Mardinal : Petualangan Sang Pembunuh

Mardinal : Petualangan Sang Pembunuh
Chapter 21 : Formula Matros


__ADS_3


“Jadi, seperti apa Segel Midra itu?”


Siang ini, Mardin sudah sampai di rumah kos. Dia sekarang sedang duduk di kursi meja makan sambil menikmati secangkir moka. Suasana kosannya sangat sepi, hanya ada dirinya seorang. Awalnya ia ingin langsung berkebun, tapi dia jadi malas setelah pertemuannya dengan pria misterius bernama Haku.


Pikiran Mardin jadi lebih fokus akan masalah keselamatan ayahnya ketimbang melakukan kegiatan lain. Seperti bukan sifat Mardin yang biasanya.


Di lehernya sudah muncul sosok Dros, hendak menjelaskan apa yang ditanyakan Mardin. Benang-benang merah di kepala Dros bergerak-gerak. Jika orang biasa yang melihat wujudnya, pasti akan langsung jijik dan takut.


“Segel Midra merupakan segel ciptaan mesin penghisap Energi Ru untuk membantu menyalurkan Energi Ru hasil hisapan mesin ke tubuh para pengguna segel. Mesin penghisapnya sendiri memang sengaja diciptakan untuk menghisap kelebihan Energi Ru dari tubuh seorang Ruzan. Tujuan awalnya agar para Ruzan tidak perlu susah-susah mengikat kontrak dengan parasit dari Dimensi Fona,” jelas Dros. “Dari tujuan awal sendiri, bisa diketahui dengan jelas bahwa formula dari mesin ini berasal dari Dimensi Dremara.”


Setelah meminum sedikit mokanya, Mardin menaruh cangkir itu di meja. “Apa penciptaan mesin ini ada hubungannya dengan pertikaian antara Dremara dan Fona?”


Mardin tahu kisah dari kedua dimensi itu. Setahunya, Dremara merupakan dimensi atas yang dihuni oleh makhluk-makhluk menyerupai malaikat dan serangga, sedangkan Fona adalah dimensi bawah yang dihuni parasit serta monster-monster menyerupai tumbuhan. Konsep dari pertikaian kedua dimensi ini ibarat surga dan neraka, malaikat dan iblis.


Dros menjawab, “Bisa dibilang begitu. Para penghuni Dremara menganggap Ruzan yang melakukan kontrak dengan parasit Fona sebagai pengikut Fona, dan akan mendapat kerugian besar jika membiarkan Parasit Fona hidup di tubuh mereka. Oleh sebab itu, penghuni Dremara membuat formula untuk menciptakan mesin yang dapat menghisap Energi Ru Ruzan, serta dapat diberikan pada orang lain yang membutuhkan lebih banyak Energi Ru setelah kehabisan energi dalam pertarungan. Faktanya, tidak masalah jika seorang Ruzan melakukan kontrak dengan parasit Fona.”


“Formula itu disebut Matros. Mesin pun dibuat menggunakan Material Ru dan dengan rumus-rumus dari Formula Matros. Mesin Matros ini memang diciptakan dengan tujuan baik. Ruzan bisa memberikan kelebihan Energi Ru miliknya untuk orang lain yang sangat memerlukan energi di medan tempur. Tapi tak disangka, formula ini jatuh ke tangan yang salah. Dan sekarang malah digunakan untuk eksploitasi Kaum Ruzan demi keegoisan mereka.”


“Dengan adanya Segel Midra, penambahan volume Energi Ru secara berlebihan jadi tidak masalah bagi para pengguna segel. Mereka takkan pernah menerima efek samping apapun selama ada Segel Midra yang menyalurkan Energi Ru dari Mesin Matros ke pengguna segel.”

__ADS_1


“Hmm….” Mardin mulai berpikir. “Jadi, bisa dibilang fungsi dari Segel Midra ini ibarat penyaring Energi Ru yang disalurkan dari mesin penghisap Matros, begitu? Lalu, apa yang terjadi pada ayahku selama energinya dihisap. Kudengar dari Haku, proses penghisapan itu sudah berlangsung selama 10 tahun.”


“Tepatnya, tak lama setelah rumor kematian ayahmu.”


Mata biru Mardin sedikit membelalak, tangannya gemetar hampir terkepal erat. Namun, nafasnya berusaha ia atur, tangan itu pun kembali dalam keadaan tenang.


Mardin tentu murka ketika mengetahui ayah yang paling ia sayangi terbunuh dan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab selama 10 tahun. Tapi apapun yang terjadi, Mardin tetap harus tenang.


Berpikir dalam keadaan emosi tidak akan bisa menyelesaikan masalah.


