Mama Untuk Alleta

Mama Untuk Alleta
Bab 59 : oke?


__ADS_3

Semua mata tertuju pada Raina, aura mencekam memancar dari sorot matanya yang terlihat dingin. Bahkan karyawan yang berpapasan hanya membungkuk lalu menunduk tanpa berani menyapanya.


Berjalan ke arah ruangan Allan di ikuti dengan dua orang bodyguard, Raina menegakkan kepalanya, dia tidak ingin terlihat lemah oleh siapapun, bukan karena gila hormat, tapi Raina tidak ingin ada orang yang memandangnya sebelah mata. Meski pendidikannya rendah dan berasal dari kalangan bawah, tapi Raina adalah anak angkat pak William yang sah secara hukum hingga nama Sebastian juga tersemat di belakang namanya, sebelum menikah dengan Allan.


Kimmy sedang duduk di meja kerjanya, senyum merekah penuh kebahagiaan terlihat jelas di depan mata Raina, Allan duduk di dalam ruangan miliknya yang mirip akuarium jika di lihat dari luar, pantas saja Kimmy betah duduk di meja kerjanya, ternyata ada ikan hias yang cantik di dalam akuarium besar di depannya.


"selamat pagi Bu". sapa Kimmy sembari membenarkan rok span pendeknya.


"apa kamu tidak punya pakaian yang lebih sopan? itu terlalu pendek, saya tidak suka". kata Raina. Lalu pergi begitu saja membuka pintu ruang kerja Allan.


"sayang, tumben kamu mampir". Allan terperanjat melihat Raina ada di depannya.


"ehm, aku bosan, pengen makan siang sama kamu mas". Raina berakting seolah tidak ada yang mengganggu pikirannya.


"oke, duduklah dulu, nanti setengah jam lagi kita makan siang". Allan menutup laptopnya dan beralih ke berkas yang ada di meja. "kenapa ngga bawa anak-anak rain?"


"Ali masih kecil mas, aku tidak bisa membawanya sendiri, Aleta masih les balet".


"oh, kamu dari mana atau mau kemana?" tanya Allan tanpa melihat istrinya.


"mau kesini, aku hanya ingin bertemu kamu".


Allan menurunkan kacamatanya, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut isterinya.


"kenapa?" tanya Raina.


"apa ada yang mengganggu pikiranmu, terakhir kali kamu kesini karena kamu cemburu dengan Kimmy".


"tidak, aku tidak lagi cemburu, kalau kamu mau pergi saja dengan dia, toh aset perusahaan sudah atas nama Aleta dan Ali". ketus Raina.


"jadi benar karena Kimmy? ada apa lagi?" Allan menarik senyum di bibirnya, menyadari bahwa istri cantiknya tengah merajuk.


"kemana mas Allan kemarin?"


"aku meeting dengan client di sky hotel".


"lalu?"


"makan siang dengan Kimmy". jawab Allan tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


"baguslah kalau kamu mengakui".


"ada apa? kami hanya makan siang, karena meeting selesai pukul 11.25".


"apa yang kalian bicarakan sampai Kimmy tertawa bahagia sekali?" Raina memalingkan wajahnya, memandang ke luar jendela.


"siapa yang memberitahumu rain?"


"tidak penting". Raina tidak menjawab.


"rain, aku ingin sekali memecat dia, tapi pak Leo memintaku untuk membiarkan dia bekerja di sini, kamu tau kan, pak Leo adalah client yang memberi kita kontrak besar?" Raina diam, entah apa yang membuatnya sakit.


"aku pulang saja mas, aku lelah". kata Raina.


"kita makan siang dulu rain, aku minta maaf, aku tidak jujur sejak awal".


"sudahlah, mungkin aku yang terlalu sensitif". kata Raina.


"ayo kita keluar". Allan menarik tangan Raina, membawanya keluar untuk makan siang.


Kimmy memandang mereka dengan tatapan penuh kebencian, terutama pada Raina, sudah beberapa hari Allan selalu makan siang bersamanya, tapi kali ini Raina datang dan merusak rencananya.


