Malam Terkutuk

Malam Terkutuk
CHAPTER (23): Gugat Cerai


__ADS_3

Tanpa basa-basi Tere langsung bertanya pada Arya, karena ia sudah tak bisa menahan mulut pedasnya ini untuk tidak menyindir kelakuan suami yang tak dianggapnya ini.


"Habis dari mana?"


"Jas kamu mana?"


"Terus itu kemeja sama celana kok kusut? Habis selingkuh ya?"


"Kok baru...


"Kamu bisa diam enggak sih Tere, kepala aku lagi pusing sekarang tambah pusing gara-gara kamu, mendingan kamu pergi sebelum sesuatu yang buruk terjadi!"


Arya sebenarnya tak mau berteriak pada Tere, namun reaksi tubuhnya saat Tere menyentuh tangannya membuat tubuhnya terasa bakar. Dan Arya mengutuk Vita yang sudah berani memberinya obat perangsang sialan.


"Kenapa enggak jawab? Oh aku tahu, kamu takut kan ketahuan selingkuh sama mantan kamu itu?"


Arya menghempaskan tangan Tere membuat Tere semakin terkejut dengan reaksi Arya, Arya berbalik lalu menatap tajam Tere.


"Itu bukan urusan kamu Tere! Mau aku sama Vita, Vito, Vino, Vila atau Vita mana pun. Kamu enggak punya hak untuk mencampurinya!"


Arya butuh pelampiasan atas hasrat tubuhnya, tapi ia tak bisa melakukannya dengan Tere karena itu hanya akan menambah jarak antara ia dengan Tere dan menambah daftar dosanya pada Tere.


Tere berusaha sekuat mungkin menahan air matanya agar tidak turun ke pipinya, hati Tere sakit mendengar ucapan Arya lalu tangannya pun mendarat di pipi Arya dengan kuat.

__ADS_1


"Brengsek! Kalau kamu lupa, kamu dan aku terikat tali pernikahan, aku ini istri kamu jelas aku punya hak untuk melarang kamu dengan wanita mana pun!" teriak Tere, Arya mengepalkan tangannya saat amarah bercampur gairah melebur dalam dirinya.


Tanpa berkata apa pun Arya langsung maju dan mendorong tubuh mungil Tere ke tembok, lalu mencium Tere dengan kasar. Tere berontak meminta Arya melepaskannya, namun Arya seperti tak menghiraukannya dan semakin berani meraba-raba setiap inci tubuh Tere.


"Ar... Arya lepas!"


Tangis Tere pecah saat gaun bagian lengannya terbuka, membuat bahu dan lengannya terlihat, tak lupa tali beha merahnya yang membuat gairah yang Arya pendam selamat di hotel bersama Vita memuncak.


"Aku mohon Arya, lepaskan aku hiks, hiks."


"Ja... Jangan mengulangi kejadian malam itu lagi."


Arya tak menghiraukan tangisan dan permintaan Tere, tangannya dengan berani menyentuh bahkan meremas dua gundukan milik Tere. Tere menggelengkan kepalanya meminta belas kasihan Arya namun Arya tetap melanjutkan aksi bejatnya, hingga...


"Awwhhhh!"


Nafas Tere memburu, ia kesulitan bernafas karena terlalu takut atas kejadian buruk yang hampir menimpa dirinya. Tak ada tatapan kasihan atau pun prihatin saat melihat kepala Arya berdarah karena vas bunga yang ia lempar ke kepala pria itu.


Tere menatap tajam dan menghina pada Arya. Lalu memeluk tubuhnya sendiri, pakaiannya bahkan sudah robek di beberapa pakaian dan hal itu membuat Tere semakin jijik pada ******** di depannya.


"Dasar binatang! Setelah bercinta dengan wanita lain, kau ingin memperkosaku. Kau sangat mirip seperti binatang, yang tak pernah puas hanya dengan satu pasangan!"


Arya merasa kepalanya terasa sangat sakit, lalu pandangannya pun mulai kabur. Tangannya memegang kepalanya dan ia terkejut saat melihat darah di tangannya.

__ADS_1


"Kau... Kau bilang kau istriku, kau bilang kita terikat tali... pernikahan, tapi kau tak mau menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri," ucap Arya lirih, karena rasa sakit di kepalanya yang seakan merenggut kesadarannya secara perlahan-lahan.


"Ki... kita memang terikat tali pernikahan, namun ini demi bayi yang kau buat karena kesalahan satu malam!"


"Kalau begitu jangan pernah mencampuri urusanku lagi! Kalau kau belum bisa menjalankan kewajibanmu. Kau itu wanita paling munafik yang pernah ku temui Tere...


Arya hampir saja terjatuh kalau saja ia tak berpegangan pada pintu Mansionnya.


"Kau selalu menuntut segalanya padaku, kau ingin kau menjadi pria penurut bahkan budakmu yang siap melayani dirimu... tapi, pernahkah sekali saja kau menuruti permintaanku dan melayaniku!"


Tere tak suka akan ucapan Arya yang seakan memojokkannya, padahal jelas ini adalah kesalahan Arya. Arya yang hendak memperkosanya namun Arya malah menyalahkannya. Tere hendak pergi meninggalkan Arya sendirian namun langkahnya terhenti saat Arya menyuruhnya berhenti.


"Berhenti di sana."


Arya berjalan perlahan-lahan ke arah Tere lalu berdiri di hadapan wanita itu.


"Aku lelah Tere, aku lelah ber... berpura-pura bahagia di hadapanmu. Aku sudah muak atas semua tindakanmu selama ini, jadi mari kita akhiri pernikahan ini...


Tere langsung menatap mata Arya saat mendengar ucapan pria itu, tidak ada tatapan bercanda di mata hitam kelam itu yang ada hanya tatapan serius. Ucapan Arya selanjutnya mampu membuat jantung Tere berhenti berdetak selama beberapa detik.


"Hari ini aku Arya Panggalila menggugat cerai engkau Te...


"ARYA!"

__ADS_1


Tangerang, 20 November 2019


__ADS_2