
Tere menatap dekorasi ulang tahun anak sahabatnya ini, yang sangat khas cewek dan bernuansa Hello Kitty. Sebenarnya Tere tak terlalu menyukai dengan animasi satu itu, apalagi warna merah muda namun demi menghormati sahabatnya ia tetap masuk ke dalam ruangan itu.
Pletakkk.
"Awwwhh, kau ini barbar sekali Tere. Bukannya tersenyum atau berbasa-basi dengan mengatakan hai atau halo, kau malah memukulku!"
Tere memutar mata jengah mendengar ucapan dramatis sahabatnya itu, padahal ia hanya memukul pelan namun reaksi banci sahabatnya ini mampu membuatnya ingin muntah.
"Berhentilah bersikap seperti banci di lampu merah, sekarang mana Nara?"
"Itu Nara sedang bersama ibunya, Bella," jawab Xerion menunjuk anak dan istrinya yang sedang saling menyuapi kue ulang tahun.
"Kau tak ikut saling suap?" tanya Tere sambil tersenyum geli membayangkan Xerion, istri, dan anaknya saling menyuapi bagai keluarga Cemara, apalagi pribadi dingin dan kaku Xerion kalau di depan publik dan kamera wartawan.
"Berhentilah tersenyum, wajah datarmu itu tak cocok tersenyum!"
__ADS_1
Xerion menatap kesal sahabatnya ini, sedangkan Tere terus saja tersenyum demi membalas perlakuan kurang ajar Xerion tadi pagi. Bukannya menjemputnya langsung, Xerion malah menyuruh sopirnya yang bahkan tak mengenalnya dan lebih bodohnya lagi tak memberikan foto Tere pada sopirnya.
Sehingga Tere yang harus mencari sopir Xerion dengan bermodal foto yang dikirim Xerion.
"Oke aku akan memberi selamat dulu pada Nara, sebelum memberimu pelajaran atas tindakan kurang ajarmu tadi pagi!"
Tere berjalan pada Bella dan Nara, sambil Member selamat dan berbasa-basi sebentar tentang beberapa hal seperti karier dan hobi wanita. Tere tidak terlalu dekat dengan istri sahabatnya ini, bahkan mereka pernah bertengkar karena Bella menganggap Xerion lebih mementingkan Tere dari pada Bella, namun salah paham itu berakhir dengan damai setelah Xerion dan Tere menjelaskan bahwa mereka hanya teman secara baik-baik dan perlahan-lahan pada Bella.
Percakapan mereka terhenti saat manusia paling menyebalkan namun sayang tampan, datang dan berdiri di tengah-tengah Tere dan Bella, tak lupa merangkul mesra istrinya dengan tatapan mengejek pada Tere yang masih sendiri di usia 30 tahun.
"Bella, boleh aku pinjam sahabat jombloku dulu?"
Tere menatap kesal pada Xerion sedangkan Xerion malah tertawa dengan bahagianya. Sedangkan Bella geleng-geleng kepala melihat persahabatan antara Tere dan suaminya.
"Jangan berbicara seperti itu Xerion!" ucap Bella memperingati Xerion, sambil mengusap lengan suaminya sedangkan Tere memberikan senyuman kemenangannya membuat Xerion kesal pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Nanti akan kupikirkan ya sayang, sekarang aku harus membawa jomblo seumur hidup ini dulu."
Tanpa mendengar jawaban Bella dan Tere, Xerion langsung menarik tangan Tere dari hadapan Bella. Tere hanya bisa diam mengikuti langkah Xerion, sambil menggerutu pada Xerion sambil menatap tamu undangan.
"Kau ingin membawaku ke mana, bodoh?!"
"Aku ingin kau menemui seseorang yang bisa memecahkan rekor jomblomu itu."
Plaakkkk.
Tere langsung memukul kepala Xerion dengan tangannya yang satu lagi, lantaran kesal dengan ejekan sahabatnya yang selalu mengatakannya jomblo di setiap saat, di mana pun, dan kapan pun seakan sendiri itu adalah aib besar.
"Aduh, kau ini kalau pukul seperti wanita lain dong, lembut bukan kaya kuli panggul. Dasar wanita bar-bar."
Tere hendak bicara namun Xerion memberinya tanda untuk diam dengan menaruh jari telunjuknya di mulutnya, akhirnya Tere diam dan lebih memilih menghadap belakang melihat dekorasi pesta dari pada teman Xerion yang juga membelakangi Xerion.
__ADS_1
"Arya."
Tangerang, 20 Desember 2019