Mama Untuk Alleta

Mama Untuk Alleta
Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!


__ADS_3

"rain.. kemarilah". kata Allan sembari menepuk sofa di sebelahnya. Raina sudah paham dengan maksud Allan, dia langsung duduk dan menghadap pada suaminya.


" apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku rain?"


"apa? aku nggak menyembunyikan apapun". ucap Raina.


"kamu yakin?" Allan membawa Raina ke dalam pelukannya setelah memastikan Ali tidur nyenyak di boxnya.


"seharusnya aku yang bertanya". ucap Raina sambil menatap dalam-dalam ke manik mata suaminya.


"apa?"


"kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Raina balik.


"kenapa kamu tidak bertanya dari kemarin, kenapa harus ada drama mengundang pak Leo dan keluarganya?" Allan mencubit gemas pipi Raina.


"maksud mas Allan?"


"kemarin, aku melihat pesan dari Kimmy yang berisi kata "oke", dan pesan itu sudah di baca, tapi bukan aku yang membukanya, berarti kamu? lalu tiba-tiba kamu mengundang mereka makan malam disini, apa kamu curiga padaku rain?" Raina begitu terkejut mendapat pertanyaan yang menyudutkan itu dari suaminya.


"apa yang akan mas Allan lakukan saat menemukan pesan mencurigakan di ponselku?"


"aku akan menanyaimu". Allan begitu tenang, membuat Raina tersulit emosi.


"itu karena kamu tidak di posisiku mas". Raina memalingkan wajahnya dari Allan.


"rain, lihat aku". Allan menarik dagu istrinya agar mata mereka bertemu. Raina hanya terdiam, menatap lekat paras yang selama ini dia cintai.


"iya, aku cemburu, aku marah, aku ingin sekali menjambak rambutnya yang lepek itu, aku ingin menampar wajahnya, aku ingin memasang kacamata kuda biar dia ngga liatin kamu terus". Allan hanya tersenyum, istrinya begitu menggemaskan ketika sedang marah.


"apa lagi?"


"mas Allan ngga tau, mas Allan ngga pernah cemburu makanya ngga tau perasaanku". gerutu Raina.


"aku pernah cemburu". jawab Allan enteng.


"tapi bukan sama aku". Raina memalingkan wajahnya lagi, Allan mendekap istrinya yang sedang merajuk.


"aku pernah cemburu pada Johan, kamu saja yang tidak tau".


"kak Jo?" Raina terperanjat mendengar pengakuan Allan.


"stop, jangan memanggilnya seperti itu lagi, aku tidak suka".


"kenapa? kak Jo adalah orang yang baik, tidak seperti mas Allan yang jahat bawa cewek pulang kerumah padahal udah nikah".


"rain, jangan membahas itu lagi, aku sudah jelaskan". jawab Allan lirih.

__ADS_1


"aku sudah cukup menerima kamu dengan segala tindakan bodohmu yang menyakitiku mas, tapi tolong, untuk kali ini saja, jangan biarkan aku sakit lagi, karena sekarang aku punya Ali dan Aleta, jadi aku sudah tidak takut kehilangan apapun kecuali dia, termasuk kamu ". Raina menatap Allan dengan tatapan penuh harapan.


"apa maksudmu rain?"


"aku akan mendapat hak asuh Ali 100%, dan hak asuh Aleta ada di tangan mama, jadi, kalau kamu berbuat macam-macam lagi, aku tidak akan segan untuk melepas kamu". kali ini Raina bicara dengan nada rendah namun penuh penekanan, Allan terdiam, menelisik setiap inci wajah istrinya yang terlihat begitu.


"aku menyesal atas apa yang ku perbuat, tapi kali ini aku dan Kimmy tidak ada apa-apa, bahkan aku telah menegurnya soal pesan yang kamu baca, dia meminta maaf dan mengatakan bahwa itu salah kirim, percayalah". Allan menggenggam erat tangan Raina, lalu meletakkannya tepat di depan dada bidangnya.


"pecat dia, atau aku bilang pada pak Leo bahwa dia berusaha merusak rumah tangga kita".


"oke, besok pagi aku akan memecatnya jika itu memang keinginanmu rain, aku tidak perduli berapa kerugian yang akan aku terima jika pak Leo membatalkan kontrak kerjasama antara perusahaan kami, yang penting keluarga kita baik-baik saja".


"oke ".


Tepat ketika sepasang suami istri tadi berhenti berdebat handphone Allan berbunyi.


