Married At 17

Married At 17
Episode 52 Mengikhlaskan dan bangkit


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan setelah kepergian Evan, kini Kiran sudah lebih baik, dia sudah mulai bisa menerima keadaan dan takdir, Kiran juga berusaha untuk membuka hati kembali, karena bukan hanya kedua orang tuanya saja yang berusaha mendekatkan Kiran dan Doni tapi juga kedua orang tuanya Evan pun mendukung.


"Pagi semuanya"ucap Kiran


"Pagi kakak ku tercinta, hallo keponakan uncle yang tampan"Deron langsung mengambil Kenzo dari gendongan Kiran dan langsung menggendong nya


"kamu yakin nak, kamu mau berangkat kuliah?"tanya Lusi


"Iya Bun, yakin"


"Kamu beneran udah gak apa-apa?"tanya Deri


"Ayah sama bunda tenang aja aku udah gak apa-apa kok, aku gak pengen berlarut-larut dalam kesedihan, kak Evan juga pasti gak suka kalau aku terus-terusan sedih, dia pasti sekarang lagi liat aku di atas sana"ucap Kiran lalu tersenyum, Kiran tidak akan pernah melupakan Evan, Evan akan tetap ada didalam hatinya dan didalam memori kenangan nya, tapi dia juga tidak boleh terus menerus sedih, dia harus menjalani kehidupan nya kembali


"Soal surat wasiat Evan"ucap Lusi


"Aku akan mencoba Bun"Lusi dan Deri pun langsung tersenyum


"Terus kamu kalau kamu ke kampus Kenzo gimana?"tanya Deri


"Bunda emang mau kemana?"


"Bunda sama ayah kan harus berangkat ke luar kota sayang"


"Ohhh iya lupa, ya udah aku bawa aja Kenzo ke kampus"


"Kamu yakin, Kenzo masih kecil loh"


"Ya terus aku harus gimana, kalau pun mau nyewa baby sitter kan gak mungkin juga langsung dateng sekarang"


"Iya sih, ya udah deh gak apa-apa"


Alhasil Kiran pun membawa Kenzo ke kampus, karena tidak ada pilihan lain lagi, Kiran ke kampus diantarkan oleh Deron.


"Aku berangkat sekolah yah kak"ucap Deron saat dia sudah mengantarkan Kiran tepat didepan kampus nya


"Okeh, hati-hati"

__ADS_1


"Kakak juga hati-hati"


"Hmm"Deron langsung menancapkan gas nya dan langsung melaju pergi menuju sekolah


"Eh itu Kiran kan"ucap Ana, mereka kini sedang duduk santai, disana ada Ana, Dila, Ziva, Cakra, Danu, Riki dan juga Doni, mereka langsung mengalihkan pandangannya kearah Kiran


"KIRANNNN"teriak Dila sambil melambaikan tangannya, Kiran langsung melihat kearah sumber suara dan langsung menghampiri Dila dan kawan-kawan


"Hai semuanya"ucap Kiran


"Lo udah mulai ngampus?"tanya Ana


"Hmmm"


"Terus Kenzo lo bawa?"


"Gak ada pilihan lain, di rumah gak ada siapa-siapa jadi Kenzo gue bawa deh"jelasnya


"Sini biar aku gendong Kenzo"ucap Doni dan tidak di tolak oleh Kiran, Kenzo juga anteng-anteng saja bersama Doni


"Kenapa, pengen punya anak yah, nikah dulu lah baru punya anak"ucap Kiran


"Ihhh, kamu mah"Ziva mengercutkan bibirnya


"Bentar lagi dosen masuk nih, kita ke kelas yuk"ajak Dila


"Ayo"


"Sini Kak Kenzo nya"


"Nggak usah, kamu masuk kelas aja, Kenzo biar aku yang jaga, kelas aku mulainya masih lama kok"


"Tapi.."


"Udah lah Ran, biarin aja kak Doni jagain Kenzo"Dila langsung menarik tangan Kiran, akhirnya Kiran membiarkan Kenzo bersama Doni


Kiran pun mengikuti pelajaran yang dosennya berikan dengan penuh konsentrasi, dia terus mencerna apa yang dosennya jelaskan, beberapa menit kemudian dosen pun mengakhiri pelajaran, dan waktunya Kiran pulang.

__ADS_1


Di depan kelas Kiran, terlihat Doni yang sedang menggendong Kenzo, sambil sesekali mencium pipi gembul Kenzo.


"Kak Doni, sini Kenzo nya"Doni langsung memberikan Kenzo pada Kiran


"Makasih yah, aku pulang dulu"ucap Kiran dan langsung melenggang pergi tanpa menunggu Doni menjawab


Doni langsung menghela nafas kasar, dan langsung menuju kelasnya.


Kiran kini sudah sampai di rumah dan langsung memandikan Kenzo.


"Deronnn"teriak Kiran


"Iya kak"Deron langsung menghampiri Kiran


"Ini kakak titip dulu Kenzo, kakak mau mandi terus masak, kalau dia rewel kamu kasih susu ini"ucap Kiran lalu memberikan satu botol susu pada Deron, Kiran memang sering memompa asi nya, karena untuk berjaga-jaga saja.


"Okeh siap"Deron langsung membawa Kenzo ke kamarnya


"Heh gembul, kapan kamu gede hah?"Deron berbicara dengan Kenzo, Kenzo yang memang belum mengerti hanya menatap Deron


"Kalau di lihat-lihat Kenzo beneran mirip banget sama Evan yah, huh kok gue jadi kangen sama kakak ipar laknat itu yah, biasanya gue pasti adu mulut mulu sama dia..."


"Ken uncle kangen sama Papa kamu, kangen adu mulut sama dia, nanti kalau kamu udah besar, sifat kamu harus mirip sama Papa kamu yah, biar bisa adu mulut sama uncle"


"Tapi kalau nanti sifat kamu mirip sama Papa kamu, bisa-bisa mama kamu pusing lagi ngurusin kamu yang bandel"


"Tapi ya udah lah gak apa-apa, nanti uncle jewer telinga kamu kalau kamu bandel"lanjut Deron


Mohon maaf yah sama kalian semua yang kecewa karena Evan meninggal, tapi author udah planning cerita ini dari awal-awal dibuat, sekali lagi maaf dan terimakasih.


Mohon bijak dalam berkomentar.


Bonus nih, aku update lagi😊


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.


Maaf kalau ada typo yah.

__ADS_1


__ADS_2