Mama Untuk Alleta

Mama Untuk Alleta
Bab 51 : Cemburu.


__ADS_3

Sebulan berlalu, ini adalah hari terakhir Franda bekerja dengan Allan, setelah serah terima pekerjaan dengan Kimmy.


"pak, makasih ya pak atas kesempatannya untuk bekerja di sini, banyak pengalaman yang saya dapat dari bapak, sekali lagi makasih pak". ucap Franda sebelum pulang.


"terimakasih juga nda, kamu banyak membantu pekerjaanku, sukses di luar sana ya, see you on top". Allan menerima jabat uluran tangan Franda untuk yang terakhir.


"iya pak, mulai besok Kimmy akan menggantikan saya, dia sudah tau apa saja yang bapak suka dan bapak tidak suka selain pekerjaan kantor".


"oke, kamu yang terbaik nda".


-


"mas, siang ini aku sama mama mau ke mall, mama pengen belanja katanya". kata Raina sembari memasukkan baju bersih ke lemari.


"di kawal bodyguard kan sayang?"


"iya mas, nanti sama Cia juga".


"tapi maaf rain, hari ini aku ngga bisa nemenin kamu, soalnya ada meeting sama klien".


"ngga apa-apa mas, kan kamu kerja juga buat kita, asal ngga kerja yang aneh-aneh lagi".


Allan memeluk Raina "aku janji sayang, aku bakal jadi ayah yang baik buat anak-anak".


"aku percaya kamu mas".


"makasih rain, kamu masih mau nerima aku".


"setiap orang berhak untuk kesempatan kedua mas". kata Raina membalas pelukan Allan.


"oh, ya,malam ini mungkin aku pulang malam lagi rain, banyak berkas yang harus aku pelajari".


"iya mas, tapi jangan sampai telat makan ya".


"iya sayang".


-


Secangkir kopi tersaji rapi di meja Allan, seorang wanita cantik duduk di meja Franda, Allan meliriknya sekilas.


"selamat pagi pak". wanita itu bangkit lalu membungkuk kepada Allan.


"pagi, hari ini siapkan berkas untuk meeting dengan SF.Inc , susun rencana kerja saya untuk 3hari kedepan".


"sudah pak, semua sudah saya siapkan". Allan hanya mengangguk lalu duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


Allan masih berkutat dengan data-data di komputernya sampai dia tidak menyadari kedatangan Kimmy yang kini telah berdiri tepat di sampingnya. Meja Allan dan Kimmy memang berada di ruangan berbeda yang berbatas kaca, jadi mereka bisa saling melihat dari meja masing-masing.


"pak..". Kimmy menepuk pundak Allan.


"kamu ngapain di sini?"


"pak, saya mau mengabarkan, bahwa meeting di mulai 30 menit lagi, jadi kita harus berangkat sekarang".


"baik".


Kedua manusia tadi berjalan beriringan, tidak seperti Franda, dia selalu berjalan selangkah di belakang Allan. Tapi Allan tidak mempermasalahkan hal ini, baginya hanya berjalan saja tidak berpengaruh apa-apa untuknya, yang penting adalah kinerja bawahannya.


"di sebelah sini pak". Kimmy mengarahkan Allan ke sebuah lorong panjang di restauran Jepang yang dia pesan bersama Franda 2hari lalu.


Kimmy menyiapkan tempat duduk Allan, dia sangat cekatan dalam bekerja, seorang wanita masuk ke ruangan dan langsung menyiapkan teh hijau di meja.


Beberapa menit berlalu, seorang pria masuk ke ruangan tadi bersama seorang wanita juga.


"selamat pagi pak Allan". Sapa sang Presdir SF.Inc.


"selamat pagi pak Hudson, silahkan duduk".


"terima kasih".


-


Pukul 2 siang setelah membeli semua keperluan dengan Bu Lidya, Raina memutuskan untuk mengunjungi kantor Allan yang jaraknya hanya sekitar 3 km dari mall yang dia datangi.


"hati-hati ya rain, apa kamu ngga repot bawa Aleta?"


"ngga ma, Aleta kan jalan sendiri".


