
Saat kita merasakan arti kehilangan
maka kita baru menyadari arti dirinya dalam hidup
~Teresa Queenera~
Tere diam duduk di depan ruang rawat Arya, jantungnya masih berdetak dengan kencang akibat kejadian Arya yang hendak menceraikannya, namun Arya lebih dulu pingsan dan tak sadarkan diri.
"Enggak, aku enggak mau pisah. Aku enggak akan biarkan dia bahagia sama Vita sedangkan aku menderita dengan bayi laknat ini."
"Kehidupan, masa depan, dan impian aku sudah hancur. Dan semua itu karena dia, jadi dia juga hancur."
Tangan Tere mengepal di sisi tubuhnya, memikirkan Arya yang akan hidup bahagia bersama Vita setelah menceraikannya.
Dendam dalam diri Tere untuk Arya masih ada dan tak akan pernah hilang, sampai ia melihat pria itu juga sama hancurnya dengannya. Kalau Arya bisa menghancurkan masa depannya hanya dengan satu malam, maka ia akan menghancurkan hari-hari Arya selama sembilan bulan hingga Arya tak mampu mengobati luka yang ia torehkan.
"Dia enggak boleh mati, aku enggak akan membiarkan dia mati. Kalau dia mati, dia harus membawa bayi ini bersama dia ke Neraka."
Tere bangun dari duduknya lalu menatap jendela yang terbuka menampilkan para dokter dan suster yang berusaha menyelamatkan nyawa Arya. Tidak ada air mata kesedihan atau pun tatapan sendu, yang ada hanya tatapan tajam penuh kebencian untuk Arya.
Tere menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka lalu seorang dokter keluar dan menatap dirinya.
"Anda istri pasien?"
__ADS_1
"Bukan, saya tidak mengenal dia."
Tere dapat melihat kerutan kebingungan di kening Dokter itu, lalu dokter itu menatap dirinya dari bawah sampai atas.
"Lalu bagaimana Anda bisa menemukan pasien jika Anda tak memiliki hubungan dengan pasien?"
"Saya menemukan dia terluka di pinggir jalan dan dokter, tugas Anda hanya mengobati pasien itu bukan mencari tahu siapa saya dalam kehidupan pria itu."
Terlihat sekali dokter itu merasa tersinggung dengan lidah tajam Tere, namun dokter tersebut tetap bersikap sesuai etika seorang dokter, yaitu bersikap ramah pada siapa pun.
"Ya saya tahu itu dan maaf sudah bertanya terlalu banyak, saya hanya ingin mengatakan bahwa pasien kekurangan banyak darah akibat pendarahan di kepalanya. Jadi kami membutuhkan donor darah AB, sedangkan stok donor darah AB sangat langkah dan stok rumah sakit habis."
Tere terdiam sesaat memikirkan ucapan dokter itu, darah Tere memang AB namun ia sedang mengandung dan tak diperbolehkan wanita mengandung untuk melakukan donor darah.
Walaupun memang wanita hamil boleh melakukan donor darah pun, ia tak akan mau mendonorkan darah untuk Arya. Melihat Arya menderita kekurangan darah lebih baik dari pada melihat Arya sembuh dengan mudah.
Biarkan Tere menjadi sosok iblis dalam kehidupan Arya, karena dendam akibat perilaku satu malam Arya masih menganga lebar di hatinya.
"Tapi Nyonya pasien bisa mati jika...
"Aku bilang aku tidak peduli tentang pria itu, biarkan pria itu mati. Aku tak sudi mencari donor darah hanya untuk pria itu!" teriak Tere menatap tajam dokter di depannya.
"Darahku AB, aku saja yang mendonorkan darah untuk Arya."
__ADS_1
Tere membalikkan badannya, ia tak bisa menyembunyikan raut terkejut saat melihat wanita cantik dan seksi yang menjadi alasan ia dan Arya bertengkar hari ini.
Tere baru saja ingin berkata pada wanita itu, namun ucapan dokter lebih dulu mencelanya.
"Kalau boleh tahu Anda siapa pasien?"
Vita menatap Tere sekilas dan senyum miring di bibir Vita membuat amarah dalam diri Tere mendidih.
"Saya Vita Devala Ansyah, kekasih Arya yang merupakan pasien di dalam."
"Kau?!"
Tere tak menyangka bahwa wanita ular ini berani sekali mengaku sebagai kekasih Arya padahal ia yang notabenenya adalah istri sah Arya berada di sampingnya.
"Ada apa Nyonya? Kenapa kau terkejut saat mendengar siapa aku? Bukankah kau hanya wanita yang menyelamatkan kekasihku."
Tere hanya bisa diam karena ia terjebak dalam permainannya sendiri atau lebih tepatnya senjata makan Tuan.
"Baiklah Nona, ayo ikuti saya. Anda harus segera mendonorkan darah Anda untuk pasien kalau tidak pasien akan meninggal."
Vita mengangguk mengerti, hendak mengikuti langkah dokter namun menoleh sebentar pada Tere dan mengatakan sesuatu yang mampu membuat Tere memiliki keinginan besar untuk mencakar wajah cantik akibat Make Up itu.
"Kalau kau tak mau menyandang statusmu sebagai istri Arya, aku bersedia menggantikan dirimu dan menjadi Nyonya Panggalila."
__ADS_1
Sialan!
Tangerang, 26 November 2019