Mama Untuk Alleta

Mama Untuk Alleta
Bab 52 : Perubahan.


__ADS_3

Entah dari mana datangnya ide brilian Raina, tanpa pikir panjang dia langsung pergi ke salon setalah berpamitan dengan Bu Lidya, kali ini dia pergi bersama Valencia karena tadi Valencia tidak jadi ikut shopping karena bangun kesiangan.


Kedua wanita tadi sepakat untuk bertemu di salon langganan Cia, sebuah salon ternama yang sering di datangi selebgram untuk mereview produk perawatan rambutnya.


"Cia .. ". kata Raina sambil melambaikan tangan pada Valencia yang baru masuk. Cia langsung bergabung di meja cafe yang di duduki Raina.


"langsung naik aja yukk, ntar keburu sore". kata Cia.


"kamu mau perawatan apa?" tanya Raina.


"aku pengen creambath, kamu sendiri?"


"aku pengen potong rambut, biar fresh".


"fresh? sirup kali ah". kata Valencia di iringi gelak tawa mereka berdua. Raina sengaja tidak ijin pada Allan untuk memberi lelaki itu kejutan.


"aku ngga PD sama penampilanku Cia". Jawab Raina murung.


"kenapa? kamu cantik". kata Valencia.


"rambutku kusut, kulitku kusam, sekarang aku tambah kurus, cuma perutku aja yang gede".


"apa ada yang membuatmu khawatir rain?"


"ehmm, aku tadi liat sekertaris mas Allan, dia cantik".


"ahh, baiklah, ayo kita rubah penampilan kamu biar Allan ngga lirik cewek lain". ucap Valencia penuh semangat.


"oke".


Mereka berdua keluar tepat jam 5 sore Raina berganti baju dengan pilihan Valencia, dia sangat puas melihat penampilannya sendiri, kini dia tidak takut jika harus di adu dengan sekertaris suaminya itu.


"Cia, aku mau mampir ke kantor mas Allan".


"kamu ngga capek rain? mau aku temani?"


"aku sendiri aja, kamu pasti capek, hati2 dijalan ya, see you soon". kata Raina sambil melambaikan tangan pada Valencia yang baru saja masuk ke mobil. Valencia membalasnya dengan senyuman.


"pak Jaya, kira ke kantornya mas Allan ya". kata Raina setelah memastikan bahwa Allan masih di kantor.


"lagi Bu?"


"iya pak, saya mau ngajak mas Allan makan malam".


"baik Bu". jawab pak Jaya sopan.


Semua mata memandang pada Raina, sepatu boots yang dia pakai menimbulkan suara yang memekakkan telinga, dress kotak-kotak dari merk ternama pilihan Valencia tadi menunjang penampilannya menjadi lebih arogan dari biasanya, ditambah tatapan mata tajam karena efek riasan cat eye, serta rambut pendek yang terlihat berkelas, bahkan resepsionis yang berada di meja lobby pun sama sekali tidak mengenali istri bosnya yang baru saja beberapa jam yang lalu datang kemari.


"selamat sore, ada yang bisa saya bantu?" tanya Liliana.


"saya mau bertemu suami saya mbak".


"suami ibu bekerja di bagian apa?"


"saya istrinya Allan Sebastian". jawab Raina.

__ADS_1


"hah? ibu istrinya?"


"iya, saya Raina, yang tadi kesini".


"aduh, maaf buk, saya pangling, mari saya antar".


"ngga usah mbak, saya sendiri saja". Raina berjalan menjauh dari Meja lobby, senyumnya mengembang lebar, jika Liliana saja pangling berarti dia sukses merubah penampilannya.


"kalian tunggu di cafe saja sambil ngopi, nanti kalau saya selesai saya telpon". Perintah Raina pada dua bodyguard yang setia mengikutinya.


"kami antar Bu Raina sampai ruangan bapak dulu, nanti kami turun setelahnya".


"baiklah".


setelah menaiki lift dan menekan tombol angka 8, Raina terdiam melihat pantulan dirinya di dinding lift, bahkan dirinya sendiri tidak dapat mengenali wanita yang tergambar di depannya itu.


Pintu lift terbuka, Raina merasa gugup, jantungnya berdebar hebat, dia takut Allan tidak suka dengan penampilan barunya.


