap pemilik suara itu. Dilihatnya seorang pria tampan dengan kacamata minus membingkai wajah, tersenyum ke arahnya. "Oh, hai Randu!" sapa Kana ramah. Bagaimana dia bisa lupa dengan pria tampan yang pernah bertemu dengannya di kantor Adrian?



"Belanja juga?" tanya Kana basa-basi. Randu menunjukkan kantong belanjaannya lalu menarik kursi di depan Kana dan duduk.


"Iya habis pulang dari kantor mampir beli cemilan buat begadang ntar malam. Kan weekand," sahut Randu tangannya merogoh kantung belanjaannya dan menaruh sekaleng susu bergambar beruang di depan Kana.


"Thanks!" Kana mengambil minuman itu lalu membuka pengaitnya. "Emang kamu ngapain kalau weekand?"


Randu tersenyum menatap kaleng di tangannya. "Mabar sama temen-temen kostan sih, biasanya."


"Wah, gamer rupanya. Gamer yang suka minum susu murni," ledek Kana .


Randu hanya terkekeh. " Kamu ngapain di sini? udah selsai belanja kan?"


"Nunggu, suamiku." Kana terkikik geli ketika mengucapkan kata 'suamiku'.


"Sudah lama nikah sama Pak Adrian?"


"Belum ada setahun," sahut Kana, tiba-tiba dia ingat


Azura. Putri kecilnya yang kini sudah ada di surga. Kana menggeleng kuat-kuat menyingkirkan perasaan sedih yang diam-diam merasuk ke dalam hatinya. Putri kecilnya itu sudah bahagia di surga.


"Kamu emang gak punya pacar?" Kana ganti bertanya, dia ingin mengalihkan rasa sedihnya mengingat Azura.

__ADS_1


Randu menatap Kana lalu menggeleng. "Jomlo."


"Usia kamu berapa sih? Masih jomlo aja?" Kana menahan senyum melihat ekspresi Randu yang sedang salah tingkah itu.


"Memang apa korelasi antara usia dan pasangan?" Randu menatap Kana sarkas.


"Ya, biasanya semakin usia bertambah, bertambah pula tuntutan untuk menikah atau paling tidak punya pasangan yang bisa digandeng dan dipamerin gitu ke kondangan. Ya, gak sih?"


Randu berdecak lalu meletakkan botol minumannya di meja, mengetuk-ngetukkannya hingga membentuk irama. Tidak sepenuhnya salah apa yang dikatakan Kana. Usia bertambah tuntutan mencari pasangan pun juga bertambah. Tapi mau bagaimana lagi, Randu masih suka bebas belum mau terikat. Menurutnya pacaran atau menikah itu memusingkan. " Belum siap untuk berkomitmen, masih banyak urusan yang harus diselesaikan. Lagian kalau mau gandeng cewek ke kondangan bisa ngajak Mama.Mama kan juga cewek," sahut Randu terkekeh geli melihat wajah Kana yang cemberut karena tidak puas dengan jawaban Randu.


"Kamu sendiri ngapain aja sama Pak Adrian kalau weekend?" tanya Randu mengalihkan topik pembicaraan, membuat pipi Kana memerah menahan malu saat mengingat suaminya. Biasanya jika weekend, Kana dan Adrian hanya mendekam di rumah. Makan-tidur-makan-tidur, begitu sepanjang hari. Sebenarnya Kana sering sekali mengajak Adrian liburan sesekali, jika weekend tiba. Sayangnya, om-om mesum itu lebih senang menggurung Kana di kamar ketimbang mengajaknya menghirup udara segar. Maka dari itu kesempatan Adrian mendapat cuti tidak Kana sia-siakan. Dia mengajak Adrian berlibur ke Jogja, yang langsung disetujui Adrian.


"Oiya, besok aku mau jalan-jalan ke Jogja. Mumpung Kak Adrian dapat cuti." Siapa tahu sajakan Kana benar dapat diskon penginapan di tempat saudara Randu.


"Oh ya?" Randu terlihat sedikit terkejut. " Dalam rangka liburan atau ada acara lain?"


"Liburan aja, soalnya udah lama banget aku sama Kak Ian gak liburan."


"Bulan madu kedua ya?" goda Randu membuat semburat merah di kedua pipi Kana.


"Jadi gimana mau aku reservasi-in?" ulang Randu lagi, karena Kana tak kunjung menjawab dan hanya tersenyum manis.


"Gak perlu!"


Itu bukan suara Kana, tapi seorang pria yang tiba-tiba muncul dengan wajah lelah, rambutnya sedikit berantakan dengan lengan kemeja digulung sampai siku.


"Kak Ian!" seru Kana penuh semangat saat melihat suaminya. Kana selalu suka penampilan Adrian yang sedikit berantakan setiap pulang kerja. Di mata Kana penampilan Adrian saat pulang kerja itu terlihat seksi di matanya. Apalagi jika mencium parfum Adrian yang sudah menyatu dengan keringat. Membuat Adrian terlihat semakim... Manly.


Adrian tersenyum mengacak rambut Kana gemas lalu duduk di samping Kana. Tatapan Adrian berubah menjadi delikan saat menatap Randu. Sungguh, Adrian tidak suka jika Kana bertemu Randu. Entah kenapa Adrian punya perasaaan tak enak tiap melihat pemuda di depannya ini. Atau mumgkin dia cemburu. Hah?! cembuur dengan pemuda di depannya ini. Hah,bukan saingan


"Sore Pak Adrian. Baru pulang juga?"


Adrian mendecih. " Iya lah! Kamu pikir aku akan menginap di kantor." Adrian terlihat kesal dan menurut Randu sesuatu yang lucu. Pria setegas Adrian bisa lunak juga di depan istrinya. Ya wajar sih, karena istrinya memang secantik ini. Kalau Randu jadi Adrian bisa jadi dia malah lebih bucin dibanding Adrian. Astaga, mikir apa dia barusan.

__ADS_1


Randu terlihat salah tingkah karena Adrian menatapnya penuh intimidasi sejak tadi.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Adrian kesal.


"Belanja Pak," jawab Randu terus terang. Adrian lagi-lagi mendecih, jelas-jelas bocah ini tahu apa maksud Adrian barusan.


"Kak Ian suka aneh. Ya, dia belanjalah Kak. Masak mancing," sahut Kana polos membuat Adrian meringis dalam hati dan Randu yang takjub melihat wajah polos Kana.


"Dari sekian banyak swalayan ngapain kamu di sini?" tanya Adrian lagi.


"Dekat dari kantor, Pak," jawab Randu lugas. Adrian mengumpat dalam hati. Benar juga ya. Lagipula kenapa dia yang jadi ribut sendiri? Ini kan tempat umum, Adrian tidak seharus ya terlihat cemburu pada bocah ingusan seperti ini?


"Kak, ini tempat umum, ya biarin ajalah dia mau belanja atau kayang ya suka-suka dia lah." Kana mulai jengah juga dengan pertanyaan suaminya.


Randu menatap Adrian dengan bibir berkedut. Kalau saja Adrian bukan atasannya, sudah dia tertawakan pria dewasa di depannya ini. Adrian bertekuk lutut oleh gadis yang cantik dan polos yang punya sepasang mata bening yang sangat teduh.


"Oiya, Kak! Besok kita menginap di homestay saudaranya Randu yuk!" tawar Kana pada Adrian.


"Kita bisa menginap di rumah Eyang sayang," sahut Adrian melirik Randu.


Kana cemberut."Tapi, aku pengen banget Kak, liburan terus nginep di hotel. Kalau nginep di kenalan namanya bukan liburan.Tapi berkunjung. Aku pengen ngerasain liburan keluar kota terus menginap di hotel atau penginapan. Kak!" Kana memasang wajah memelas saat menatap Adrian. Membuat Adrian kesal karena tatapan Kana adalah tatapan yang bisa membuatnya kalah.


"Tapi Na. Itu namanya pemborosan!"


"Kita dapat diskon kok, Kak!" Kana tersenyum manis. "Iya, kan Randu?"


Randu mengangguk. " Boleh banget."


"Tuh, Kak! Ayolah Kak! please..." Mohon Kana dengan tatapan amak kucingnya. Adrian menghela napas lalu memgangguk, matanya melirik ke arah Randu yang menahan senyum itu.


"Iya..."


***************

__ADS_1


sumber gambar visualisasi : Google.com


__ADS_2