
"Kimmy?". ucap Raina saat melihat sang rival berdiri di depan pintu kamarnya setelah Aini mengantarnya.
"selamat sore Bu, saya kesini ingin menjenguk ibu dan baby, maaf karena kemarin saya tidak sempat ke rumah sakit". katanya, seraya menyerahkan totebag yang tadi dia bawa.
"terima kasih, silahkan masuk, baby nya di dalam". Raina mempersilahkan tamunya masuk, meski dalam hatinya merasa tidak rela dia melihat anaknya.
"wah, tampan sekali, mirip pak Allan". kata Kimmy.
"iya, 1000% mirip papanya".
"oh iya, dimana pak Allan Bu?"
"dia sedang keluar membeli susu formula, Karena Asiku belum cukup memenuhi kebutuhannya". jawab Raina malas.
Kedua wanita itu duduk dengan canggung di sofa dekat box bayi, Aini yang datang mengantar minuman untuk tamu majikannya langsung menyuguhkan dua gelas teh dan dua toples biscuit untuk teman mereka mengobrol, walau pada kenyataanya tidak ada obrolan di antara mereka, keduanya sibuk dengan pikirannya sendiri.
"ehm, apa sakit hamil dan melahirkan?" tanya Kimmy.
"kehamilanku tidak begitu terasa karena aku menyadarinya saat sudah 4 bulan, sedangkan melahirkan adalah proses yang benar-benar menakjubkan, tidak ada satu bagian tubuh pun yang tidak sakit". jawab Raina menakut-nakuti Kimmy.
"kenapa baru sadar setelah 4 bulan?"
"karena haidku tidak teratur". Raina berbohong, karena tidak mungkin dia bilang karena Allan hilang saat pergi menjalankan misi rahasia.
"oh".
"apa Bu Raina menyesal hamil dan melahirkan?" lanjutnya.
"kenapa harus menyesal?"
"karena wanita hamil dan melahirkan akan menjadi gemuk, Stretch Mark di mana-mana, rambut rontok dan kurang tidur". Kimmy bergidik ngeri.
"kalau hanya fisik kan bisa di rawat lagi setelah bayinya lahir". jawab Raina.
"tapi perhatian suami akan teralih pada bayi, kita hanya akan menjadi pabrik asi bagi bayinya".
Raina memutar bola matanya, ternyata Kimmy jauh dari bayangannya, dia terlihat seperti orang terlalu lama tinggal di luar negeri hingga anak bukan menjadi prioritas dan tujuan dari sebuah pernikahan.
"kalau kamu tidak mau punya anak, carilah laki-laki yang sepemikiran denganmu, jangan sampai nanti dia menuntut dan kamu tersiksa karena harus melahirkan anaknya".
"aku akan mencari suami yang sudah memiliki anak, jadi aku tidak harus melahirkan anaknya". jawab Kimmy, lalu dia menyadari kesalahannya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"oh". pantas saja kamu menginginkan mas Allan, ternyata itu tujuanmu. Batin Raina.
"kenapa pak Allan lama sekali". gumam Kimmy.
"dia memberi di swalayan, dan letaknya jauh dari sini".
"kenapa ngga di minimarket aja?"
"ngga ada, susu formula untuk 0-6 bulan yang kami inginkan tidak di jual di minimarket". jawab Raina, dia benar-benar sudah malas meladeni sekertaris suaminya itu.
__ADS_1
"oh, ngomong-ngomong siapa namanya?" Kimmy berdiri, mendekati box bayi dimana Ali terlelap dengan nyenyak.
"Ali".
"oh, lalu dimana anak kalian yang pertama?"
"dia sedang tidur".
Tepat ketika Raina sudah benar-benar malas meladeni Kimmy, Allan pulang sambil membawa kantong plastik berisi 2 box susu formula, beberapa dot new born dan satu alat penyeteril botol susu.
"kok lama". protes Raina.
"alatnya harus di cek dulu sayang". Allan membelai pipi Raina, pria itu belum menyadari kehadiran sekertaris pribadinya.
"ehmm". Kimmy membuat sepasang suami istri yang sedang bermesraan itu terkejut.
"lhoh, Kimmy kamu ada di sini?"
"iya, menjenguk istri bapak". jawab Kimmy dengan nada manja.
"sudah lama?"
"sekitar satu jam".
Kimmy sangat iri melihat perilaku Allan pada Raina yang begitu manis, namun berubah dingin ketika melihat dirinya. Dia ingin sekali membuat Allan sedikit saja perhatian padanya, meski dia tau Allan telah menikah dan memiliki dua anak tapi itu malah membuat semangatnya menjadi dua kali lipat untuk mendapatkannya.
