Mardinal : Petualangan Sang Pembunuh

Mardinal : Petualangan Sang Pembunuh
Chapter 24 : Guild Yatshuhama dan Sang Iblis


__ADS_3

Mendengar ucapan Mardin tentu membuat Paman Rom sangat terkejut. Sebenarnya, pria paruh baya itu tidak percaya jika teman seperjuangannya masih hidup dan ada kemungkinan sedang disegel oleh lima Segel Midra.


Paman Rom tahu betul tentang segel tersebut. Segel itu memiliki fungsi untuk membantu penyerapan Energi Ru dari Mesin Matros dan melenyapkan segala efek samping atas penggunaan energi secara berlebihan. Dia pikir, Segel Midra hanyalah cerita zaman dulu belaka yang takkan pernah ada di zaman sekarang.


Tapi nyatanya, ayah Mardin menjadi korbannya.


“Emm. Kalau begitu, duduklah dulu, Mardin. Biar kita bisa enak bicaranya,” tawar ramah Paman Rom.



Paman Rom dan Mardin mulai duduk di kursi depan meja bartender. Ekspresi wajah Mardin terlihat lebih serius dari biasanya. Apa yang akan mereka bicarakan ini prihal keselamatan ayahnya. Tentu hal ini dianggap serius oleh Mardin.


“Kau mau minum sesuatu?” tawar Ranma di belakang meja bartender saat melihat muka tegang Mardin.


“Eh? Aku ‘kan kerja di sini,” ucap Mardin sungkan.


“Kau tidak perlu sungkan, Mardin. Tidak enak kalau cerita-cerita tanpa minum-minum.” Paman Rom mulai memesan minuman pada putranya. “Dua gelas soda untuk kami berdua, Ranma.”


“Baik, Ayah.”


Karena Mardin berusia 17 tahun, dia masih belum dibolehkan meminum alkohol. Oleh sebab itu, Paman Rom hanya memesan minuman soda.


Sebenarnya, Mardin sudah biasa meminum minuman beralkohol tanpa sepengetahuan Paman Rom. Tapi kalau sudah di hadapan Paman Rom begini, Mardin harus bersikap seperti anak baik. Bisa gawat jika sampai ketahuan kalau Mardin sudah beberapa kali meminum alkohol.


Dua gelas kaca ditaruh di atas meja, dituang Ranma soda berukuran sedang ke dalam kedua gelas itu, kemudian didorong pelan ke hadapan Mardin dan Paman Rom.


“Terima kasih, Bang,” ucap Mardin disertai senyuman.


“Hm.” Ranma hanya mengangguk datar, berjalan ke sisi meja lain untuk melayani pembeli yang hendak memesan minuman.


Kini hanya ada mereka berdua duduk di kursi depan meja bartender. Suasana bar masih belum cukup ramai, jadi tidak masalah jika mereka membicarakan masalah seserius ini.


“Jadi….” Paman Rom membuka pembicaraan. “Seseorang memberitahumu kalau ayahmu masih hidup? Dan dia memintamu untuk segera menyelamatkannya?”


Sempat Mardin meminum sedikit sodanya. “Iya. Sebenarnya, bukan dia yang meminta. Dia hanya berusaha menyampaikan pesan permintaan dari gurunya.”


“Guru? Jadi, orang yang menemuimu itu adalah seorang murid?”

__ADS_1


Mardin menaikan bahu sesaat. “Sepertinya begitu. Dia mengaku berasal dari Guild Yatshuhama, tapi sekarang sudah dikeluarkan dari Guild demi bisa bertemu denganku di kota ini. Sebenarnya, aku ingin bertanya soal Guild Yatshuhama ini padamu, Paman. Apakah dulu Ayah punya hubungan dengan Guild ini sehingga gurunya bisa tahu tentangku dan juga keadaan Ayah?”


Paman Rom sempat memalingkan wajah sambil menggigit bibir. Sebenarnya, dia tahu betul Guild-Guild mana saja yang memiliki hubungan dengan ayah Mardin di masa lalu. Hanya saja, dia tidak menceritakan semua itu pada Mardin karena permintaan ayah Mardin sendiri yang tidak ingin putranya terlibat dalam urusan para pembunuh di masa depan.


“Aku… sama sekali tidak ingin putraku terlibat dengan urusan dunia pembunuh. Aku ingin dia hidup damai walau dia sendiri seorang Ruzan.”


Itulah kalimat dari ayah Mardin yang terlintas di pikirannya. Paman Rom masih ingat betapa berharapnya ayah Mardin atas keselamatan Mardin. Dia tidak ingin Mardin terjerumus ke jalan yang sama seperti dirinya, menjadi seorang pembunuh.


Namun, semua ini sudah terjadi. Mardin sudah terlanjur menjadi pembunuh akibat kecerobohan ayahnya sendiri. Paman Rom hanya bisa memberi nasihat pada Mardin agar tidak terlibat dengan urusan yang terlalu serius dengan sekelompok pembunuh, terutama terhadap Guild Pembunuh.


Paman Rom menghela nafas. Kalau sudah sampai begini, tentu ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Mardin. Tidak semua, cuma sebatas yang ingin diketahui Mardin.


“Sebenarnya, ayahmu itu memang pernah memiliki hubungan kerja sama dengan beberapa Guild, salah satunya Guild Yatshuhama. Aku juga sering kali menemani ayahmu untuk bekerja sama dengan mereka.”