Setelah merasa diri Mardin bisa mengendalikan emosinya, Dros kembali melanjutkan, “Ruzan hanya boleh dihisap Energi Ru-nya atas kehendaknya, dan tidak boleh secara berlebihan. Lebih dari itu, mereka akan menderita dalam pikiran mereka sendiri.”


“10 tahun Energi Ru dihisap sudah termasuk dalam keadaan kekurangan Energi Ru dari kapasitas normal. Biarpun produksi Energi Ru dalam tubuh tetap berjalan, kalau terus dihisap tanpa henti dengan skala yang besar dapat menyiksa seorang Ruzan.”


“Jika kau ikhlas merelakan kematian ayahmu dalam keadaan tersiksa begitu, ya kau bisa menolak tawaran Haku. Kalau ingin menyelamatkannya, maka kau harus menerima tawarannya, mengumpulkan lima Segel Midra dari kelima pengguna segel. Kelima segel itulah kunci untuk menyelamatkan nyawa ayahmu.”


Dari penjelasan Dros, sepertinya yang dikatakan Haku sebelumnya memang benar. Pria itu berkata jujur, dan kemungkinan guru Haku memang ada niat untuk menyelamatkan ayah Mardin. Hanya saja, Mardin mencium bau-bau mencurigakan dari guru Haku ini. Walau niatnya baik, Mardin merasa sang guru berusaha memanfaatkan situasi ini demi keuntungan pihaknya juga.


“Berarti, apa yang dikatakan Haku benar adanya?” tanya Mardin datar. “Jadi, bagaimana caranya aku bisa mengumpulkan kelima segel dari pengguna segel?”


Dros mendelik, “Tentu dengan cara membunuh mereka, dan ambil bagian tubuh yang ditempeli oleh segel tersebut. Segel pada bagian tubuh mereka bisa aku serap dan disimpan sampai kelima segel lengkap terkumpul. Setelah itu, baru kita bisa menggunakan kelima segel itu untuk membebaskan ayahmu. Kau sanggup? Kelima pengguna segel ini bukanlah pembunuh sembarangan kalau sudah memakai kekuatan dari Segel Midra.”

__ADS_1


Sekilas seringai tipis muncul di wajah rupawan Mardin. Dia merasa tertantang dengan tugas kali ini. Selain ingin mencoba ‘berbakti’ kepada ayah tercinta, Mardin juga sudah cukup lama tidak menghabisi orang-orang hebat.


“Hei! Itu keahlianku, Kawan. Aku juga sudah lama tidak melakukan aksi-aksi yang jauh lebih gila.”


Andai saja Dros memiliki wajah, pasti tanaman itu menyunggingkan senyum tipis menanggapi ucapan pemuda berambut merah nyentrik ini. Itulah Mardin, selalu pede dan tidak pernah takut dengan segala tindakan yang ia lakukan.


Dros menyindir, “Hm. Kau ‘kan emang suka anarkis.” Lalu tumbuhan itu melanjutkan, “Kudengar dia berasal dari Guild Yatshuhama, bukan? Kalau kau masih bimbang, kau bisa menanyakan tentang Guild ini pada pamanmu.”


Saran Dros cukup masuk akal. Paman Mardin ini memang bukan kerabat keluarga, tapi dia merupakan sahabat sang ayah yang paling dipercaya. Sepeninggal ayahnya, Mardin sudah diasuh oleh pamannya ini.


Setiap kali Mardin kekurangan dalam hal ekonomi, pamannya selalu membantu. Selain itu, sang paman juga memberikan pekerjaan sampingan pada Mardin di bar miliknya saat malam hari, hitung-hitung menambah pemasukan demi kebutuhan sehari-hari.


“Kau yakin Paman Rom tahu?” tanya Mardin menyakinkan.


“Paman Rom termasuk kawan ayahmu yang paling dekat. Tentu dia tahu segala hal yang berhubungan dengan ayahmu. Mungkin Guild Yatshuhama juga ada kaitannya dengan ayahmu, sehingga Haku dan gurunya mengetahui tentang diri kalian.”


Yang dikatakan Dros benar. Ada baiknya Mardin menanyakan tentang Guild asal Haku itu pada Paman Rom. Setahu Mardin, Paman Rom merupakan mantan pembunuh. Jadi pastinya pria dewasa itu mengetahui informasi seputar dunia pembunuh, termasuk informasi tentang beberapa Guild di dekat banua mereka.


Namun sebelumnya, ada satu hal yang harus Mardin lakukan sebelum bertemu Paman Rom.


...~*~*~*~...

__ADS_1



__ADS_2