
Nada suara tengil itu sudah sangat lama tidak didengar Paman Rom, masih terkesan sangat menggelikan dan menyebalkan.
“Jadi….” Di seberang panggilan sana, Luan mengipasi dirinya dengan anggun. “Hanya ini alasan kau menghubungiku? Kita ‘kan teman, kasihlah… salam yang lebih ramah, gitu.”
Sambil menahan rasa jengkel, Paman Rom berbicara lewat panggilan itu, “Dengar, ya. Kita tidak punya hubungan apapun sejak kontrak kami sebagai Anggota Sementara di Guild kalian telah berakhir. Untuk apa lagi kau mengusik masalah ayahnya Mardin yang telah lama meninggal? Apalagi bawa-bawa Mardin dalam masalah ini.”
Dalam panggilan telepon, terdengar kekehan singkat dari Luan seakan-akan ia menganggap perkataan Paman Rom lucu.
“Heheee…. Kau terlalu naif, Kawan. Planet kami tidak seramah planet asalmu.”
Paman Rom agak tercengang ketika Luan mengungkit planet asalnya. Ya, Paman Rom sebenarnya bukan orang asli dari Planet Urdalin. Dia dulunya merupakan mantan prajurit militer dari satuan Pasukan Orbit yang saat itu bertugas melakukan ekspedisi ke Planet Urdalin.
Sayangnya, dia tidak bisa kembali ke planet asal karena rekan-rekan timnya dibantai habis oleh sekelompok pembunuh. Dari masalah itulah, Paman Rom bertemu dengan Sang Iblis Buas yang secara kebetulan menolongnya dari serangan monster di tengah hutan ketika mengira dirinya sebentar lagi akan mati.
“Sekarang, aku sudah tidak punya tujuan lagi, Tuan. Biarkan aku ikut bersamamu. Aku berjanji akan selalu mengabdi padamu.”
“Aku tidak butuh siapapun! Enyahlah kau dari hadapanku!”
Paman Rom bersikeras untuk ikut bersama Sang Iblis karena tidak punya arah tujuan hidup lagi. Awalnya Sang Iblis menolak, tapi pada akhirnya ia membiarkan Paman Rom ikut bersamanya.
Kemudian, lama-kelamaan mereka bisa akrab hingga menjadi sahabat baik, berpetualang bersama menjadi Rogue yang tidak bergantung pada Guild Pembunuh manapun, membunuh para pembunuh lain demi bertahan hidup.
Mengingat masa-masa itu, membuat Paman Rom merindukan masa lalu persahabatannya.
Dari panggilan itu, Luan melanjutkan, “Sebelumnya, akan kujelaskan. Pada awalnya, aku percaya bahwa Sang Iblis Buas telah meninggal sejak sepuluh tahun lalu. Tapi, baru-baru ini kami mendapat kabar dari mata-mata yang kukirim bahwa dia masih hidup. Lebih tepatnya setengah mati, setengah hidup.”
“Dia sengaja dibiarkan dalam keadaan nahas seperti itu agar Energi Ru miliknya bisa diserap menggunakan rangkaian mesin penyerap Energi Ru. Dia itu Ruzan, makanya pihak mereka memanfaatkan Energi Ru miliknya untuk disebarkan ke dalam lima Segel Midra. Kau tahu Segel Midra, bukan? Seperti yang diceritakan di dongeng-dongeng zaman dulu.”
Paman Rom bingung dengan siapa pihak yang menahan Sang Iblis. Sesaat ia menepuk jidatnya sendiri, baru sadar kalau dia lupa menanyakan hal itu pada Mardin. Paman Rom hanya fokus menceritakan tentang Guild Yatshuhama dan menjawab pertanyaan pemuda itu tanpa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Sang Iblis lebih rinci.
“Siapa pihak yang menyegelnya?”
“Aliansi Guild Haxona.” Luan menyunggingkan seringai tipis. “Yap! Dalang utama di balik rumor terbunuhnya Sang Iblis Buas.”
Mendengar jawaban Luan, spontan tangan Paman Rom terkepal erat menahan amarah. Dia ingat betul saat kabar tentang kematian Sang Iblis sampai ke telinganya. Dia sedih dan teramat sangat marah ketika tahu bahwa yang telah membunuh sahabatnya adalah seisi anggota dari lima Guild Aliansi Haxona.
__ADS_1
Namun, apalah daya. Paman Rom hanyalah seorang Rogue, tidak memiliki rekan sesama pembunuh, dan tidak sekuat Sang Iblis, tidak bisa melakukan apa-apa. Yang bisa dia lakukan hanyalah mengurus Mardin, anak laki-laki milik Sang Iblis yang masih berusia 7 tahun pada saat itu.