-


"ada apa?"


"entahlah Cia".


"mama akan bicara dengan Allan nanti malam". Bu Lidya terlihat tidak sabar menghadapi anaknya.


"tidak usah ma, nanti Raina sendiri yang akan bicara dengan mas Allan".


"baiklah, jangan berlarut-larut, ingat Ali dan Aleta, mama tidak mau mereka menjadi korban Allan".


"iya ma".


Selanjutnya mereka bercengkrama dengan dua bayi gembul yang sedang bertumbuh itu sembari menunggu Carter menjemput.


Raina dan Valencia bertukar cerita tentang anak mereka, mulai dari cara menyusu hingga kebiasaan mereka bangun di tengah malam, dan keduanya memiliki kebiasaan yang hampir sama.

__ADS_1


"Cia, apa saku terlalu egois kalau aku ingin mas Allan hanya melihatku saja?" tanya Raina setelah Bu Lidya pergi.


"tidak rain, seperti kita yang hanya memandang ke satu arah, seharusnya mereka melakukan hal yang sama".


"aku merasa mas Allan tidak menunjukkan ketertarikan pada Kimmy, tapi kenapa aku melihat sesuatu yang aneh pada Kimmy". keresahan Raina bukan tanpa alasan, tadi ketika Raina memperhatikan Kimmy, gadis itu melihat Allan dengan tatapan penuh cinta, seolah matanya tak ingin lepas dari Allan.


"mungkin Kimmy mencintai Allan, tapi Allan tidak merespon rain".


"aku takut mas Allan menyembunyikan sesuatu, karena dari dulu dia pandai sekali menyembunyikan apapun dariku".


"kaku harus segera menyelesaikan ini, jangan sampai itu membuat kamu dan Allan renggang, jauhkan Kimmy dari hidupmu segera, buat dia pergi dengan sendirinya". kata Valencia.


"caranya?"


"pikirkan dengan baik-baik rain, kamu sendiri yang tau jawabannya".


-


Semalaman Raina tidak bisa tidur, selain karena Ali bangun tengah malam, dia juga sedang sibuk memikirkan cara agar Kimmy pergi dari hidupnya.


Handphone Allan bergetar, namun sang pemilik telah berselancar di alam mimpi.


Dengan tangan gemetar Raina mengambil handphone Allan di atas nakas, menggeser layarnya untuk membuka kunci.


Satu pesan dari Kimmy.


'oke'


Hanya oke?


Raina menegang, wajahnya terasa panas ketika menyadari kenyataan bahwa tadi Allan dan Kimmy berkirim pesan, namun Allan menghapus seluruh pesan, terlihat dari chat yang di kirim Kimmy adalah chat satu-satunya yang ada di kontak tersebut.


Apa yang mereka bicarakan hingga Kimmy membalas dengan "oke"? Raina menahan air matanya, dia tidak ingin menangis di hadapan Ali, bayi gendut itu sedang menatapnya penuh pengharapan untuk memberinya kehidupan melalui air susunya.


Dengan penuh keyakinan bRaina mengirim pesan balasan berupa emoji hati kepada Kimmy, tak berselang lama Kimmy membalasnya dengan gambar bendera putih, tanda dia menyerah. Entah apa artinya, Raina semakin gundah.


Hingga pagi menjelang Raina sama sekali tidak memejamkan mata, dia terus memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan untuk mengusir Kimmy dari hidupnya, hingga akhirnya dia memiliki satu ide gila yang timbul begitu saja.


Allan mengerjap ketika mendengar Ali menangis pukul 4 pagi, Raina masih duduk di sofa sembari menyusui anaknya, Allan bangun dan segera mendekat, mencium Raina lalu beralih pada Ali.

__ADS_1


"hai sayang, kenapa kamu bangun pagi-pagi sekali?" tanya Allan pada Ali, yang tentu saja tidak akan ada jawaban. Raina hanya pura-pura berbicara pada Ali, meminta anaknya agar menyusu yang banyak, agar cepat besar.


__ADS_2