Married At 17

Married At 17
Episode 78 Rumit


__ADS_3

Di kejauhan terlihat seorang gadis yang sedari tadi sudah memperhatikan interaksi antara Kenzo dan Cia, hatinya terasa sakit, tapi dia tidak bisa melakukan apapun, perlahan air matanya terjatuh tanpa diminta.


"Hehehe, sorry kak, aku cuma disuruh sama Kaivan"ucap Cia mencoba untuk tidak salah tingkah setelah dia nyosor


"Lah ngapa jadi gue"


"Kan emang lu yang nyuruh gue cium kak Kenzo"


"Iya tapi lo juga mau kan?"Cia yang mendengar penuturan Kaivan langsung membulatkan matanya


"Udah udah, gak usah berantem"ucap Kenzo mencoba menengahi


"Jangan lupa dimakan yah kak, karena ini khusus Cia yang masak sendiri dengan rasa cinta"Cia bisa dibilang cukup bar-bar dan blak blakkan, tapi dia tetaplah gadis kecil yang manja


Kenzo hanya tersenyum mendengar penuturan Cia, apakah benar Cia mencintai dirinya? sejak kapan? apakah cinta itu hanya cinta monyet atau cinta yang sesungguhnya? pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul di kepala Kenzo.


Setelah Kenzo menerima kotak makan dari Cia, dia langsung kembali ke kelasnya sedangkan Cia dan Kaivan pamit untuk pulang.

__ADS_1


Bel pulang berbunyi, Kenzo langsung bergegas untuk pulang, tapi baru saja dia melangkah, dia merasakan tangannya ditahan oleh seseorang, Kenzo langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menahan tangannya.


"Ken"panggil Letta, didalam kelas hanya ada Kenzo, Ares, Angga dan Letta dan yang lainnya sudah pulang lebih dulu


"..."Kenzo hanya diam dengan tatapan dinginnya, jujur saja baru kali ini Letta melihat Kenzo sedingin ini padanya


"Kenzo, aku minta maaf atas nama mama aku, aku mohon kamu jangan jauhin aku Ken, aku sayang sama kamu"ucap Letta yang sudah berurai air mata


"..."Kenzo masih terdiam, dia bisa saja memaafkan Letta tapi untuk dekat dengannya lagi rasanya tidak, meskipun Letta tidak bersalah dalam masalah ini, tapi tetap saja dia tidak bisa terima ternyata ibunya Letta yang telah menyebabkan papanya meninggal, dia hanya berfikir logis, bagaimana mungkin nanti dia menikah dengan Letta dan tinggal satu atap dengan orang yang menyebabkan papa nya meninggal.


"Ken"Letta mengguncang tangan Kenzo pelan, Ares dan Angga hanya diam memperhatikan Kenzo dan Letta, mereka berdua juga sudah mengetahui semuanya entah mereka tahu dari siapa.


"Kenzo aku mohon"entah kenapa sekarang perasaannya pada Letta seakan-akan terbuang begitu saja, dia tidak pernah membenci Letta ataupun menyalahkannya, hanya saja seakan-akan dia tidak mau berurusan lagi dengan orang yang telah membuat papa nya meninggal.


"Jauhi gue"ucap Kenzo masih dengan ekspresi dinginnya


"Nggak bisa Ken"Kenzo menghela nafas, dan langsung menatap Letta dengan tatapan tajamnya

__ADS_1


"Gue mohon, jauhi gue"ucap Kenzo dan langsung melenggang pergi meninggalkan Letta, Ares dan Angga


Ares dan Angga langsung menghampiri Letta dan menepuk bahu gadis itu, dia terisak menatap punggung tegap milik Kenzo.


"Lo harus coba lupain dia, dan asal lo tau Lett, Kenzo gak pernah nyalahin apalagi benci sama lo, dia hanya tidak ingin berurusan lagi dengan masalah ini, lo harus bisa mengerti Lett, semua ini berat buat Kenzo dan juga lo, gue tau itu, tapi lo harus berusaha untuk lupain dia"ucap Ares, Letta hanya diam mendengarkan penuturan Ares


"Kita pergi duluan"lanjut Ares, Angga dan Ares pun pergi menyusul Kenzo dan tinggallah Letta sendirian, dia masih setia menitikkan air matanya.


"Assalamualaikum mah"ucap Letta, yang baru saja sampai dirumahnya


"Waalaikumsalam"Gisel langsung menghampiri putri tercintanya itu


"Kamu kenapa sayang, kamu habis nangis?"tanya Gisel, tanpa mengatakan apapun lagi Letta langsung memeluk Gisel dan menangis dipelukan Gisel.


Letta benar-benar merasa sedih akan hal yang terjadi padanya, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan mamanya, baik buruk nya Gisel, dia tetap ibu kandungnya Letta, dia tidak boleh bersikap buruk pada Letta, sesungguhnya semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan entah itu kesalahan kecil ataupun besar, karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, manusia tidaklah luput dari dosa, selagi masih memiliki kesempatan untuk berubah, maka berubahlah menjadi lebih baik lagi, tidak ada kata terlambat untuk berubah.


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.

__ADS_1


Maaf kalau ada typo yah.


Mohon bijak dalam berkomentar.


__ADS_2