Married At 17

Married At 17
Episode 79 kekesalan Angga


__ADS_3

Dikediaman Angga, anak itu sekarang sedang uring-uringan karena mamanya yang selalu menyuruhnya ini dan itu.


"ANGGA"suara Dila menggelegar di semua sudut rumah, baru saja Angga akan merebahkan tubuhnya dikasur tapi mamanya sudah memanggilnya lagi


"Ck, repot banget sih, baru aja gue mau tidur, belum lahir aja udah nyusahin"gerutu Angga seraya berjalan menuju mamanya yang sedang menonton tv


"Ang.. "ucapan Dila terpotong saat dia melihat Angga yang sudah berdiri di samping nya


"Apa lagi?"ketus Angga


"Hehehe, jangan manyun dong"


"Ck iya ada apa lagi mama ku tersayang"Angga memaksakan senyumnya


"Tolong beliin mama buah kedondong yah, mama pengen banget makan buah kedondong"


"Kenapa gak suruh papa aja mah, papa yang ngehamilin kok aku yang repot sih"gerutu Angga, Riki yang juga sedang duduk disamping sang istri hanya mendelik kearah Angga


"Mama kan maunya kamu yang beli"Riki pun lantas mengejek Angga dengan menjulurkan lidahnya


"Ck, ya udah mana uangnya!"Dila pun memberikan uang dua ratus ribu pada Angga, Angga langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil jaket, kunci motor serta helm.


Angga langsung melajukan motornya dengan kecepatan pelan, bahkan sangat pelan.


"Ck cari dimana yah buah kedondong"gerutu Angga yang kini sudah menghentikan laju motor nya di sisi jalan


"Gue kerumah Kenzo aja deh, persetan dengan buah kedondong"Angga langsung melajukan motornya menuju rumah Kenzo


Tok tok tok

__ADS_1


"KENZOOOOOOO"teriak Angga yang sudah kepalang kesal dengan kedua orangtuanya, yang seenaknya menyuruhnya ini dan itu, dan tidak membiarkan dia beristirahat


"Itu kayak suara Angga Ken"ucap Doni


"Iya, buka gih pintunya"lanjutnya Kiran, Kenzo pun langsung beranjak dari duduknya dan membukakan pintu utama dan benar saja Angga sedang berdiri didepan rumahnya dengan raut wajah yang tidak terlihat baik-baik saja, rambut acak-acakan, muka ditekuk udah kayak anak kecil yang gak dikasih jajan.


"Kenapa tuh muka, jelek amat"ucap Kenzo


"Gue lagi kesel anjinv"


"Kenapa lagi?"


"Ck biarin gue masuk dulu kek, masa cerita didepan pintu gini sih"


"Oh iya lupa gue"Kenzo hanya nyengir, dan langsung mempersilahkan Angga untuk masuk kerumahnya, Angga dan Kenzo pun langsung bergabung dengan Kiran, dan Doni yang sedang anteng menonton tv, sedangkan Kaivan sudah pergi kekamar nya, katanya sudah mengantuk


"Eh Angga, kamu kenapa kok mukanya ditekuk gitu sih?"tanya Kiran


Drttt drttt drttt


Angga langsung merogoh saku celananya untuk mengambil handphone yang berbunyi.


"Nah ini, coba liat tan, udah nelpon lagi kan"ucap Angga dan mau tak mau dia langsung mengangkat telepon dari mamanya


"Angga kamu dimana sih, mama nungguin kamu nih, cepetan cariin buah kedondong nya, gak pake lama, kalau nggak uang jajan kamu mama potong, dan fasilitas kamu mama tarik"ocehnya Dila, Angga yang memang dasarnya tidak ingin memiliki adik lagi karena alasan uang jajan dan kasih sayang kedua orangtuanya, dan sekarang Dila menyinggung tentang hal itu, dan Angga benar-benar merasa sangat kesal dan marah, Angga berfikir adiknya belum lahir saja tapi mamanya sudah seperti ini padanya biasanya dia tidak pernah memarahinya karena hal sepele, bagaimana kalau nanti adiknya sudah benar-benar lahir ke dunia, hancurlah kehidupan Angga.


"Angga, Angga kamu denger mama gak sih, kamu mau jadi anak durhaka hah..."ucapan Dila terpotong saat Angga langsung membantingkan handphone nya begitu saja dengan sangat keras, dan alhasil handphone nya hancur lebur. Doni, Kiran dan Kenzo langsung tersentak saat Angga membanting handphone nya.


"Eeeee ekhmm, Angga kamu gak apa-apa?"tanya Kiran langsung menghampiri Angga yang terduduk sambil menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Aku gak papa"ucap Angga lemah


"Tadi mama kamu ngomong apa?"tanya lagi Kiran


"Nggak kok tan, aku pergi dulu yah tan"tanpa menunggu jawaban dari Kiran Angga langsung berjalan keluar dari rumah Kenzo, moodnya kini benar-benar sedang tidak baik, Angga melajukan motornya tanpa tujuan, dia benar-benar kesal dengan mama dan papanya, Angga pun memutuskan untuk pergi kemarkas papanya dulu saat masih SMA, dia ingin menenangkan pikirannya sejenak, untuk malam ini dia memutuskan untuk tidak pulang.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, tapi Angga masih tidak berniat untuk pulang, sedangkan di rumahnya Dila merasa khawatir sekaligus merasa bersalah pada Angga.


"Pah kamu coba telepon kak Doni, kali aja Angga ada disana"titahnya Dila


"Iya bentar"Riki langsung menelpon Doni, sedangkan Doni dia sedang asik berada didalam mimpi sambil memeluk sang istri, karena bunyi handphone nya Doni terpaksa membuka matanya.


"Hallo"ucap Doni dengan suara khas orang bangun tidur


"Don, Angga ada dirumah lo gak?"


"Nggak, emangnya dia belum balik?"


"Belum, makannya gue nanya sama lo, gue khawatir sama tuh anak"


"Tadi sih dia sempet datang kerumah, terus pas Dila telpon, Angga kayaknya marah dia langsung banting handphone nya, terus dia pamit pergi, gue kira dia pulang kerumah"


"Beneran lo?"


"Iya, gue saranin deh, lo nasehatin Dila supaya jangan terlalu nyuruh Angga ini itu, lo tau sendirikan dia itu gak mau punya adik, karena takut kasih sayang kalian terbagi, jadi lo sebagai bapak harusnya tunjukkin sama dia meskipun nanti dia punya adik tapi kasih sayang lo berdua sama Angga gak bakal luntur, alias gak bakal beda bedain"


"Huhhh, iya deh makasih sarannya, gue tutup teleponnya, sorry gue ganggu"


"Okeh, santai aja"

__ADS_1


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.


Maaf kalau ada typo yah.


__ADS_2