
Tiga hari kemudian, masa ospek pun sudah berakhir, tak terasa kini Kiran sudah mulai masuk kelas.
Kini dia sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk sang suami tercinta yang begitu tampan.
Dia menyodorkan nasi goreng yang sudah dia masak kepada Evan.
Setelah mereka selesai sarapan, mereka langsung bersiap untuk pergi ke kampus, karena mereka berdua ada kelas pagi.
"Sayang kamu jangan banyak tingkah ya, inget ada baby di perut kamu"ucap Evan yang kini mereka sudah berada di halaman kampus
"Iya, kamu tenang aja, aku masuk kelas dulu yah, bentar lagi dosen masuk nih"
"Iya"
Kiran langsung berjalan menuju kelasnya, dan saat masuk ke dalam kelas ternyata sudah ada Dila, Ziva dan Ana yang sedang mengobrol sambil tertawa renyah.
"Bahas apa nih, seru banget kayaknya?"tanya Kiran yang baru saja duduk di samping Dila
"Biasalah"ucap mereka bertiga secara bersamaan
"Kompak banget"
"Lo kemana aja? kok lama sih masuk kelasnya"ucap Dila
"Biasa, bayi besar gue ngomel mulu"
"Siapa? emang kamu punya bayi besar yah?"tanya Ziva, Ziva memang terlihat masih polos, dan diapun berbicara memakai embel-embel aku-kamu
Ziva, Ana, Dila, dan Kiran kini sudah semakin dekat, hubungan mereka menjadi sangat dekat hanya dalam waktu kurang lebih tiga harian.
"Suaminya si Kiran lah"ucap Dila
"Hah, Kiran udah nikah?"ucap Ana kaget, Kiran hanya menganggukkan kepalanya
"Kapan?"
"Udah lumayan lama"
"Dia satu kampus sama lo?"tanya lagi Ana yang memang memiliki sifatnya kepo tingkat dewa, pertamanya saat melihat Ana, Kiran kira dia anak yang pendiam tapi nyatanya jauh dari kata pendiam
"Evan Antonio, lo pasti udah tau kan"dan yang menjawab bukanlah Kiran tapi Dila
"Serius? katanya diakan terkenal galak banget tau, apa dia gak galak sama lo?"
"Kadang-kadang sih, kalau gue nya salah"ucap Kiran santai
"Gila gue kira kak Evan belum nikah"
__ADS_1
"Kenapa emang, lo mau pacarin dia?"tanya Dila
"Nggak lah, gini-gini juga gue udah punya pacar kali, tinggal nih satu yang belum punya gandengan"Ana menunjuk kearah Ziva yang sedang fokus memakan roti
"Entah dia terlalu polos atau terlalu telmi, jadinya setiap cowok yang deketin dia, suka dibuat kesel mulu sama dia"lanjutnya Ana
"Kok kamu gitu sih sama aku"ucap Ziva
"Itu kenyataan Ziv"
"Tapi iya sih"ucap Ziva mengiyakan ucapan Ana
"Lahhhh, mabok dia"ucap Dila, Kiran hanya tersenyum melihat tingkah ketiga temannya ini
Selang beberapa menit kemudian dosen masuk dan mereka mulai fokus dengan pelajaran yang diberikan dosen tersebut.
Untung dosennya menjelaskan dengan nyaman, jadi Kiran tidak merasa ngantuk saat mendengarkan dosen menjelaskan di depan sana.
Kiran, Dila, Ziva dan Ana, kini sedang berada dikantin, karena haru sudah mulai siang, perutnya pun sudah mulai minta jatah makanan.