“Memang kerja sama seperti apa, Paman?” tanya Mardin penasaran. “Seingatku, Ayah tidak pernah bergabung di Guild manapun. Kau pun dulu seorang Rogue juga, bukan?”


Paman Rom menjawab, “Walau kami Rogue, kami masih bisa menjalin kerja sama dengan Guild lain jika kami memang perlu uang untuk bertahan hidup. Kami bekerja sebagai Anggota Sementara bagi Guild-Guild tersebut.”


“Anggota… Sementara?”


Paman Rom mengangguk, kembali menjelaskan, “Anggota Sementara merupakan posisi bagi seorang pembunuh di luar Guild untuk bergabung dalam Guild tertentu atas kesepakatan kedua belah pihak. Bisa dibilang, kami menjalin kontrak dengan Guild-Guild yang membutuhkan jasa kami.”


“Penyebab Guild Pembunuh membutuhkan Anggota Sementara karena Guild itu kekurangan anggota asli, tidak sempat merekrut anggota baru, sedangkan mereka sangat membutuhkan bantuan pembunuh lain di waktu genting.”


Sesaat Paman Rom menyentuh pinggiran gelasnya. “Dalam kasus Guild Yatshuhama, mereka datang sendiri pada kami, memohon kerja sama. Bahkan para petingginya sempat bersujud memohon bantuan pada ayahmu langsung, Mardin. Aku yang melihatnya benar-benar tak menyangka, Guild Pembunuh seperti Yatshuhama bersujud memohon pertolongan pada ayahmu.”


“Mereka membutuhkan jasa kalian untuk apa?” tanya Mardin semakin tertarik dengan topik pembicaraan ini.


Paman Rom berusaha mengingat. “Untuk perang melawan Guild musuh demi merebut kembali tiga kota kekuasaan mereka. Sebelum direbut, Guild Yatshuhama memiliki empat kota yang mereka kuasai. Akibat perang antara Guild musuh, Guild Yatshuhama kehilangan tiga kota dan ribuan anggota banyak yang tewas. Musibah itu benar-benar membuat mereka langsung kena mental. Makanya, mereka sangat memohon batuan ayahmu yang merupakan seorang Ruzan.”


Paman Rom sempat meminum soda demi membasahi tenggorokannya yang mulai kering, lalu kembali menaruhnya di atas meja bartender. Ia pun kembali bercerita.


“Namun anehnya, Mard. Tanpa perlu berpikir panjang, ayahmu langsung menerima permohonan mereka. Tentu aku bingung dengan apa yang sebenarnya dipikirkan ayahmu saat itu sampai berani mengambil tindakan gegabah. Padahal, ayahmu tipikal orang yang sulit percaya pada orang lain.”


“Apa kau tahu alasannya?”


Paman Rom menggeleng. “Aku… sama sekali tidak tahu. Tapi, aku terpaksa mengikuti keputusannya karena…. Namanya juga sahabat, tentu harus saling membantu.”

__ADS_1


“Karena ayahmu sangat hebat, Guild musuh berhasil ditumbangkan. Satu Guild itu benar-benar hancur, anggotanya semua tewas tak bersisa akibat serangan ayahmu, bahkan Alpha dan Beta-nya tewas di tangan ayahmu.” Paman Rom menggeleng tak percaya ketika mengingat seberapa mengerikan kekuatan ayah Mardin. “Dia benar-benar mesin pembunuh.”


Mardin cukup tercengang mendengar kisah luar biasa tentang masa lalu ayahnya. Dari cara Paman Rom bercerita disertai ekspresinya yang begitu tegang, Mardin bisa menebak kalau sang ayah benar-benar orang yang sangat kuat pada masanya.


Andai saja Mardin bisa menyaksikan kehebatan ayahnya, mungkin Mardin bisa belajar dari sana.


“Butuh camilan?”


“Eh?”


Mardin agak tersentak ketika mendapati Ranma menaruh semangkuk kacang-kacangan di dekat mereka sebagai camilan. Melihat keduanya nampak begitu tegang mengobrol, Ranma berinisiatif menyediakan camilan sederhana sebagai teman ngobrol.


“Terima kasih, Ranma.”


“Makasih, Bang.”


Ranma hanya membalas dengan anggukan datar. Kemudian ia menjauh, kembali melakukan pekerjaannya.


“Dimakan, Mard,” tawar Paman Rom disertai senyum.


“I-iya, Paman.”


Keduanya sempat menyantap kacang-kacangan itu dan minum soda sebelum kembali mengobrol.


“Terus, gimana kelanjutannya?” tanya Mardin sambil memakan kacang.


“Ya, begitulah. Hubungan ayahmu dengan Guild Yatshuhama sekedar kerja sama membantu merebut wilayah kekuasaan. Selebihnya, aku kurang tahu,” kata Paman Rom. “Itu sebab mengapa Guild Yatshuhama mengenal ayahmu dan juga kau. Mereka pasti gencar mencari tahu tentang dirimu sebelumnya.”


Sambil memakan kacang, Mardin berpikir tentang sebab Guild Yatshuhama mengetahui keadaan ayahnya masih hidup, disegel oleh Segel Midra, dan mengirimkan permintaan pada Mardin agar membebaskan ayahnya sendiri.


“Menurutmu, apa alasan Guild Yatshuhama memberitahuku soal keadaan terkini Ayah? Padahal kalau dipikir-pikir, tidak ada untungnya bagi mereka mengetahui keadaan kami.”


Paman Rom sedikit menyunggingkan senyuman.


“Jelas ada untungnya.”


...~*~*~*~...

__ADS_1


__ADS_2