
Tepat pukul 10 malam, Raina terbangun ketika mendengar derit pintu kamarnya yang di buka oleh Allan, dia tidak merubah posisi, membiarkan Allan mengira bahwa di sudah tidur.
Derap langkah kaki Allan terdengar mendekat, lalu kecupan kecil mendarat di dahi Raina, disusul dengan belaian lembut di perutnya.
"sayang, papa pulang". katanya sambil mencium perut Raina.
Raina sedikit beringsut, hatinya terasa sesak, cemburu yang selama ini dia rasakan ternyata bukan tidak berdasar, Kimmy mungkin sengaja masuk ke perusahaan karena ingin mendekati Allan, atau dia tidak sengaja mengetahui bosnya adalah rekan papanya lalu melancarkan aksi PDKT-nya kepada Allan.
"sayang.. ". ucap Allan sambil menciumi setiap bagian wajah Raina, entah kenapa hari ini dia sangat merindukan istrinya tersebut.
"ehm.. kamu sudah pulang mas? ini jam berapa?" kata Raina sambil membentangkan tangan, meregangkan otot tubuhnya.
"jam 10, aku kangen kamu rain".
"ini kan udah ketemu". kata Raina, senyum cerah terbit di bibirnya, dia tidak ingin Allan tau bahwa dia sedang menyelidiki suaminya.
Raina bangkit, berniat untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Allan, tapi pria itu mencegahnya, karena dia merasa kasihan kepada sang istri.
"kamu mau makan mas?" tanya Raina.
"aku pengen seblak rain, malam-malam gini cari di mana ya?"
"lhoh, kok seblak?" alis Raina bertautan, heran.
"pengen aja, kayaknya aku ngidam".
"ya udah, abis ini aku bikinin ya, bahannya ada kok di kulkas". Raina mengambil kuncir rambutnya yang ada di atas meja, Allan segera mendahuluinya, dengan penuh kasih sayang Allan menyugar rambut pendek Raina, lalu mengikatnya sebisanya. Raina tersenyum, perhatian kecil ini membuat hatinya menghangat, meski beberapa menit yang lalu sempat sesak.
"aku mandi dulu ya, nanti abis itu kita turun bikin seblak". Kata Allan, Raina hanya mengacungkan ibu jarinya.
Ketika Allan masuk ke kamar mandi, Raina meraih ponsel milik suaminya, dia membuka pesan di aplikasi WhatsApp, ada nama Kimmy disana, pesan yang di kirim 2 hari yang lalu, berisi tentang pekerjaan. Raina segera mengembalikan ponsel suaminya di tempat semula.
Allan keluar kamar mandi dengan bersenandung ria, Raina merasa janggal dengan apa yang suaminya lakukan, tidak biasanya.
"kenapa bahagia sekali, apa karena tadi golf sama cewek cantik?" kata Raina, langsung menembak tepat sasaran. Awalnya dia tidak ingin buka mulut, tapi rasanya ada yang mengganjal, dan dia tidak terbiasa menyembunyikan sesuatu dari suaminya.
"ah, Kimmy, aku juga baru tau kalau dia anaknya pak Leo". kata Allan.
__ADS_1
"siapa bilang yang aku maksud adalah dia? ahh.. kamu setuju kalau dia cantik?" Raina merajuk.
"kamu lebih cantik". Allan tidak menyadari perubahan ekspresi Raina. "darimana kamu tau kalau Kimmy ikut?" lanjutnya.
Raina segera mengambil ponselnya dan membuka galeri,memperlihatkan sebuah gambar tangkapan layar berupa story' Kimmy tadi siang.
"ini yang di tutup pakai tanda hati kamu kan? trus kenapa caption-nya 'masa depan', jangan-jangan kamu mau jadi masa depannya dia?" kata Raina dengan nada sindiran yang mematikan lawan.
Kening Allan mengkerut, tampak pria itu sedang berfikir keras. "aku tidak tau rain, bahkan aku tidak mengikuti Instagram nya, aku ngga ada apa-apa sama dia rain".
"aku benci merasakan cemburu mas, rasanya sesak, aku ngga tau apa tujuan dia masuk ke kantormu, tapi yang pasti niatnya tidak baik".