"kalau begitu mama pulang duluan, kamu jangan capek-capek ya sayang".


"baik ma".


Raina diantar oleh pak jaya dan dua orang bodyguard, sedangkan Bu Lidya pulang naik taxi di ikuti 2 bodyguard lainnya.


Sementara Allan masih sibuk dengan pekerjaannya, dia mempelajari data selama satu tahun ini untuk menemukan kejanggalan yang terjadi di perusahaannya akhir-akhir ini, mulai dari keuangan hingga kerja sama dengan perusahaan lain. karena banyaknya alat berat yang rusak hingga menyebabkan kerugian yang cukup besar.


"Kimmy, tolong ambilkan data keuangan bulan Desember di rak belakang saya". Kimmy segera bangkit dan mencari berkas yang Allan mau.


Aawwwww


Pekik Kimmy, Allan yang terkejut langsung memutar kursinya ke arah suara. Kimmy yang hampir jatuh karena sepatu hak tingginya kini telah mendarat di pangkuan Allan. Dia tidak segera bangkit, entah kenapa, dia sangat menikmatinya.

__ADS_1


"mas..".


Ucap Raina yang sudah ada di dalam ruangan Allan.


"Tante ini siapa? kenapa duduk di pangku papa?" Aleta berjalan mendekati dua orang tadi, dan langsung menarik tangan Kimmy, menjauh dari papanya.


"sa..saya permisi dulu". Kimmy menyadari kehadirannya tidak di inginkan oleh istri bosnya.


"ehm, aku bawakan makanan buat mas Allan". Raina meletakkan satu bungkus makanan di meja Allan.


"terima kasih rain, dia tadi hampir ja..".


"ayo sayang kita pulang, papa harus kerja lagi". kata Raina sambil mengulurkan tangan pada Aleta. Air mukanya keruh, matanya berkaca-kaca.


"papa ngga boleh kaya gitu lagi ya sama Tante itu, nanti mama sedih".Aleta memberi Allan peringatan sambil mengacungkan jarinya di depan sang papa.


"iya sayang".


"kamu udah mau pulang rain?, kamu baru datang".


"aku ngga mau ganggu kesibukan kamu mas, aku cuma mau nganter makanan, apa lagi nanti kamu mau lembur".


"aku akan pulang awal malam ini".


"terserah". jawab Raina ketus, lalu pergi begitu saja meninggalkan Allan.


Sebelum berlalu, dia melirik sedikit ke arah Kimmy, wanita itu membungkuk hormat pada Raina dan Aleta yang sedang melewatinya.


Dalam perjalanan pulang, handphone Raina tidak berganti bergetar, Allan mengirimnya belasan pesan yang berisi tentang penjelasan atas kejadian tadi. Aleta tertidur dengan kepala di pangkuan Raina.


"pak, tolong angkatin Aleta ya, saya udah ngga kuat". kata Raina sambil mengusap perutnya


"baik Bu".


Raina berjalan gontai menaiki tangga, setelah sampai di kamar dia langsung mandi dan berganti pakaian, pantulan cermin memperlihatkan seorang wanita dengan tubuh kurus dan perut membuncit, bahkan urat-urat wajahnya terlihat di balik kulit putihnya. Tidak ada yang menarik, jika dibandingkan dengan sekertaris suaminya, wanita cantik dengan tubuh proporsional, kulit putih, berpendidikan tinggi.


Entah apa yang membuatnya membandingkan dirinya sendiri dengan Kimmy, yang dia tau, kini dadanya terasa sesak, melihat suaminya bersentuhan dengan wanita lain.


Semakin dia melihat penampilannya di depan cermin, semakin dia merasa cemburu, akankah Allan berpaling karena dia kalah cantik dari sekertaris itu.


Air matanya jatuh menganak sungai, dia berusaha mengalihkan perhatian dengan menyisir rambut panjangnya, namun yang terjadi sebaliknya, rambutnya yang kusut, tipis dan rontok dimana-mana membuatnya kembali membandingkan penampilannya dengan Kimmy yang begitu cantik dengan rambut sebahu yang terlihat berkelas.



KIMMY YOSHIMURA

__ADS_1


__ADS_2