"Hai, lo pasti masih inget gue kan?"ucap seseorang itu pada Kiran
"Iya, tentu masih sangat ingat"ucap Kiran sambil berusaha tersenyum ramah
"Sayang"panggil Evan yang tiba-tiba muncul, Kiran langsung menoleh kearah Evan dan tersenyum manis
"Evan kamu kemarin kemana sih, katanya mau anterin aku pulang"ucapnya Gisel tanpa rasa malu, jelas-jelas kemarin Gisel sendiri yang memaksa Evan untuk mengantarnya pulang tapi Evan menolaknya mentah-mentah
"Nih ulet keket, gak punya urat malu apa, udah tau didepannya ada istri si Evan"gumam Riki yang sudah merasa jengkel dengan kelakuan Gisel yang tak punya malu
"Roman-romannya bakal ada calon pelakor nih"ucap Dila dalam hati
"Eukhmm, sorry yah kak, kalau kakak belum tau, aku kasih tau yah, kak Evan itu udah punya istri dan istrinya itu dia, Kiran"ucap Ana, Dila dan Kiran tidak menyangka bahwa Ana akan seberani itu. Ana memang cewek yang cukup berani, dia tidak pernah takut pada siapapun kalau memang yang dia lakukan itu benar, jadi dia pikir apa yang harus ditakuti kalau memang dia tidak salah.
"Gak usah ikut campur yah, gue juga tau kok"ucap Gisel ngegas
"Lahhhh, justru itu kalau kakak udah tau, ngapain lagi godain suami orang, stok cowok masih banyak kak"
Brakk
Gisel menggebrak meja.
"Lo yang sopan dong, gue ini senior lo, emang lo pikir, lo siapa hah, pake ngatur-ngatur gue segala, dasar jalang"
Ana yang mendengar Gisel mengatainya dengan sebutan jalang merasa tidak terima, kini dia benar-benar marah, jelas-jelas yang jalang itu Gisel.
"Heh jangan pikir lo senior gue terus gue takut gitu sama lo, hah sorry tusey yah, gak sama sekali, gak ada dalam kamus gue yang namanya takut sama cewek macem lo, cewek yang udah kecium bau-bau pelakor nya, sukanya gangguin suami orang, yang jalang itu lo bukan gue"
__ADS_1
"Wahhh, gila nih cewek patut gue acungin jempol nih"gumam Riki
"KURANG AJAR LO"teriak Gisel dan langsung menampar pipi Ana
Plakkk
"Anj*ng lo"Ana tak ingin kalah, dia langsung menampar balik pipi Gisel dengan sangat keras, semua orang yang ada dikantin mulai ricuh, Dila, Kiran dan Ziva berusaha menghentikan Ana tapi sepertinya emosi dia sudah sangat memuncak.
"ANA"teriak seseorang saat melihat Ana sedang berkelahi dengan Gisel
"Cakra"ucap Evan, Cakra adalah orang kedua yang sangat disegani di kampus setelah Evan, sifat dia pun hampir sama dengan Evan.
Suasana kantin yang tadinya ricuh mendadak hening saat melihat Cakra masuk ke area kantin.
"Cakra kamu pasti mau belain aku kan"ucap Gisel dengan percaya dirinya, dan perlu kalian tau Cakra adalah mantan kekasih Gisel, tapi karena Cakra mengetahui Gisel berselingkuh jadi dia mengakhiri hubungannya dengan Gisel.
"Jangan ge-er lo, Cakra itu pacar gue"ucap Ana yang merasa jijik pada Gisel, tadi dia berusaha menggoda Evan sekarang dia sok akrab sama Cakra
"Ohhh, jadi lo cewek yang udah bikin Cakra mutusin gue hah"
"Hah gue? bukannya lo sendiri yang cari masalah sama Cakra, lo pikir gue gak tau apa"
Baru saja Gisel akan membalas ucapan Ana, Cakra sudah lebih dulu berbicara.
"STOP, pergi lo dari sini"usir Cakra pada Gisel
"Tapi.."
"PERGI"Gisel pun segera pergi keluar kantin.
Kini suasana kantin sudah mulai tenang, dan tak ada keributan lagi.
"Jadi dia pacar lo Cak?"tanya Riki
"Iya"
"Kamu ngapain sih pake acara ribut sama dia?"tanya Cakra pada Ana
"Aku kesel sama dia"
"Sorry yah Na, lo kayak gitu gara-gara gue"ucap Kiran yang merasa tidak enak
"Nggak kok, ini bukan gara-gara lo, gue juga kesel banget sama dia, kegatelan banget tuh orang, pengen gue congkel tuh matanya"ucap Ana yang masih merasa kesal
"Sadis bener lo"ucap Doni
"Sorry yah Cak"ucap Evan
__ADS_1
"Iya santai aja"
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote.