Malam Terkutuk

Malam Terkutuk
CHAPTER (12): Cemburu Yang Tersembunyi


__ADS_3

Terkadang apa yang kita pandang buruk


adalah yang terbaik untuk kita, hanya saja kita sibuk mencari kebahagiaan yang lain


~Malam Terkutuk~


Arya melonggarkan dasi yang mencekik lehernya sedari tadi, suasana hatinya sedang sangat kacau. Hidupnya sepertinya selalu dipenuhi oleh masalah dan masalah yang tak pernah berhenti.


Belum cukup masalah Tere sekarang ada masalah besar di salah satu cabang perusahaannya di China, yang terancam bangkrut karena kelalaian utusannya yang ditunjuk sebagai pemimpin.


Akhirnya Arya dan deretan pimpinan kantor melakukan pertemuan dadakan hari ini, dan keputusan yang diambil adalah dirinya harus turun langsung menangani kasus ini, yang berarti Arya harus ke China. Memang mudah mengatasi masalah ini jika dia langsung turun tangan, namun bagaimana dengan Tere, Arya tak bisa meninggalkan Tere sendirian terlebih lagi Tere sedang mengandung.


Namun dia juga tahu Tere sangat enggan ikut dengannya ke China, menikah dengannya demi datang dagingnya sendiri saja Tere enggan apalagi ikut bersamanya tanpa ada hal yang penting atau berguna bagi Tere.


Tangan Tere hendak menyentuh knop pintu ruang kerjanya namun terhenti saat mendengar suara halus dan lembut, yang sangat berbeda dengan suara Tere.


Astaga sekarang kepalanya penuh dengan nama Tere dan Tere saja!


"Arya."


Arya menolehkan kepalanya ke belakang lalu membalikkan badannya, memutar mata jengah saat melihat wanita yang pernah mengaku tunangannya restoran waktu itu, sedang berdiri di depannya.


"Apa?" Tanya Arya dingin menatap tajam Vita, sedangkan Vita sebisa mungkin tetap tersenyum walaupun hatinya dongkol melihat reaksi Arya.


Vita tersenyum lalu hendak menyentuh tangan Arya namun Arya langsung mundur, hingga tangannya tidak bisa menggapai tangan Arya.

__ADS_1


"Aku rindu denganmu, beberapa hari ini aku tidak melihatmu di studio pemotretan, dan kata manajerku kau sudah menarik sahammu dari permodelan, kenapa?"


"Aku sudah menikah Vita, kau tidak pantas rindu pada pria yang merupakan suami orang lain, dan soal saham itu. Dari awal aku tidak ingin berinvestasi pada studio pemotretan itu karena kalian bukan menjual pakaian tapi menjual tubuh kalian yang kotor itu tapi kau selalu memaksa dan menggodaku membuatku muak."


Tangan Vita mengepal kuat, Arya bisa melihat tatapan penuh kemarahan di mata Vita namun detik berikutnya Vita kembali menatap lembut dirinya sambil tersenyum manis, membuat Arya muak.


Lebih baik Arya menghadapi Tere yang terang-terangan membenci dirinya dari pada menghadapi rubah licik yang pura-pura baik padanya, sangat menjijikkan.


"Kami menjual pakaian Arya, kau jangan berkata seperti itu, perkataannya membuat hatiku sakit."


Arya tidak memedulikan ucapan Vita lalu membuka pintu ruang kerjanya, namun dia terdiam saat pintu terbuka menampilkan wanita yang sedari tadi dia pikirkan.


Tere.


Arya menatap tajam posisi duduk Tere yang sangat tidak sopan, kakinya berada di meja tanpa berdosa, apakah Tere lupa bahwa dia sedang mengandung dan tidak pantas Ibu hamil melakukan hal itu, itu akan berdampak bagi kandungannya, atau kata orang pamali.


Arya spontan melepaskan tangan Vita, sedari tadi Arya tak menyadari Vita menggandeng tangannya namun saat melihat tatapan mengejek Tere, Arya pun sadar.


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan Tere dan duduklah dengan benar, mataku sakit melihat posisi dudukmu."


Bukannya mengganti posisi kakinya, Tere malah mengangkat dagunya tinggi-tinggi seakan menantang Arya. Rasanya ingin sekali Arya berteriak pada Tere namun dia ingat bahwa Tere sedang mengandung dan tidak boleh banyak pikiran.


"Memangnya apa kupikirkan ha?! Dan soal posisi dudukku menurutku baik-baik saja, ini kakiku suka-suka diriku melakukan apa."


Vita yang sedari tadi terus menatap Tere tajam, tak suka ada wanita lain yang bisa membuat Arya diam dan mengalah, membuat kebenciannya tumbuh pada wanita cantik di depannya ini.

__ADS_1


"Kau ini siapa ha?! Berani sekali kau mengatakan hal itu pada Arya, kalau memang aku dan Arya punya hubungan spesial maka apa urusannya denganmu ha?!"


"BRAAKK!"


Vita berjingkat kaget saat Tere menggebrak meja, sedangkan Arya hanya diam menatap keduanya sambil memijat keningnya yang terasa sakit.


"Jangan berteriak di depanku ******! Kau tanya siapa aku ha?" Tanya Tere dengan tatapan menantang Arya, lalu berjalan ke arah Arya dan Vita.


"Iya siapa dirimu berani melarang hubunganku dengan Arya?" Tanya Vita tak mau kalah menatap tajam Tere lalu kembali menggandeng Arya.


Senyum licik terbit di bibir Vita saat Arya kali ini tidak menolak gandengan tangannya, sedangkan Tere hanya tersenyum terlihat santai.


Tere berjalan ke arah Arya lalu memeluk leher Arya, menatap Arya dengan senyum paling manis yang pertama kali Tere tunjukkan untuk Arya membuat Arya ikut tersenyum manis, melepaskan gandengan Vita dengan kasar.


Vita hanya melongo tidak percaya melihat apa yang ada di depannya ini, Arya yang terlihat gagah, berani, dan kejam berubah 180° di depan bocah ingusan ini, bahkan Arya terlihat seperti domba yang lembut dan mudah ditaklukkan.


"Katakan pada ****** itu, siapa aku dan apa hubunganku denganmu, dan posisi ****** itu untukmu," pinta Tere menatap lembut Arya, sambil mengelus rahang Arya yang indah, membuat Arya terhipnotis dan melakukan apa yang diperintahkan Tere.


"Tere adalah istriku, kami adalah pasangan suami istri dan kau adalah benalu yang selalu menempel padaku."


Vita langsung pergi tanpa mengatakan apa pun, karena rasa malu dan marahnya yang meledak dalam dirinya.


Arya dan Tere masih terdiam menatap satu sama lain, dengan posisi yang masih sama lalu Tere menarik tangannya dari Arya, membuat Arya sadar bahwa ini hanya rencana Tere untuk mengusir Vita.


"Jangan mengira bahwa yang tadiku lakukan adalah karena cinta, aku hanya tidak mau orang mengira bahwa aku tidak bisa menjaga suamiku hingga dia berkeliaran dengan ****** murahan. Sangat menjijikkan, kalau kau ingin berselingkuh lalukan dengan bersih dan aman. Jangan di kantor, dasar bodoh!"

__ADS_1


Tangerang, 02 Oktober 2019


__ADS_2