
Mereka kini sedang mengobrol santai di ruang keluarga.
"Kalian udah belanja buat keperluan si baby atau belum, tiga bulan lagi Kiran kan melahirkan"tanya Papa yang kini sudah bergabung
"Belum Pah, soalnya kak Evan sibuk kerja mulu, dan lagi pula masih tiga bulan lagi, masih agak lama"ucap Kiran
"Iya sih bener, ya udah kamu ambil cuti beberapa hari aja dulu Van"
"Beneran gak apa-apa nih Pah, kalau aku ambil cuti?"tanya Evan meyakinkan
"Iya lah demi cucu Papa"
Saat mereka tengah mengobrol handphone Evan berbunyi tanda ada pesan masuk, Evan langsung mengambil handphonenya yang berada di saku celana.
"Hai Evan, kamu coba dengerin deh pengakuan dari sahabat kamu itu"tulisnya Gisel dalam pesan WhatsApp lalu mengirimkan rekaman saat Doni berbicara bahwa dia menyukai Kiran
Ternyata saat kemarin Doni berdebat dengan Gisel, Gisel merekam percakapan nya.
Karena Evan penasaran dengan isi rekaman itu dia pun meminta izin untuk ke kamar mandi dan saat di kamar mandi di langsung memutar rekaman suara yang Gisel kirim.
Evan jelas sangat kaget dengan pengakuan bahwa Doni menyukai istrinya, tapi dia juga harus bersikap dewasa, dia tidak boleh tersulut emosi, karena dia yakin Doni adalah orang baik, dan dia percaya kepada Doni.
Rasa kesal pasti ada tapi dia mencoba untuk tetap tenang dan akan menanyakan langsung kepada Doni.
"Kamu kok lama sih di kamar mandi nya"ucap Kiran saat melihat Evan baru saja tiba sehabis dari kamar mandi
"Iya maaf sayang"Evan langsung duduk di samping Kiran
"Kita pulang yuk, aku ada perlu sama Doni"ajak Evan
"Yahhh, tapi aku masih mau disini"Kiran cemberut
"Kamu emang ada urusan apa sih?"tanya mama
"Ada deh urusan laki-laki..."
"Ya udah kamu disini aja dulu, nanti sorean aku jemput kamu kesini"ucap Evan
"Iya siap pak bos"ucap Kiran sambil memberi hormat, Evan langsung terkekeh lucu melihat tingkah Kiran, diapun langsung pamit dan menuju rumah Doni.
__ADS_1
Tok tok tok
"Assalamualaikum"teriak Evan yang sudah berada di depan rumah Doni
"Waalaikumsalam"ucap Mona mamanya Doni, dan langsung menuju pintu utama untuk membukakan pintu
"Eh Evan, cari Doni yah"
"Iya tan, Doni nya ada kan?"
"Ada, kamu langsung masuk aja kekamar nya, dia juga kayaknya belum bangun"ucap Mona
"Okeh tante, kalau gitu aku ke atas yah"
"Iya"Evan pun segera ke lantai atas menuju kamar Doni, dia langsung masuk saja karena memang sudah terbiasa jadi tidak perlu mengetuk pintu kamarnya Doni terlebih dahulu, dilihatnya Doni yang masih tidur sambil memeluk bantal guling, Evan langsung mengambil bantal yang tergeletak di lantai dan langsung memukul Doni memakai bantal tersebut.
"Bangun lo, bangun udah siang!"ucap Evan sambil memukul Doni dengan bantal
"Awwww, njirrr, Evan lo apaan sih ganggu orang tidur aja"omel Doni
"Lagian lo, udah siang masih aja tidur"Evan langsung duduk diatas kasur Doni
"Gue mau nanya sesuatu sama lo"
"Soal apa? tugas kuliah? jangan nanya sama gue, gue gak tau"
"Bukan"
"Lah terus apa?"
"Lo mandi aja dulu deh, gak enak gue ngomong sama orang yang belum mandi, bau tuh"titahnya Evan
"Wangi gini, dibilang bau"ucap Doni sambil beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, setelah beberapa menit menunggu akhirnya Doni selesai mandi, dan kini mereka berdua sedang duduk di balkon kamar Doni.
"Jadi lo mau nanya apa?"tanya Doni memecahkan keheningan.
"Lo suka sama Kiran?"Evan to the point, Doni seketika langsung terdiam, dia bingung harus menjawab apa, seketika dia merasa benar-benar bersalah pada Evan karena sudah menaruh rasa pada Kiran.
"Jujur aja, gue gak akan marah kok"ucap Evan, sambil mengalihkan pandangannya, yang tadinya menatap langit sekarang menatap Doni yang tengah terdiam.
__ADS_1
"Sorry"ucap Doni sambil menundukkan kepalanya, lalu menghela nafas panjang, Evan yang mendengarnya langsung tersenyum
"Kurang ajar lo"ucap Evan yang kini senyumannya sudah hilang, Doni hendak berbicara tapi Evan sudah lebih dulu memukul wajahnya, Doni hanya diam tidak melawan, Evan hanya memukul Doni tiga kali dan langsung kembali terdiam menatap langit.
"Van, sorry gue gak ada maksud, meskipun gue suka sama Kiran, gue gak pernah ada niatan buat rebut dia dari lo, beneran deh sumpah"ucap Doni
"Gue tau kok, gue cuma mau ngerjain lo aja, jarang-jarang kan bisa mukul lo"Doni langsung tercengang
"Hah, emang dasar lo, tapi beneran gue minta maaf"
"Selagi lo gak gangguin hubungan gue sama Kiran, gue gak masalah, dan lagi pula gue percaya sama lo, gue tau betul gimana sifat lo, makannya gue yakin sama lo, maka dari itu Lo jangan rusak kepercayaan gue"
"Tenang itu mah, udah liat Kiran bahagia sama lo aja gue udah seneng"
"Jadi selama ini lo sering curi-curi pandang istri gue"ucap Evan sambil matanya melotot
"Nggak kok, cuma gak sengaja aja"
"Hilihhh, bihing"ucap Evan
"Tapi ngomong-ngomong lo tau gue suka sama Kiran dari siapa?"tanya Doni yang penasaran
"Gisel"
"Bener-bener tuh anak, kayaknya dia mau ngerusak persahabatan kita deh Van..."
"Tapi lo beneran gak marah kan sama gue?"tanya Doni memastikan
"Kalau boleh jujur sih gue marah sama lo, gue pengen banget mukulin lo sampe babak belur"
"Sorry Van"
"Hmmm, asal lo jangan jadi orang ketiga"
"Gue juga lagi berusaha buat lupain Kiran kok, lo tenang aja, lo harus percaya sama gue"
"Okeh, gue percaya sama lo, gue pegang omongan lo"
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
__ADS_1
Maaf kalau ada typo yah.