Dari kejauhan Raina bisa melihat Kimmy sedang duduk di mejanya, sedangkan Allan duduk di dalam ruangannya sendiri.


"selamat sore, ada yang bisa saya bantu?"


"saya mau ketemu suami saya". jawab Raina ketus.


"suami? suami anda siapa? diruangan ini hanya ada saya dan pak Allan".


"saya istrinya Allan". jawab Raina.


"istrinya pak Allan tadi sudah kesini, dan itu bukan anda". jawab Kimmy dengan nada mengejek, karena yang dia tau dari Franda, bahwa istrinya Allan adalah wanita sederhana yang anggun, berbeda dengan yang dia lihat saat ini.


"ah, sudahlah, biarkan aku masuk".


"apa apaan sih?" Raina mengibas tangan Kimmy yang masih memegangi tangannya.


"kamu siapa? aku tanya sekali lagi !"


"aku Raina Prasetya Sebastian !" Raina memberi tekanan pada nama belakangnya.


Kimmy menatap Raina dengan seksama, tidak ada kemiripan Antara Raina yang kini ada di hadapannya dengan yang tadi datang ke sana, selain perut mereka yang sama-sama buncit.


Tanpa banyak kompromi, Raina masuk ke ruangan Allan.


Allan sedikit menurunkan kaca mata bacanya, menyelidiki siapa yang kini ada di hadapannya.


"mas".


"rain?" jawab Allan setelah mendengar suara Raina.


"iya, kenapa?"


"aku hampir ngga ngenalin kamu rain, kamu cantik banget". mata Allan berbinar-binar, kini dia melihat Raina dengan penampilan yang sangat berbeda, jika boleh jujur Allan lebih suka Raina dengan penampilan seperti ini.


"apa aku terlihat aneh?"


"kamu cantik rain". Allan meyakinkan Raina.

__ADS_1


"gombal". Raina memalingkan muka, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.


"ehmm, kenapa kamu kesini lagi?"


"aku pengen makan malam sama kamu mas".


"oke, duduk disini, aku akan mandi dulu". Allan berjalan ke arah lemari gantung dan mengambil baju ganti.


tok


tok


tok


"masuk". kata Raina, karena dia tau yang mengetuk pintu adalah Kimmy.


"Bu, apa pak Allan sedang di kamar mandi?" Raina mengangguk.


"saya ingin mengatakan bahwa masih ada berkas yang harus di selesaikan".


"oh, nanti saja bilang sendiri, dia sedang mandi".


"baik Bu". Kimmy berbalik, dalam hati dia menggerutu, dia berharap Allan tidak di bawa pergi oleh Raina.


Raina masih duduk di sofa, seorang OB datang mengantar minuman.


"silahkan Bu". kata OB wanita yang berumur sekitar 20 tahun itu.


"terima kasih". Raina segera menyesap teh yang ada di hadapannya.


Allan keluar dengan rambut basah, kaos polo warna abu-abu membuatnya terlihat sangat menawan, tipe-tipe sugar Daddy incaran para ayam kampus.


"ih, keringin dulu rambutnya". Raina beranjak, menarik tissue yang ada di meja lalu mengeringkan rambut Allan pria itu duduk di meja kerjanya untuk menyeimbangkan tingginya dengan Raina.


Saat Raina masih sibuk mengeringkan rambut Allan, tangan Allan dengan sigap memeluk pinggangnya. "siapa yang mengajarimu berpenampilan seperti ini rain?"


"aku lihat di internet, kenapa?"


"bukan Valencia?" wajah Raina berubah merah, merasa malu karena kebohongannya di ketahui oleh Allan.


"iya, dia yang memberiku saran".


"tidak salah kalau kamu berteman dengannya, dia mengajarkan kamu cara membuat suami senang". kata Allan, di susul dengan tawa renyah penuh kebahagiaan.


"dia yang terbaik di bidang ini, aku belajar banyak darinya". jawab Raina jujur.


Kimmy memandang mereka dari luar dengan penuh kebencian, entah kenapa, dia merasa iri dengan kebahagiaan bosnya .


###


Nih buat yang penasaran sama perubahan penampilan Raina, author udah siapin before after-nya.



__ADS_1


Hope you guys enjoy, dan maaf baru bisa update, karena kemarin masih banyak kerjaan. Thanks buat yang selalu dukung author sampai detik ini.


i yellow you 💛


__ADS_2