Tak disangka, selain membunuh Sang Iblis, mereka juga telah mengeksploitasinya.
“Aku ingat betul saat mendengar kabar kalau pihak aliansi menggunakan istrinya sebagai pancingan. Aku tak menyangka, mereka sengaja memancing Sang Iblis dengan cara sepengecut itu, terus main keroyokan satu aliansi,” komentar remeh Luan ketika mengingat rumor di masa lalu.
Paman Rom juga mengingat kabar itu. Dia sendiri yang mendengar kabar buruk itu dari mulut Sang Iblis sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi. Itulah saat terakhir Paman Rom bertemu dengan sahabatnya.
Ketika melihat wajah imut Mardin kecil saat menanyakan kabar ayah dan ibunya, hati Paman Rom sangat sakit. Dia tak menyangka, anak sekecil itu harus menerima kenyataan pahit kalau kedua orang tuanya menjadi korban kelompok-kelompok pembunuh besar.
Terdengar helaan nafas dari Luan sesaat. “…. Kalau sudah seperti ini, tentu kita harus melibatkan putranya agar menyelamatkan ayahnya sendiri. Mardin adalah seorang Ruzan, dia memiliki tumbuhan parasit yang cukup kuat untuk menangkal kekuatan Segel Midra. Kalau pun mengharapkan bantuan Ruzan lain, tentu tidak bisa. Jumlah mereka sangat langka, sulit ditemukan. Sekali ketemu pun, pasti bakal lebih anarkis ketimbang Rogue liar, tidak bisa diajak kerja sama.”
“Jadi, jangan coba-coba mencegah tindakan Mardin dengan alasan keselamatannya. Dia sudah besar, sudah ditakdirkan menjadi monster pembunuh seperti ayahnya. Lagipula, kalau kau mencegahnya, kau sama saja melarang tindakan seorang anak untuk mencoba berbakti pada ayahnya.”
“Aku tidak melarangnya.”
Paman Rom memang mengizinkan Mardin menerima tawaran Guild Yatshuhama untuk menyelamatkan Sang Iblis, itu juga karena parasit di tubuh Mardin telah meyakinkan pemuda itu agar lebih memilih menyelamatkan Sang Iblis karena Segel Midra dianggap berbahaya.
Selain itu, Paman Rom juga masih ingat kalau Guild Yatshuhama dikenal dengan reputasi baik mereka. Buktinya, mereka telah membangun peradaban maju di empat kota kekuasaan, dan kehidupan penduduk di sana juga makmur.
Paman Rom melanjutkan, “Aku sama sekali tidak melarangnya. Aku percaya, anak itu mampu mengatasi semua masalah yang menghadangnya. Aku hanya curiga jika Guild-mu akan mengambil kesempatan tertentu dengan memanfaatkan masalah anak dan ayah ini.”
Luan membanting tubuhnya di sandaran kursi, memijit pelipisnya sendiri saat mendengar tuduhan Paman Rom.
Dengan nada datar, Luan menjawab, “Setiap kejadian pasti ada kesempatan yang bisa kita ambil, bukan?”
Gotcha. Memang benar dugaan Paman Rom. Namun, dia masih belum mengetahui maksud sang Beta Guild Yatshuhama ini. Mereka sebenarnya berniat baik atau buruk?
“Mengambil kesempatan dari setiap peristiwa. Itulah cara setiap makhluk hidup bertahan dari derita dunia sekeras Planet Urdalin. Entah itu dengan cara adil, atau pengecut sekalipun.”
Luan mengubah posisi duduknya dengan kedua kaki agak mengangkang dan tubuh sedikit membungkuk.
“Karena aku mengenal baik dirimu, maka aku akan menjawab dengan jujur.” Luan pun bicara lebih serius, “Kuakui, Guild kami bisa mengambil banyak kesempatan dari tugas Mardin dalam menyelamatkan ayahnya sendiri. Tapi aku jamin, Mardin maupun ayahnya tidak merasa dirugikan. Kami membantu Mardin juga karena berniat agar Sang Iblis bisa selamat. Bagaimana pun juga, dia telah banyak berjasa pada Guild kami.”
Luan benar. Pada masa Guild Yatshuhama meminta bantuan Sang Iblis, mereka merasa sangat terbantu oleh tindakan Sang Iblis yang telah berhasil merebut tiga kota kekuasaan mereka dari Guild lain. Mereka merasa berhutang budi padanya.
__ADS_1
“Lebih tepatnya, kami berniat membangun hubungan mutualisme dengan Mardin, saling menguntungkan.” Luan kembali menjelaskan, “Selain itu, Sang Iblis memang harus segera dibebaskan dari Segel Midra. Ini berhubungan erat dengan kebusukan Aliansi Guild Haxona.”
Kalau bagian ini, Paman Rom sama sekali tidak mengetahuinya, bahkan Mardin pun sepertinya juga tidak tahu apa-apa tentang masalah satu ini. Oleh sebab itu, dia akan mendengarkan dengan lebih baik penjelasan Luan.
“Jelaskan, kebusukan seperti apa yang dimiliki aliansi ini selain membunuh Sang Iblis dengan cara pengecut?” tanya Paman Rom sekaligus berkata sarkas.
Luan pun bicara lewat panggilan mereka, “Sebenarnya, informasi ini masih perlu digali lebih dalam lagi. Tapi sedikit yang kami tahu, ada alasan lain di balik penyegelan Sang Iblis selain demi menyerap Energi Ru miliknya.”
Paman Rom menaikan sebelah alisnya. “Alasannya?”
“Harta karun. Sepertinya, Sang Iblis mengetahui informasi harta karun yang berisi banyak Material Ru yang sudah diolah, serta formula-formula canggih dari peradaban dimensi Dremara maupun Fona. Yang ini sama membualnya seperti mesin penghisap Energi Ru dan Segel Midra. Tapi faktanya, keberadaan mesin penghisap energi dan Segel Midra memang benar-benar ada. Itu berarti, harta karun yang dianggap sebagai bualan ini juga nyata dan sedang diincar oleh Aliansi Haxona.”
“Apa kau tidak pernah tahu tentang harta karun ini? Mungkin saja Sang Iblis sempat cerita padamu.”
Paman Rom sempat berusaha mengingat-ingat. Sang Iblis sama sekali tidak memberitahukan apapun tentang harta karun yang dimaksud. Walau mereka bersahabat, Sang Iblis Buas masih menyimpan banyak misteri yang tidak ingin diungkapkan padanya. Mungkin karena sifat Sang Iblis yang tidak mudah percaya pada orang lain, apalagi jika menyangkut soal harta karun.
Siapa yang tidak tergiur dengan harta karun? Banyak nyawa rela dikorbankan demi mendapatkan kumpulan benda-benda berharga seperti itu.
Nyawa-nyawa orang lain tidaklah penting, kepuasan yang paling diutamakan.
“Tidak.” Paman Rom menjawab, “Dia tidak membahas apapun soal harta karun.”
“Ah, oke. Aku mengerti.” Luan sempat menyunggingkan senyum ringan. “Cuma itu yang bisa kujelaskan padamu, Romie. Kalau soal harta karun dan Aliansi Guild Haxona masih perlu kami selidiki. Mardin cukup fokus tuk menyelamatkan ayahnya.”
“Baiklah. Aku juga tidak menuntut jawaban apapun lagi padamu jika kau menjamin keduanya tidak dirugikan.” Iseng-iseng Paman Rom merapikan beberapa berkas di meja kerja. “Tapi kuperingatkan, Luan. Jika kau macam-macam pada Mardin, dia tidak akan tinggal diam tuk memanen organ-organ tubuh anggota Guild-mu,” seringainya.
Di balik panggilan telepon itu, Luan balas menyeringai. “Aku tahu, Romie. Aku tahu.”
….
Panggilan antara Paman Rom dan Luan berakhir. Tangan Luan baru saja meletakan ponselnya di atas meja. Kedua mata di balik lindungan bayangan itu menatap lurus ke arah pemandangan kota dari lantai gedung atasnya. Mulai memikirkan sesuatu.
“Mardin memiliki peluang besar untuk menjadi mesin pembunuh seperti ayahnya.” Luan bertopang dagu pada lengan sofa. “Aku juga masih perlu menggali lebih dalam informasi tentang gerakan-gerakan seperti apalagi yang bakal dilakukan Aliansi Haxona berikutnya. Tunggu Mardin melaksanakan tugas pertama, maka kami akan segera mengambil langkah selanjutnya.”
Ya, tugas seperti ini bukanlah main-main. Jika Mardin ditugaskan untuk menyelamatkan ayahnya sendiri, maka Guild Yatshuhama memiliki tujuan lain. Dan tujuan ini dipengaruhi oleh segala tindakan yang diambil Mardin demi menyelamatkan ayahnya.
__ADS_1
Luan harap, Mardin menerima permintaannya tersebut.
...~*~*~*~...