"aku juga heran setelah tau bahwa dia anaknya pak Leo".
"mungkin kecurigaan ku selama ini ada benarnya, dia sengaja mau dekat sama kamu, mulai dari dia duduk di pangkuan kamu waktu aku datang, lalu menahan kamu biar kamu ngga pergi sama aku, dan kemarin dia sengaja membawa berkas yang salah buat ngulur waktu biar kamu ngga nganter aku ke dokter padahal sebelumnya aku udah telfon dia, aku jelasin kalau aku mau jadwal kamu di kosongkan untuk nganter aku, tapi apa?" Raina menghela nafas, setelah kalimat panjang itu dia lontarkan tanpa spasi.
"apa aku harus memecatnya rain?"
"tapi bagaimana dengan kerja sama dengan pak Leo kalau kamu tiba-tiba memecat anaknya?"
"tapi tindakan dia hari ini keterlaluan mas, dia menyebut kamu sebagai masa depannya". Raina mulai terisak.
"sstt, sudah, aku tidak tertarik dengan dia, aku tau rain, kamu merubah penampilan juga karena cemburu padanya kan?" kata Allan dengan senyum lebar mengembang di wajahnya, dia senang jika istrinya cemburu, berarti dia benar-benar mencintai Allan.
BUGG
Raina memukul dada Allan, dia malu, tapi itulah kenyataanya.
"ayo turun, katanya mau bikin seblak?" Raina bangkit, Allan mengekor di belakangnya.
-
Pagi ini Allan membawa serta Raina ke kantor, wanita itu duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Allan, sebuah kotak persegi berisi salad buah berada di pangkuannya, sedangkan Allan sedang meeting dengan client di ruang sebelah. Kali ini Allan tidak membawa serta Kimmy, pria itu hanya di temani Teddy assisten pribadinya.
Sesekali Raina melirik ke arah Kimmy, wanita itu beberapa kali berdecak, mengetuk-ngetuk meja dengan bolpoin yang di pegang, lalu menjambak rambutnya sendiri, terkadang dia balik melirik istri bosnya. Sedangkan Raina berakting tidak tau apa-apa, hanya sibuk mengunyah potongan buah.
"cih, buat apa sih pak Allan bawa wanita itu ke kantor, bikin aku ngga bisa deket-deket sama dia aja". gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Karena merasa bosan, Kimmy berjalan masuk ke ruangan Allan, berbasa-basi dengan Raina.
"ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya Kimmy.
"ah, ngga, terima kasih". kata Raina.
"mungkin ibu butuh sesuatu".
"ngga, kalau kamu ngga ada kerjaan, boleh kita ngobrol?"
"ah iya Bu, kerjaan saya sudah selesai".
"duduk". perintah Raina.
"baik Bu". jawab Kimmy canggung.
"kamu anaknya pak Leo ya? kenapa mau kerja? bukannya lebih mudah meneruskan perusahaan papa kamu?" kata Raina sembari memasukkan potongan mangga ke mulutnya.
"saya ingin mencari pengalaman Bu, pengalaman kan ngga di dapetin Ki sekolahan, saya pengen pengalaman di lapangan". kata Kimmy.
"ngga usah panggil saya ibu, panggil aja Raina, kayaknya kita seumuran".
"kamu punya pacar?"
"sa-saya, baru putus 3 bulan lalu dengan pacar saya, kami ngga bisa LDR".
"oh, lalu yang kemarin kamu sebut masa depan di story Instagram itu siapa?" sindir Raina.
"ma-maaf Bu, saya cuma pengen manas-manasin mantan saya, jadi saya tanpa pikir panjang post foto itu".
"oh, oke, kali ini saya maklumi, tapi lain kali ngga ada toleransi, saya ngga suka kamu main-main sama mas Allan". kata Raina tegas.
"maaf Bu". Kimmy menunduk, tapi dalam hatinya tidak seperti yang terlihat.
'dasar gembel, berani-beraninya dia ngancam aku, dia pikir dia siapa, dia ngga tau kalau Kimmy Yoshimura semakin di larang semakin tertantang'. Kata Kimmy dalam hati.
Sedangkan Raina melihat sudut bibir Kimmy yang bergetar, menandakan bahwa gadis itu sedang berpura-pura menyesal.
__ADS_1