Malam Terkutuk

Malam Terkutuk
CHAPTER (41): Surat Cerai


__ADS_3

Kisah ini tidak menceritakan tentang cinta antara dua insan manusia, melainkan menceritakan tentang keras kepalanya seorang wanita


~Ashella_123~


Arya berjalan dengan gagahnya melewati karyawannya yang sedari tadi menyapanya, namun tak ia balas. Inilah karakter sebenarnya seorang Arya Panggalila, tidak ada keramahan, hanya ada wajah datar.


Namun Arya bisa berubah 180° hanya di depan dua wanita, yaitu putrinya Artesha dan mantan istrinya Tere Queenera. Arya tersenyum miring saat mengingat pertemuannya dengan Tere di restoran, takdir sangat suka mempermainkan Arya.


Arya masih mencintai wanita berkepala batu itu, wanita yang menjunjung tinggi ego dalam dirinya dan wanita yang paling ambisius di hidup Arya, siapa lagi kalau bukan sang mantan.


"Pak Arya!"


Arya menghentikan langkahnya saat mendengar resepsionis kantornya memanggil dirinya, namun ia tak mau repot-repot berbalik badan atau menghampiri karyawannya. Arya tetap di tempat, dan menunggu resepsionisnya menghampirinya.


"Ada apa?" tanya Arya menatap datar wanita di depannya, kedua tangan Arya dimasukkan ke kantong celananya memberikan kesan angkuh dan arogannya.


"Itu pak ada wanita di ruangan bapak, saya dan karyawan lain sudah berusaha mengusirnya tapi dia tetap kekeh bahkan mengancam kami pak," ucap wanita yang bekerja menjadi resepsionisnya, wanita itu tampan sekali ketakutan saat menghadapi perusahaan tempat ia bekerja.


Merasa resepsionisnya tak akan berkata apa lagi, Arya pun melanjutkan langkahnya ke lantai paling atas di mana hanya ada satu ruangan yaitu ruangannya seorang.


Dalam hati Arya terus bertanya-tanya siapa wanita yang berani memasuki ruangannya tanpa seizinnya, hati Arya geram saat menyadari ada orang yang lancang memasuki ruangannya. Arya akan tunjukkan pada wanita itu, bahwa Arya Panggalila adalah pria kejam yang tak memandang gender, siapa pun yang mengusik hidupnya pasti akan menderita baik itu wanita atau pria.

__ADS_1


Setalah sampai di lantai paling atas, langkah lebar Arya menuju ke ruangannya lalu ia mendobrak pintu ruangannya dengan kasar hingga menimbulkan suara nyaring, Arya bisa melihat punggung wanita lancang itu.


Wanita itu bahkan tak bereaksi apa pun setelah mendengar suara nyaring, membuat Arya bertambah kesal lalu menghampiri wanita itu, menarik kasar lengan wanita itu.


"KELUAR KAU DARI RUANGANKU!"


Wanita itu terpaksa berdiri karena tarikan Arya di lengannya sangat kuat dan menyakitinya, wanita itu pun segera mengambil dokumen yang ia bawa dan berusaha melepaskan pegangan tangan Arya di lengannya.


"Keluar kau dari ruanganku!"


Arya mendorong wanita itu dengan kasar saat sudah sampai di depan pintunya, wanita itu hanya bisa meringis kesakitan, wajah wanita itu tertutupi oleh rambutnya membuat Arya tak bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu.


Arya baru saja hendak menutup pintu ruangannya, karena menurutnya wanita itu hanya satu dari sekian wanita murahan yang berusaha menggodanya selama 12 tahun ini, mengingat ia duda dengan kekayaan melimpah dan tampang bak Dewa Yunani.


Tangan Arya berhenti mendorong pintu ruangannya, Arya langsung menoleh ke arah sumber suara itu dan ia sangat terkejut saat melihat wajah Tere yang geram dan terlihat sangat kesal.


"Astaga, maaf Tere tadi kukira kau adalah wanita...


Arya hampir saja keceplosan mengatakan Tere wanita murahan, baru didorong saja Tere sudah sangat marah apalagi kalau kalau dihina bisa-bisa ruangan kerjanya dibakar.


Arya langsung membantu Tere bangun, namun Tere menolak bantuannya dan malah menghempaskan tangannya dengan kasar. Tere bangun sendiri tanpa bantuannya.

__ADS_1


"Aku wanita apa ha?! Tadi kau mau mengatakan apa?" tanya Tere menatap tajam Arya, sedangkan Arya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung mau mencari jawaban apa.


"Kau sedang menunggu wanita?"


"Tidak! Aku tidak menunggu siapa pun."


"Lalu kenapa kau...


Arya buru-buru menyela ucapan Tere karena ia tak tahu harus menjawab apa, dan balik bertanya pada Tere.


"Kau sedang apa ke sini? Kau tak pernah ke kantor ini lagi selama dua belas tahun, lalu ada keperluan apa sampai kau menemuiku di kantorku?"


Tere langsung memberikan dokumen yang ia bawa ke Arya, sedangkan Arya menatap dokumen itu dan Tere bergantian, terlihat sekali Arya bingung dengan isi dokumen yang dilapisi map itu.


"Dokumen apa ini? Apa surat wasiatmu?"


"Kau lebih kaya berkali-kali lipat dari ku, jadi buat apa aku memberimu surat wasiat?"


Tere menatap kesal Arya yang terus saja tersenyum seperti orang bodoh, Arya membuka map itu dan senyum di bibirnya langsung hilang setelah melihat isi map itu.


"Surat cerai?"

__ADS_1


Tangerang, 25 Desember 2019


__ADS_2