Malam Terkutuk

Malam Terkutuk
CHAPTER (22): Gosip Berujung Pertengkaran


__ADS_3

Menghapus perasaan yang ada untukmu adalah tindakan terbaik,


sebelum perasaan itu tak bisa dihapus lagi


~Teresa Queenera~


Tere duduk di depan TV sambil menonton berita yang terpampang di Televisi, berita tentang Arya yang keluar dari kamar hotel dan tak lama kemudian seorang wanita pun keluar dari kamar hotel yang sama kondisi mereka yang sangat berantakan.


Wanita itu bahkan keluar dengan gaun mini seksi yang robek di mana-mana dan yang lebih parah ada jas terlampir di bahu wanita itu, yang ia yakini adalah jas Arya soalnya ia melihatnya sendiri tadi pagi Arya pakai jas abu-abu.


"Vita apakah kau menjalin hubungan spesial dengan pengusaha sukses yaitu Arya Pangalila?" tanya wartawan itu, sedangkan Vita mengibaskan rambutnya yang sedikit berantakan ke belakang lalu menjawab dengan nada sombong.


"Kalian pasti tahu bagaimana sifat Arya, dia itu pendiam dan tegas jadi aku tak mau banyak bicara pada kalian. Nanti kekasihku itu bisa marah."

__ADS_1


"Kekasih?!"


"Dasar wanita genit, sudah ditolak Arya tetap saja menguntit. Kau itu tidak bisa lihat bahwa Arya sudah punya istri yaitu aku!" gerutu Tere sambil menatap kaca Televisinya yang menampilkan Vita memasuki mobilnya.


"Dia itu cantik, terkenal, badannya pun indah tapi sayang sifatnya itu bagai wanita panggilan. Tertangkap keluar dari kamar hotel dengan pria beristri malah tersenyum, dasar tidak tahu malu!"


Tere duduk sila di atas sofa lalu mencabik-cabik bantal sofa hingga rontok dan busanya keluar, Tere kesal pada wanita itu dan ia butuh pelampiasan.


"Arya juga kenapa dia memberikan jasnya pada wanita itu, seakan mengatakan bahwa mereka baru saja bercinta dan ia tak mau tubuh selingkuhannya itu terlihat oleh orang lain!"


"Ada apa Non Tere memanggil Bibi?"


"Belikan Tere makanan di luar Bi, Tere lapar gara-gara berita itu," ucap Tere sambil menunjuk Televisi di depannya, yang menampilkan pembawa berita yang masih mengira-ngira hubungan Vita dengan Arya.

__ADS_1


Bi Rara hanya tersenyum geli melihat tingkah kekanak-kanakan nyonyanya, setelah melihat berita di Televisi.


"Non mau Bibi belikan makanan apa?"


"Bakso, ayam bakar, gado-gado, ketoprak, batagor, minumannya cendol, jus mangga, es teh manis...


Bi Rara hanya melongo mendengar ucapan Tere, lalu tatapan Bi Rara tertuju pada tubuh Tere yang tetap sama sebelum hamil hanya saja perutnya yang mengembung bulat. Terkadang Bi Rara heran kenapa berat badan Tere tidak kunjung bertambah, padahal Tere adalah tipe wanita pemakan segalanya.


"Bibi kok diam saja?!"


"Eh... Iya Non, Bibi belikan Non. Permisi Non," ucap Bi Rara buru-buru membeli pesanan Tere sedangkan Tere masih diam memikirkan berita tadi. Tere yakin pasti Arya di luar sana sedang mencari istri baru bahkan ibu baru untuk bayinya, apalagi setelah menonton berita tadi. Keyakinan Tere semakin bertambah.


"Ini gak adil! Harusnya dia enggak berhubungan sama siapa pun sampai kita bercerai, pokoknya masalah ini harus dibahas sampai tuntas."

__ADS_1


Suara ketukan sepatu membuat Tere menoleh ke arah pintu, lalu buru-buru berdiri menghampiri Arya yang sedang berjalan. Tere sudah siap menyerbu Arya dengan berbagai pertanyaan. Apalagi melihat pakaian Arya yang berantakan, hal itu seakan membuat Tere semakin percaya pada gosip murahan di televisi tadi.


Tangerang, 20 November 2019


__ADS_2