Mama Untuk Alleta

Mama Untuk Alleta
Bab 53 : Jatuh cinta lagi.


__ADS_3

Allan masih terus memandangi Raina, merasa takjub dengan perubahan istrinya, wajahnya terlihat segar, tidak seperti biasanya.


"kamu kok liatin aku terus sih mas, kan aku malu".


"aku, jatuh cinta lagi sama kamu rain". kata Allan sambil terkekeh.


"kenapa? apa karena biasanya aku terlihat jelek?"


"bukan, aku merasa jatuh cinta karena kamu berani mengambil sebuah langkah perubahan, kamu selalu membuat aku terkejut rain". ucap Allan sembari membelai puncak kepala istrinya.


Raina mengait lengan suaminya, mereka berjala. keluar ruangan Allan dengan senyum tersungging di bibir masing-masing.


"pak, maaf, ada berkas yang harus di cek dan di tanda tangani". kata Kimmy, mencoba menahan kepergian Allan.


"taruh di meja dalam, nanti asisten saya yang akan mengeceknya".


"tapi ini urgent pak". jawab Kimmy lagi.


"baiklah, bawa kemari, akan saya bawa pulang".


"ngga bisa pak, harus sekarang juga". Kimmy memasang wajah panik.


"tidak ada yang urgent di kantor saya, semua proyek di atur 3 bulan sebelum di kerjakan". Allan mendengus kesal, lalu menarik tangan Raina untuk pergi.


Kimmy mencebik, kenapa bosnya bisa begitu dingin padanya, padahal dia terlihat romantis ketika bersama Raina.


-


BRAKKKK


Suara pintu kamar yang di tutup dengan keras oleh pemiliknya. Kimmy menghempaskan tubuhnya di ranjang besar setelah melemparkan tas branded miliknya.


"Kimmy, kebiasaan .. !" ucap Bu Sisil kepada anak gadisnya.


"mama, Kimmy lagi capek".


"salah sendiri, mama kan nyuruh kamu ambil s2 aja di Jepang, kamu ngga nurut sih, malah kerja ngga jelas".


"Kimmy pengen punya pengalaman biar nanti pas nerusin perusahaan papa udah ada pegangan". Kimmy tampak enggan menanggapi ocehan sang mama.


"terserahlah, kamu memang sama keras kepalanya kaya papamu. Lagian berapa sih gajinya? sampai kamu mau kerja di sana?"


"gajinya lumayan, bisa buat jajan, tapi bosnya ganteng ma". Kimmy berubah menjadi bersemangat.


"ganteng? kaya apa?" Bu Sisil tak kalah antusias.


"ehm, ini aku ada fotonya, ganteng banget". gadis itu membuka galeri, lalu menyerahkan benda pipih itu kepada mamanya.


"lhoh, ini kan anaknya pak William?".


"mama kenal?" jawab Kimmy dengan mata berbinar.

__ADS_1


"kenal lah, dulu mama sering ikut papa golf sama mereka,salah sendiri kamu ngga pernah mau ikut, tapi dia udah nikah lhoh, mama juga datang". jawab Bu Sisil.


"iya, istrinya lagi hamil".


"ahh.. kamu ngga tau ya, itu kan sebenarnya anak angkatnya pak William, trus di nikahin sama Allan". dengan nada khas orang gibah, Bu Sisil membisikkan hal itu pada anak gadisnya.


"anak angkat?"


"iya, jadi dulu dia itu orang miskin, nyelametin pak William, trus di angkat jadi anak, trus entah gimana mereka akhirnya nikah". Bu Sisil tampak memandang sebelah mata pada Raina. "paling di jampe-jampe tuh si Allan".


"hari gini, masih musim jampe-jampe?" Kimmy melengos.


"masihlah, dia kan dari kampung".


"ehm, papa sekarang ngga pernah main golf lagi sama pak William?"


"pak William kan sekarang tinggal di Malang kalo ngga salah".


"ohh..".


Obrolan ibu dan anak itu berlanjut, Bu Sisil memang pernah berencana mengenalkan Kimmy dengan Allan, dulu. sebelum tau bahwa Allan telah memiliki Aleta. Ditambah pak Leo Yoshimura sebagai ayahnya Kimmy menolak tegas gagasan istrinya tersebut.