"saya permisi pulang dulu". Kimmy berpamitan pada Allan dan Raina.
"rain, kamu antar Kimmy turun ya". kata Allan.
"iya mas". jawab Raina.
-
Bu Lidya dan pak William pulang ke rumah selepas isya, Valencia juga mengalami hal yang sama dengan Raina, pembukaan tidak bertambah meski ketuban telah merembes di Sertai dengan darah. Dokter memilih melakukan operasi cecar untuk menghindari bayi kehabisan ketuban di dalam rahim.
"mama, bapak, bagaimana Valencia?" tanya Raina seraya mencium punggung tangan Bu Lidya.
"anaknya laki-laki, tapi Bilirubin-nya tinggi, jadi harus di rawat intensif". Raina menghela nafas lega, setelah mendengar sahabatnya telah melahirkan anak pertamanya.
"mama istrahat dulu, pasti mama dan bapak capek". kata Raina, meminta orang tuanya untuk istrahat.
"iya sayang, kamu juga istrahat, pasti lelah menjaga Ali".
"belum ma, karena aku juga belum bisa apa-apa". jawab Raina sambil tertawa.
Raina segera menelpon Carter, ingin sekali rasanya memberi ucapan selamat pada pasangan itu secara langsung.
"hai Cia". kata Raina sembari melambaikan tangan pada layar handphonenya yang menunjukkan wajah Valencia.
"hai rain, anakku sudah lahir, dan dia sangat tampan". kata Cia.
__ADS_1
"maaf, aku tidak bisa menemanimu". ucap Raina.
"its okay, kau pun juga punya baby, aku sangat bersyukur tadi ada mama dan pak William yang menemaniku".
"iya, mama juga khawatir denganmu". kata Raina. "selamat ya Cia, kamu juga sudah menjadi mama sekarang".
"iya rain, aku akan menjadi hot momma untuk dia".
"siapa namanya?" tanya Raina.
"James Alexander Carter".
"nama yang indah". jawab Raina.
"panggil saja Alex". imbuh Cia.
"semoga Ali dan Alex bisa menjadi teman baik ya Cia"? kata Raina.
"iya Rain, semoga".
Mereka mengakhiri percakapannya setelah mendengar Ali menangis butuh asi.
-
Tiga bulan berlalu cepat, kedua bayi yang lahir dengan jarak seminggu itu kini telah tumbuh menjadi anak-anak yang gemuk dan tampan, Raina dan Valencia sering membawa anak mereka untuk bertemu satu sama lain.
"lihatlah, betapa lucunya mereka". kata Cia, takjub dengan kedua bayi yang ada di hadapannya.
"bagaimana mereka bisa tumbuh secepat itu". kata Raina.
"aku justru tidak sabar menunggu mereka tumbuh menjadi remaja rain".
"jangan cepat-cepat aku belum puas memanjakan mereka, asyik rasanya memiliki bayi yang bisa dibuat mainan". Raina tertawa.
"kalau ingin punya bayi, kita tinggal buat lagi". jawab Cia enteng.
"benar juga". jawab Raina.
"rain, bagaimana dengan Kimmy?" tanya Cia setelah keduanya puas tertawa.
"entahlah, setelah kelahiran Ali aku jadi tidak terlalu memperhatikan dia".
"aku kemarin melihat Allan makan siang dengan dia di sky hotel". kata Cia ragu-ragu. "ini fotonya".
"coba ku lihat?". Raina meraih ponsel Valencia, matanya terbelalak ketika melihat Allan sedang makan siang bersama Kimmy, dan wanita itu tampak bahagia sekali, terlihat dari rona wajahnya.
"aku sedang makan siang bersama Carter setelah imunisasi Alex, kebetulan melihat mereka, Carter melarangku memberitahu kamu, tapi aku tidak tega jika harus menyembunyikan ini darimu rain". Cia membelai bahu Raina, memberi kekuatan pada sahabatnya.
"aku akan menyelidikinya sekarang, bisakah kamu menjaga Ali disini? ada mama juga".
"aku tidak keberatan rain, lakukan yang perlu kamu lakukan".
__ADS_1
Raina bangkit, mempersiapkan dirinya untuk bertemu Kimmy, dia tidak ingin terlihat lusuh di hadapan rivalnya, dengan gaun hitam selutut Raina ingin menunjukkan bahwa dia bisa kembali langsing setelah hamil dan melahirkan anak Allan ke dunia ini, dan Kimmy bukanlah saingan yang sepadan untuknya.