Married At 17

Married At 17
Deron


__ADS_3

Jam istirahat pun berbunyi, semua murid pun bergegas menuju ke kantin, untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.


Bukk (Deron tidak sengaja menumpahkan minuman yang sedang dai pegang kepada Evan )


"Kurang ajar, lo punya mata gak sih, liat nih gara-gara lo baju gue jadi basah"teriaknya Evan pada Deron


"Maaf kak, saya tidak sengaja"ucap Deron


"Sengaja ataupun tidak sengaja, lo udah cari masalah sama gue"


Bukk bukk bukk


Evan memukuli Deron, dan orang-orang yang ada disana, mereka hanya melihatnya dan tidak melakukan apapun.


"Berhenti"teriak Kiran yang melihat adiknya dipukuli


"Siapa lo?, jangan ikut campur kalau lo masih mau hidup tenang disekolah ini"ucap Evan


"Berhenti, jangan pukul adik gue"ucapnya lagi Kiran


"Ohhh, jadi dia adik lo, pantesan hah, siapa nama lo?"tanya Evan, tapi Kiran tak menjawab pertanyaan Evan dan fokus membantu Deron berdiri


"Wouy, lo punya telinga gak, jawab pertanyaan gue"teriaknya Evan yang sudah sangat merasa marah


"Kiran"ucap Kiran singkat


"Hah, lo pikir setelah ini, lo bakal hidup tenang disekolah ini, kita liat sampai mana Lo bisa bertahan disekolah ini"ucap Evan tepat didekat telinga Kiran, Evan pun langsung bergegas pergi, dan Kiran langsung membawa Deron ke UKS


"Kakak ngapain sih tadi ikut ikutan?"tanya Deron yang sedang diobati oleh Kiran

__ADS_1


"Kamu itu adik kakak, mana mungkin kakak liat adik kakak sendiri dipukuli, terus kakak diem aja gitu"ucap Kiran


"Kakak tau kan, si Evan itu gak bakalan biarin kakak tenang setelah apa yang telah terjadi tadi"


"Iya kakak tau, terus kenapa?"


"Kak, aku tau kakak sebenarnya takut kan?"


"Nggak, kakak gak takut kok, kakak itu, kakak kamu, jadi gimana pun caranya kakak harus bisa melindungi kamu"


"Tapi kak, aku takut kakak diapa apain sama si Evan itu"ucap Deron yang merasa khawatir


"Yang sopan kalau sama yang lebih tua, bagaimanapun juga kak Evan itu lebih tua dari kamu"


"Susah emang ngomong sama kakak, aku ngomong apa, kakaknya ngejawab apa"


"Permisi"ucap Liana, sebenarnya Liana sudah dari tadi ada didepan pintu UKS, tapi dia sengaja tidak masuk lebih dulu


"Hehehe, Iyah, aku mau minta ambil minyak kayu putih nih"ucap Lian


"Ohh, ini nih"ucap Kiran sambil memberikan minyak kayu putih kepada Lian


"Makasih, aku duluan yah"ucap Lian


"Iya sama-sama"


"Kakak sebaiknya masuk kelas aja, aku juga mau masuk kelas"ucap Deron


"Kamu gak mau istirahat dulu di UKS"

__ADS_1


"Nggak aku gak papa kok"


"Yakin?"ucap Kiran


"Iyah yakin kak"


"Ya udah deh, ayo kakak anter kamu ke kelas"


"Iya"Kiran pun mengantarkan Deron ke kelasnya setelah mengantarkan Deron, Kiran pun segera masuk kedalam kelas nya


"Ran, tadi kak Evan nyariin lo"ucap Dila


"Biarin aja"


"Lo kenapa sih, malah cari masalah sama kak Evan, lo tau sendirikan dia itu kayak gimana orangnya"ucap Dila yang merasa khawatir pada Kiran


"Ya lo pikir aja Dil, gue liat Deron dipukulin depan mata gue sendiri, gue sebagai seorang kakak gak bisa diem aja dong"ucap Kiran yang masih merasa kesal


"Iya sih, tapi gue khawatir sama lo, gue takut lo diapa-apain sama kak Evan"ucap Dila


"Lo tenang aja, nggak bakal kok, bismillah aja lah"ucap Kiran yang berusaha untuk tetap berfikir positif


"Dulu lo selalu hati-hati dan gak mau punya masalah sama kak Evan, tapi sekarang, gue beneran takut lo kenapa-napa"


"Iya, tapi ini kondisinya beda lagi, ini menyangkut adik gue juga kan, meskipun gue cewek tapi sebagai saudara kita harus saling melindungi satu sama lain"


"Iya sih bener juga"


"Udah lo gak usah khawatir, bismillah aja lah"ucap Kiran

__ADS_1


Selamat datang di karya aku, semoga kalian suka sama ceritanya, 🤗🌹 terimakasih yang udah mau mampir kesini , jangan lupa like and vote yah, semangat terus semuanya, jaga kesehatan kalian🌹


__ADS_2