-


Bu Lidya tertegun, melihat Allan dari kejauhan yang sedang menggandeng seorang wanita berjalan memasuki halaman rumahnya, Lampu taman yang memancarkan cahaya temaram membuat dua manusia yang sedang bercanda itu terlihat mesra, Bu Lidya memegang dadanya yang bergemuruh, rasa panas dan sesak mendadak menghampirinya.


"berani-beraninya dia membawa wanita lain pulang". kepalan tangannya begitu erat hingga buku jarinya memutih.


"ya?" jawab Allan singkat. Lalu Bu Lidya memberi isyarat agar anak semata wayangnya itu untuk mendekat.


Allan dan Raina berjalan menuju ke Bu Lidya, wanita paruh baya itu melengos kesal, membelakangi dua insan yang akan segera dia hakimi.


"kenapa ma?"


"mama membesarkan kamu bukan untuk menjadi bajing*n". Bu Lidya enggan menatap anaknya. Malam yang sunyi menyebabkan suasana berubah mencekam.


"maksud mama?" Allan mengernyitkan dahi.


"bawa jauh-jauh wanita itu, jangan pernah bawa wanita lain lagi kerumah ini, mama tidak sudi, hanya Raina menantu mama, dan dia sedang hamil, apa kamu tidak punya otak?". seru nafas Bu Lidya mengisyaratkan bahwa beliau begitu marah kepada Allan.


Allan tergelak, Bu Lidya berbalik, Raina segera memeluknya.


"mama, ini Raina".


"rain?" Bu Lidya melepas pelukan Raina, menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki, memastikan bahwa itu benar-benar anak perempuannya.


"dia Raina ma, mama pangling?" air mata Allan mengalir di sudut matanya, karena terlalu banyak tertawa.


"mama kira bajing*n tengik ini membawa wanita lain rain, mama hampir jantungan".


"astaga mama". kata Allan sambil menepuk jidatnya.

__ADS_1


"ayo masuk, udara malam tidak baik untuk ibu hamil". tangan Bu Lidya merangkul pundak Raina, wajahnya bersemu merah, dia sangat malu karena telah menuduh Allan yang tidak-tidak.


"apa Aleta sudah tidur ma?"


"belum rain, dia belajar sama papa".


"aku sama Raina naik dulu ya ma, dia pasti capek seharian jalan-jalan". Allan mengambil alih istrinya dari sang mama.


"iya".


Di dalam kamar, Allan kembali menatap Raina yang sedang melepaskan sepatu boots nya.


"mas bantuin, aku ngga bisa". kata Raina, setelah beberapa saat mencoba membungkuk tapi terhalang perutnya sendiri.


Allan segera mendekat, lalu berjongkok untuk melepas sepatu istrinya.


"terima kasih". ucap Raina saat sepatu itu berhasil lepas dari kakinya.


"kamu lelah rain?"


"sedikit".


Dengan sigap Allan mengambil pakaian Raina yang ada di dalam lemari, memberikannya kepada sang istri, Raina segera masuk ke kamar mandi.


-


"papa.." ucap Kimmy pada pak Leo di meja makan.


"kenapa sayang?"


"papa kenal Allan?"


"Allan Sebastian?"


"iya, papa kenal?" tanya Kimmy bersemangat.


"kenal kenapa? dia sudah punya istri, jangan macam-macam". kata pak leo tegas.


"Kimmy kan kerja di perusahaan dia pa, jadi sekertaris pribadinya".


"oh, kerja yang baik, papa malu kalau sampai kamu membuat masalah". pak Leo memperingatkan anak gadisnya.


"katanya dulu papa sering main golf sama dia? kenapa sekarang ngga pernah?"


"di sibuk akhir-akhir ini, apa lagi pak William sekarang di Malang".


"iya sih, perusahaan kemarin juga lagi ada masalah, gara-gara alat beratnya di rusak warga".


"wah, papa baru dengar, selama ini papa kira perusahaan itu baik-baik saja". pak Leo terkejut dengan ucapan putrinya, bagaimanapun pak William dan Allan telah menjalin hubungan baik dengannya.


"emang papa ngga pernah kabar-kabaran sama mereka?"

__ADS_1


"ngga, kamu jarang komunikasi, tapi sepertinya papa harus tanya kabar mereka nanti". Kimmy tersenyum dalam hati, usahanya berjalan baik.


__ADS_2