Married At 17

Married At 17
Episode 16 Hari Pertama kerja


__ADS_3

"Kak, aku mau ke kelas aja"ucap Kiran


"Nggak, lo disini aja"


"Aku udah gak kenapa-napa kok, boleh yah?"Kiran memohon


"Huh, ya udah boleh"Evan pasrah, akhirnya Evan mengantarkan Kiran kembali ke kelasnya.


Didalam kelas terlihat Yuri yang sedang memperhatikan Kiran dari tadi.


"Lo gak papa Ran?"tanya Dila


"Nggak santai aja"


"Heh liat aja, gue gak bakal tinggal diam, lo udah berani mempermalukan gue dan lo juga udah rebut kak Evan dari gue"ucap Yuri tapi Kiran sama sekali tak menghiraukan nya


Saat jam pulang sekolah Kiran langsung bergegas pergi menuju halte bus, tapi baru saja dia sampai di depan gerbang, Evan langsung menghampirinya.


"Kiran"ucap Evan


"Loh kak, kamu belum pulang, kamu kan mau kekantor?"ucap Kiran


"Iya, ayo gue anterin lo pulang dulu"ajak Evan


"Tapi katanya kamu mau ke kantor?"


"Nanti aja, gue anterin lo dulu, lagian gue juga udah bilang sama Papa"jelasnya Evan


"Ohhh"Kiran pun akhirnya diantarkan pulang oleh Evan


Saat sudah sampai di depan gedung apartemen, Kiran langsung turun dari mobil dan pamit pada Evan.


"Kamu gak mau makan siang dulu kak?"tanya Kiran


"Nggak deh, nanti aja, waktunya mepet, gue pergi yah"


"Iya, hati-hati"ucap Kiran sambil melambaikan tangan nya pada Evan


Saat Evan sudah sampai di kantor Papa nya, dia langsung masuk kedalam kantor tersebut.


"Maaf mbak, saya mau bertemu dengan Pak Robert"ucap Evan kepada seorang resepsionis


Semua karyawan yang ada di perusahaan milik Papa Robert, memang tidak mengetahui tentang identitas anak dari Robert sang pemilik perusahaan TONI COMPANY.


"Maaf apa anda sudah memiliki janji sebelum nya?"Tanya sang resepsionis


"Sudah mbak"


"Baiklah, ayo saya antarkan"sang resepsionis itu pun mengantarkan Evan, menuju ruangan kerja Papa nya.

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk"ucap Papa Robert


"Maaf pak, ada yang mencari bapak, katanya dia sudah punya janji dengan bapak"jelasnya


"Ohh, kalau gitu biarkan dia masuk"Evan pun masuk ke ruangan papa nya dan sang resepsionis tersebut pergi.


"Pa, jadi gimana? apa pekerjaan aku sekarang?"


"Sebentar, Papa panggil dulu sekertaris papa, biar dia yang akan mengajari kamu nanti"Papa Robert langsung menelpon sekertaris nya yang bernama Damar


"Damar kamu keruangan saya sekarang!"


"Iya pak"dengan sesegera mungkin Damar langsung menuju ruangan bos nya tersebut


Tok tok tok


"Masuk"Damar langsung masuk kedalam ruangan Robert


"Damar, kamu tolong bantu Evan anak saya untuk bekerja, kamu ajari dia sampai dia bisa dan jangan memberi tahu pada siapapun kalau dia adalah anak saya, kamu mengerti"


"Baik pak saya mengerti"


"Evan kamu ikuti apapun yang damar katakan, jangan membantah dan keras kepala"tegasnya Papa Robert


"Iya Pa"


"Perhatikan semuanya"ucap Damar


"Kita kedatangan karyawan baru, saya harap kalian akan bersikap baik padanya, mengerti"Ucap Damar tegas


"Mengerti pak"ucap semua karyawan yang ada disana


"Ini tempat kerja anda"ucap damar, meja kerja Evan berada di sebelah pojok kiri



"Lalu saya harus mengerjakan apa?"tanya Evan datar


"Bapak sama anak gak beda jauh yah sifatnya"ucap Damar dalam hati


"Saya akan memberikan beberapa dokumen yang belum terselesaikan, nanti kamu tinggal memeriksa ulang apakah sudah benar atau belum, jika sudah, kamu bisa langsung meminta tanda tangan dari pak Robert"jelasnya Damar


"Saya ambilkan dulu dokumen nya"damar pun pergi keruangannya untuk memberikan dokumen yang belum sempat ia kerjakan kepada Evan


"Ini"Evan langsung menerima beberapa dokumen tersebut, dan Damar langsung mengajari Evan dengan penuh kesabaran.


"Apa anda sudah mengerti?"

__ADS_1


"Iya saya sudah mengerti"


"Okeh, kalau gitu saya permisi"Damar langsung kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaan nya kembali


Evan mengerjakan, pekerjaan nya dengan sangat serius dan fokus.


"Eh mas anak baru"ucap salah satu karyawan yang bernama Lisa, Evan langsung melihat ke sumber suara


"Ada apa?"tanya Evan


"Lo kayaknya masih muda banget yah"ucapnya Lisa


"Bukan urusan lo"ucap Evan ketus, Lisa yang mendengar jawaban Evan merasa kesal


"Gak sopan banget sih lo"Lisa kesal, Evan sama sekali tidak menanggapinya, dia hanya fokus pada pekerjaannya saja.


Hari sudah mulai gelap, dan jam sudah menunjukkan pukul 19.30, suasana kantor sudah agak sepi, Evan memutuskan untuk membawa sisa pekerjaan nya ke apartemen.


Sedangkan di apartemen, Kiran sedang menunggu kedatangan Evan.


"Kenapa lama banget yah pulang nya?"gerutu Kiran, tidak lama kemudian pintu apartemen pun terbuka dilihat nya Evan yang baru saja pulang.


"Kak Evan, kamu udah pulang"


"Hmmm"


"Aku udah nyiapin makanan buat kamu, mau mandi dulu atau makan dulu?"tanya Kiran


"Makan dulu aja deh, gue lapar banget"ucap Evan


Setelah selesai makan Evan langsung membersihkan tubuhnya, sedangkan Kiran sedang mencuci piring, setelah selesai mencuci piring Kiran langsung menuju kekamarnya, dilihatnya Ervin yang sedang memangku laptop.


"Kak, emang kerjaannya belum selesai?"tanya Kiran


"Hmmm, belum"ucap Evan yang masih tetap fokus pada layar laptop nya


"Apa kamu mau aku buatkan kopi atau apa gitu?"


"Boleh deh, buatin gue kopi, tapi jangan kopi hitam, gue gak suka kopi hitam"


"Okeh, tunggu sebentar"Kiran langsung menuju ke dapur untuk membuatkan kopi yang Evan minta.


"Ini kak"Kiran menyimpan kopi nya di meja


"Makasih, kalau lo udah ngantuk tidur aja"ucap Evan


"Hmmm, aku temenin kakak aja deh"Kiran kini sedang duduk disamping Evan


"Terserah"

__ADS_1


Kiran pun hanya memperhatikan apa yang Evan kerjakan, dia sebenarnya merasa tidak tega pada Evan, karena dirinya, Evan jadi harus bekerja sampai malam dan besoknya dia harus berangkat lagi kesekolah, pasti sangat melelahkan, pikirnya Kiran.


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.


__ADS_2