
"lepaskan aku, atau aku akan membeberkan semua perbuatanmu pada polisi". Monica meronta, mengibaskan tangan seorang bodyguard yang membawanya ke dalam mobil, sedangkan Carter melihatnya sambil tersenyum miring.
"silahkan". kata Carter tenang.
Dua buah mobil beriringan mengantarkan Monica ke kantor polisi, Allan sudah menunggunya di sana.
"Al, apa yang kamu lakukan? kamu akan mendekam di sini bersamaku saat aku buka suara!!" pekik Monica dengan suara tertahan tepat di hadapan Allan.
"sudahlah, lakukan apapun yang kamu mau". Allan meninggalkan Monica dengan tatapan sinis. Monica menangis tersedu-sedu menatap punggung Allan yang berlalu.
Allan menyerahkan beberapa bukti kejahatan Monica, karena Monica telah menjadi DPO selama ini jadi polisi langsung memproses kasusnya.
"selamat menikmati liburanmu nona". ucap Allan seraya meninggalkan Monica yang membatu.
"Al, kamu akan menyesal". bisik Monica.
"whatever !!"
Carter mengajak Allan untuk bersantai sejenak di cafe yang berada di depan kantor polisi, semenjak mereka pulang, baru kali ini mereka bertemu lagi. Karena kasusnya merupakan rahasia negara, jadi Allan dan Carter sama sekali tidak membahasnya di tempat umum. Kini yang mereka obrolkan hanyalah seputar kehamilan istrinya tentang Via yang mengidam pempek saat tengah malam sampai Raina yang suka menciumi baju kotor Allan.
"apa kau sudah menyiapkan nama?" tanya Allan.
"sudah, aku ingin menamainya dengan nama Jovan, Josh dan Valencia". mata Carter berbinar saat mengucap nama itu. "Jovan Alexander Carter". Imbuhnya.
"nama yang bagus, nanti anak kita akan lahir dengan jarak yang dekat, aku harap mereka bisa berteman, asal tidak berteman seperti cara kira.. hahahaha". gelak tawa Allan terasa renyah, baru kali ini dia dan Carter bisa mengobrol santai seperti ini.
"ayo pulang, Cia sudah menungguku". dua pria tadi beranjak meninggalkan cafe dengan jalan yang berbeda sesuai dengan arah rumah mereka masing-masing.
_
"Aleta cantik ya mas". kata Raina saat memperhatikan si calon kakak bermain dengan skuternya.
"iya, dia mirip denganku". kata Allan.
"seperti apa Valerie? apa dia cantik?" tanya Raina penasaran.
"ehm, iya dia cantik". jawab Allan singkat.
"apa kamu masih menyimpan fotonya?"
"ada, foto profil WhatsApp yang sejak 4 tahun lalu tidak dia ganti, apa kamu lihat?" kata Allan sembari mengambil ponsel di dalam sakunya.
__ADS_1
"kenapa kamu masih menyimpan nomornya?"
"entahlah, aku merasa tidak berhak melarang dia untuk bertemu dengan Aleta, walaupun aku takut sewaktu-waktu dia mengambil anak itu". ucap Allan dengan nada sedih.
"lalu, kalau dia datang, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Raina antusias.
"aku akan memastikan dia tidak bisa membawa Aleta kemana-mana". jawab Allan serius.
"apa mas Allan pernah mencintainya?"
"ngga rain, aku sama dia melakukan itu karena aku di beri obat oleh seseorang, sejenis obat perangsang, dan tanpa aku tau, beberapa bulan kemudian Valerie datang mengabarkan bahwa dia hamil". Allan menunduk lesu.
"siapa yang menjebak kamu mas? apa kamu tau?"
"sampai saat ini aku belum bisa menemukan orang itu rain".
"sudahlah, lupakan saja, itu cuma masa lalu mas, yang penting sekarang masa depan kita, dan anak-anak kita". Raina membelai pipi Allan.
"kamu ngga jadi penasaran sama Valerie?"
"ah, iya, mana lihat fotonya mas".
"ini". Allan mengulurkan Hpnya, terlihat wajah seorang wanita yang sangat cantik dengan kulit mulus dan bulu mata yang lentik. Raina memperhatikan dengan seksama.
"kamu lebih cantik rain". Allan memeluk pinggang Raina.
"kemana dia sekarang mas?"
"setahuku setelah meninggalkan Aleta dia pergi ke Bali, dan entah apa yang terjadi selanjutnya, aku tidak tau dan tidak mau".
"bagaimanapun dia sudah menghadirkan Aleta ke dunia ini untuk kita mas".
"iya sayang". Mereke berpelukan, Aleta menatap iri lalu menghambur di tengah mereka.
"Aleta juga mau pelukan".
-
Setelah drama kehidupan yang mereka jalani, Allan dan Carter memutuskan untuk melanjutkan bisnis mereka, bisnis yang halal tentunya.
__ADS_1
tok
tok
tok
"masuk". perintah Allan. "oh, kamu Franda, ada apa?"
"ehmm...pak, saya ingin mengajukan resign pak"
"kenapa mendadak?"
"saya akan ikut suami saya ke Amsterdam pak".
"perusahaan masih banyak masalah Nda, setidaknya Carikan aku pengganti dan ajari dia pekerjaanmu". jawab Allan dengan bijaksana.
"saya sudah memikirkannya pak, hari ini saya akan membuka lowongan untuk sekertaris yang baru".
"bagus, aku serahkan padamu nda".
"baik pak".
Beberapa orang wanita muda datang dan duduk berjejer di lobby perusahaan, semuanya ingin melamar menjadi sekertaris menggantikan Franda.
"Shelomytha Adriana". seru Franda memanggil nama dari salah satu wanita yang mengantri.
selang beberapa menit wanita itu keluar dengan wajah masam.
"Kimmy Yoshimura". panggil Franda.
Franda mewawancarai setiap orang yang datang, dan pilihannya jatuh pada seorang wanita keturunan Jepang yang bernama Kimmy.
"mulai besok datang jam 7, saya akan mengajarkan kamu tugas-tugas saya".
"baik Bu".
setelahnya Kimmy pulang dengan wajah sumringah, karena baru kali ini dia di terima kerja, biasanya orang kantor lain akan menolak karena melihat latar belakang Kimmy. Ayahnya adalah seorang pebisnis terkenal asal Jepang yang menikah dengan wni dan menetap di Indonesia akhirnya, Ronny Yoshimura namanya.
###
Haii teman-teman reader yang setia membaca MUA, maaf akhir-akhir ini update sering terbengkalai, karena author masih ada pekerjaan yang ga bisa di tinggalkan, berangkat pagi pulang petang, sampai rumah udah ngga ada mood buat update daripada update sekenanya mending istirahat dulu. hi hihi
__ADS_1
Terima kasih telah mendukung author sampai titik ini, jangan lupa like dan vote ya kakak-kakak 🌻