
Keesokan harinya Kiran dan Evan pergi kerumah ayah dan bunda, saat diperjalanan Kiran tiba-tiba ingin makan bakso. (Author juga jadi pengen basok nih)๐
"Hubby"ucap Kiran manja, Evan yang sedang fokus menyetir langsung melirik kearah Kiran
"Apa sayang?"Evan mengelus pipi Kiran
"Kita makan bakso dulu yuk, aku pengen banget bakso nih"
"Ngidam kamu?"tanya Evan
"Nggak tau, intinya pengen makan bakso sekarang"
"Ya udah iya, kita makan bakso yang di deket rumah bunda aja yah"
"Iya hubby"Evan langsung memarkirkan mobilnya saat dia sudah sampai di warung bakso, dan langsung mengajak Kiran turun
"Bang bakso nya dua porsi"ucap Evan pada pedagang bakso itu
"Siapppp, tunggu sebentar yah"Evan menganggukkan kepalanya dan langsung mencari tempat duduk yang kosong, beberapa menit kemudian si abang tukang bakso datang mengantarkan pesanan mereka berdua
"Makasih bang"ucap Kiran
"Sama-sama neng"
Kiran langsung menambahkan saus, kecap dan sambal ke dalam mangkuk bakso miliknya.
"Jangan banyak-banyak sambalnya, nanti kamu sakit perut lagi"tegur Evan
"Iya hubby, kamu tenang aja"Kiran langsung menyantap baksonya dengan sangat lahap
"Eummmm, enakkkk banget, aku suka"ucap Kiran disela-sela makannya, Evan hanya tersenyum melihat tingkah istri kecilnya itu
Setelah selesai makan, mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah bunda dan ayah, tidak perlu membutuhkan waktu yang lama kini mereka sudah berada didepan rumah bunda dan ayah.
"Assalamualaikum"ucap Kiran
Tok tok tok
"Waalaikumsalam"Deron yang sedang bermain PS pun dengan sangat terpaksa bangun untuk membukakan pintu rumahnya
"Kak Kiran"Deron langsung memeluk kakaknya itu dan Evan, jangan ditanya lagi dia sudah menatap Deron dengan tatapan mautnya
"Kak aku kangen banget sama kakak"ucap Deron langsung menggandeng kakaknya untuk segera masuk tanpa memperdulikan Evan
__ADS_1
"Iya kakak juga kangen sama kamu, kangen ngomelin kamu"ucap Kiran lalu mencium kening Deron, Kiran sangat menyayangi adik nya itu
"Sayang, kamu jangan cium cium Deron dong"protesnya Evan
"Apaan sih lo, gue kan adiknya, posesif banget sih, lebay tau"ucap Deron
"Biarin aja gue kan suaminya, mau apa lo hah?"Evan tak ingin kalah dengan Deron
"Apa? lo pikir gue takut sama lo, sorry, nggak yah"tegas Deron
"Idihh, sok lu bocah"
"Gue bukan bocah"Deron menendang kaki Evan
"Awww, njing, kurang ajar lo, adik ipar durhaka"Evan tak ingin kalah dan langsung menendang balik kaki Deron, dan terjadilah pukul pukulan antara Deron dan Evan
"STOPPPP"teriak Kiran, yang sudah merasa pusing, kini perutnya terasa mual, Evan dan Deron langsung berhenti dan melihat kearah Kiran
"Huekk"Kiran langsung berlari menuju kamar mandi tamu, rasanya dia ingin memuntahkan semua isi perutnya
"Sayang, kamu kenapa?"teriak Evan dan langsung menyusul Kiran begitupun dengan Deron, saat sudah berada dikamar mandi dilihatnya Kiran sedang memuntahkan isi perutnya, Evan langsung membantu Kiran memegangi rambut Kiran yang tergerai
"Kak kamu kenapa?"tanya Deron panik
"Deron juga gak tau Bun"
"Sayang kamu kenapa nak?"tanya bunda sambil mengelus pipi Kiran
"Aku gak apa-apa kok Bun"ucap Kiran
"Mungkin si cebong rewel Bun"ucap Evan spontan
"Hah, cebong, maksudnya gimana?"tanya Bunda bingung
"Lebih baik kita bahas ini di ruang keluarga aja Bun, gak enak masa ngomong nya di kamar mandi"ucap Evan dan merekapun menurut dan langsung berjalan menuju ruang keluarga
"Nah jadi apa maksudnya?"tanya bunda lagi yang sudah sangat penasaran
"Kiran lagi hamil Bun"ucap Kiran sambil tersenyum lebar
"Hah, serius nak?"
"Iya Bun"Kiran mengangguk sambil terus tersenyum
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya, Bunda seneng denger nya"Bunda tak kuasa lagi menahan air matanya lagi dan langsung memeluk Kiran erat
"Yesss, akhirnya aku sebentar lagi mau jadi uncle"dengan spontan Deron memeluk Evan yang duduk disampingnya, dan Evan langsung mendorong Deron sampai terjungkal
"AAAAWWWW"Deron meringis dan berusaha bangkit
"Apaan sih lo dorong-dorongan segala, sakit tau"omelnya Deron
"Bodo amat"ucap Evan singkat
"Ehhh, udah udah, kalian itu yah kalau ketemu kebiasaan sukanya berantem mulu, gak capek apa?"ucap bunda
"Nggak"ucap Deron dan Evan bersamaan
"Kok lo ngikutin gue ngomong sih"ucap Deron
"Lo yang ngikutin gue"Deron yang kesal langsung memukul Evan dengan bantal sopa, meskipun bantal sofa itu empuk tapi tetap saja kalau mukul nya keras pasti sakit juga
"Udah dong, jangan pada ribut bisa gak"Kiran buka suara, karena sudah merasa pusing dan kesal dengan kelakuan suami dan adiknya itu
"Deron tuh yang mulai"ucap Evan
"Kok gue"Deron tak terima
"Ya lo lah, terus siapa lagi kalau bukan lo"
"Evan cukup atau nanti malam kamu tidur diluar"selama menikah baru kali ini Evan mendengar Kiran menyebutnya tanpa embel-embel kakak atau atau hubby
"Sayang kok kamu ngomongnya gitu sih"
"Dari pada kalian berdua ribut, lebih baik kalian beliin aku cilor, aku laper"ucap Kiran
"Laper lagi? baru aja kamu makan bakso tadi"ucap Evan
"Ya terus kenapa, orang aku lapar, emang masalah buat kamu hah?"Kiran menaikkan nada suaranya, biasalah orang hamil itu sensitif kan, dan jelas semua orang yang ada disana kaget bukan kepalang, karena sebelumnya Kiran belum pernah berbicara sekeras itu pada anggota keluarga nya
"Ehkmm, udah sebaiknya kalian turuti saja kemauan Kiran yah, udah cepetan beliin cilor buat Kiran yah"ucap bunda mencairkan suasana yang tadinya hening
"CEPETAN"teriak Kiran yang sudah sangat kesal
Spontan Evan dan Deron langsung bangkit dan berjalan keluar saat melihat Kiran berteriak.
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku๐ semoga kalian suka sama ceritanya ๐น๐Jangan lupa like and vote nya.
__ADS_1
DIMOHON BIJAK DALAM BERKOMENTAR KARENA AUTHOR JUGA MANUSIA YAH๐