Married At 17

Married At 17
Episode 88 Kangen Papa Evan


__ADS_3

Setelah selesai acara perpisahan disekolah, Kenzo beserta keluarganya sedang dalam perjalanan menuju makam Evan.


Tidak memerlukan waktu lama mereka sudah sampai di makam Evan, yang sudah mulai ditumbuhi rumput.


Kenzo langsung berjongkok di depan makam Evan, lalu mencabuti rumput yang ada di makam Evan, diikuti oleh Doni, Kaivan dan Kiran.


"Hallo Pah, aku kangen sama papa, gimana kabar papa? pasti baik-baik aja kan"ucap Kenzo sambil mengelus batu nisan milik Evan


"Aku udah lulus SMA Pah, Papa pasti bangga kan sama aku, aku juga makin ganteng, Kaivan mah kalah, dia mah jelek"Kaivan langsung menatap tajam Kenzo, jika tidak sedang di makam, mungkin Kaivan akan langsung menghajar abangnya itu.


"Aku gak tau harus ngomong apa lagi sama Papa, Oh iya, papa tau gak mommy sering banget ngomel, Daddy juga, tapi mereka tetep sayang kok sama aku, mereka ngomel mulu karena aku nakal mungkin, tapi papa juga dulu kan nakal, jadi papa jangan marahin aku, aku sayang sama Papa, Daddy, Mommy, Kaivan"lanjutnya


"Pah, katanya Daddy sama Kaivan pengen ngomong sama papa, nanti kalau papa datang ke mimpinya Kaivan, marahin Kaivan yah, kalau perlu pukul aja dia, kalau nggak bawa aja dia sekalian"


"Kurang ajar lo, kakak durhaka"Kaivan langsung memukul punggung Kenzo cukup keras


"Papa Evan liat sendirikan, bang Kenzo nyebelin banget, rasanya pengen aku mutilasi aja"Doni dan Kiran hanya terkekeh melihat tingkah kedua putranya itu


"Papa Evan nanti kalau datang ke mimpinya bang Kenzo, papa bilang yah sama dia, jangan bikin kesel terus, jangan jahil sama Kaivan terus, jangan nakal lagi, kasihan mommy sama Daddy, satu lagi jangan pelit sama Kaivan"


"Emangnya lo gak pernah bikin masalah apa?"tanya Kenzo


"Pernah, tapi gak separah lo"


"Udah jangan pada ribut, Daddy mau ngomong sama papa Evan"ucap Doni mencoba melerai perdebatan unfaedah Kenzo dan Kaivan

__ADS_1


"Van, gue rasa gue udah besarin Kenzo dengan baik, yang tenang yah disana, sumpah demi apapun Kenzo sebelas dua belas sama lo, bener-bener fotocopy lo"


"Kita disini akan selalu mengingat lo, makasih lo udah kasih kepercayaan sama gue buat jagain Kenzo sama Kiran, dan satu lagi, asal lo tau Kiran masih cinta dan sayang sama lo, tapi dia juga cinta juga sama gue, intinya dia cinta sama kita berdua"


PLAKK


Kiran memukul bahu Doni.


"Kenapa sih sayang?"tanya Doni


"Kak Evan, mas Doni sekarang berubah tau, kak Evan kan tau dulu mas Doni itu orang paling bijak diantara kak Evan sama kak Riki, tapi sekarang dia kayaknya udah ketularan sama Kenzo deh, jadi kayak gitu, orang yang paling waras di rumah cuma aku sama anak bungsu aku yang paling ganteng, siapa lagi kalau bukan Kaivan"


"Kenzo juga waras mom"protes Kenzo


"Iya in aja deh, biar kalian seneng, iya gak dek"


"Iya mom, semerdeka mereka aja"ucap Kaivan


Setelah selesai berkunjung ke makam Evan, mereka langsung pulang karena hari pun sudah mulai gelap.


Mereka semua masuk kedalam kamarnya masing-masing untuk mandi, lalu setelah mandi mereka akan makan malam bersama.


Dikamar, Kenzo sedang mengacak-acak lemarinya, entah sedang mencari apa.


"Anj kolor gue yang motif Marsha and the bear kemana"Kenzo berbicara sendiri sambil terus mencari kolor nya

__ADS_1


"Ini pasti kerjaan Kaivan nih, kalau bukan dia siapa lagi yang berani nyolong kolor gue"Kenzo pun keluar dari kamarnya dan langsung masuk kedalam kamar Kaivan


"Heh anjig"Kenzo menendang kecil kaki Kaivan yang sedang berbaring sambil memainkan handphone nya


"Apaan dah, ngegas mulu lo"


"Dimana kolor gue?"


"Kolor yang mana lagi, kolor yang motif kodok kan udah gue kembaliin sama lo"


"Kolor yang motif Marsha and the bear, itu gue belinya mahal tau, lo harus ganti kalau sampe kolor gue ilang"


"Ohhh kolor yang itu, ada kok"ucap Kaivan santai


"Mana cepetan!"Kaivan langsung bangun dan berjalan menuju lemari miliknya, dia pun mengeluarkan kolor milik Kenzo yang bermotif Marsha and the bear


"Nih, cuma kolor doang ribut banget lo"


"Cuma lo bilang, ni kolor mahal, harganya satu juta, jadi lo jangan main-main"author juga gak tau, emang ada yah kolor yang harganya satu juta, hihihi.


Setelah Kenzo mendapatkan kolor miliknya, dia langsung bergegas pergi keluar kamar Kaivan, dan kembali menuju kamarnya.


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.


Maaf kalau ada typo yah.

__ADS_1


__ADS_2