"pak Leo". ucap Allan.


"angkat..". perintah Raina. Lalu Allan menggeser tanda hijau di layar ponselnya.


A : "Halo"


L : "halo"


A : "ada yang bisa saya bantu pak?"


A : "memangnya ada apa pak?"


L : "saya merasa putri saya memiliki niat buruk kepada rumah tangga kamu dan istrimu"


A : "maksud bapak apa?"


L : "singkatnya, saya ingin kamu memecat Kimmy besok pagi, karena jika saya yang melarang dia bekerja di perusahaan kamu, dia akan menolaknya".


A : "apa bapak serius?"


L : "saya serius, dan ini tidak ada hubungannya dengan masalah kontrak kita, lain kali akan saya ceritakan lebih detailnya"


A : "baik pak, akan saya lakukan permintaan bapak".


L : "saya tidak ingin anak saya menjadi wanita murahan yang mengganggu rumah tangga orang, setelah ini saya akan mengirim dia ke Jepang lagi"


A : "iya pak, semoga Kimmy mendapatkan jodoh terbaik untuknya".


L : "terimakasih Al"


Raina bersorak dalam hati, karena tadi dia mendengar percakapan Allan dan pak Leo dengan telinganya sendiri.

__ADS_1


Allan memandang wajah istrinya untuk yang ke sekian kali, rasa sesak yang tadi dia rasakan seolah sirna ketika mendengar permintaan pak Leo yang sama persis dengan permintaan istrinya, Allan mendapatkan pertolongan tepat waktu, pertolongan dari Tuhan yang selama ini telah dia lupakan dan dia tinggalkan demi hal-hal buruk yang di larang.


"apa kamu bahagia, kenapa senyummu terlihat menakutkan rain?"


"apa senyum cantikku maksudmu?" Raina mengedip-ngedipkan matanya dengan genit, Allan semakin gemas dengan tingkah istrinya.


"Ali sudah tiga bulan, sudah waktunya kita buatkan dia adik". kata Allan dengan kedipan mata.


"Hei.. rasa sakit ku belum hilang saudara Allan Sebastian". Raina membelalakkan matanya, menatap tajam pada Allan.


-


Sementara di kediaman Leo Yoshimura, Kimmy sedang duduk di taman belakang rumahnya dengan ditemani Bu Sisil ibunya, gadis itu menangis ketika mendengar ayahnya akan menghukumnya jika dia ketahuan menjadi wanita yang merebut suami orang.


"sudahlah". kata Bu Sisil.


"apa aku salah jatuh cinta pada Allan?"


"kamu tidak salah, hanya waktunya saja yang salah, mama tidak ingin kamu menjadi bodoh hanya karena pria beranak dua". kata Bu Sisil.


"aku sangat mengagumi dia, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan dia ma, aku tidak perduli dengan ancaman papa". kata Kimmy dengan tangis yang semakin menjadi-jadi.


"diamlah, nanti kalau papamu dengar kita berdua bisa mendapatkan masalah".


"papa hanya memikirkan gengsinya, tidak pernah sekalipun memikirkan perasaanku". Kimmy membuang muka, menghindari tatapan mamanya.


"apa kamu tidak malu menjadi wanita perusak rumah tangga orang? kamu cantik, kaya dan memiliki segalanya"


"tapi aku tidak memiliki Allan". Kimmy semaking meraung-raung.


"apa istimewanya dia?" Bu Sisil mengusap wajahnya karena lelah menghadapi anak gadisnya yang sedang merajuk.


"dia berbeda, dia memiliki anak, aku ingin menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki anak, jadi aku tidak usah susah-susah mengandung dan melahirkan anaknya".


"astaga, otakmu terbuat dari apa? kenapa pikiranmu semengerikan itu?" kata Bu Sisil yang berhasil membuat Kimmy berhenti dari tangisnya sejenak.


"maksud mama?"


"hamil dan melahirkan itu sebuah anugerah, setiap wanita ingin merasakan itu".


"tapi tidak denganku".ketus Kimmy.


"besok mama jadwalkan kamu bertemu Faza, sepertinya kamu butuh konsultasi". Faza adalah keponakan Bu Sisil yang berprofesi sebagai psikiater.


"aku tidak gila..!!" teriak Kimmy.


"tapi kamu sinting". kata Bu Sisil lalu pergi meninggalkan anak gadisnya.

__ADS_1


__ADS_2