
"Sayang aku gak bisa jemput kamu, ada meeting penting dikantor, maaf yah, aku udah bilang sama Doni, jadi nanti kamu pulang sama Doni"tulisnya Evan dalam pesan WhatsApp
Kiran yang sudah membaca pesan dari Evan, langsung berjalan menuju parkiran untuk menunggu Doni, saat diperjalanan menuju parkiran dia berpapasan dengan Gisel dan Cici, sebenarnya Kiran tidak takut dengan mereka berdua, tapi melihat keadaannya yang sekarang sedang hamil besar jadi dia merasa agak khawatir, takut takut mereka berdua melakukan hal yang tidak tidak pada dirinya.
"Wahhh ada ibu hamil nih"ucap Gisel, Kiran hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan
"Mau lenyapin ibunya dulu atau anaknya dulu nih"ucap Cici, Kiran yang mendengarnya merasa kaget dan takut terjadi apa-apa dengan bayi yang ada dikandungan nya
"Jangan macam-macam kalian!"Kiran angkat bicara
"Kenapa? lo takut?"ucap Gisel meremehkan Kiran
"KIRAN"teriak Doni yang tiba-tiba muncul, Kiran menghela nafas, bersyukur dengan kedatangan Doni yang tepat pada waktunya
"Ck, gagal lagi kan"ucap Gisel kesal
"Mau ngapain lo berdua?"tanya Doni
"Bukan urusan lo"
"Jelas itu urusan gue, Kiran itu istri sahabat gue"
"Bukannya lo suka yah sama Kiran, hah berani banget lo nikung sahabat lo sendiri, dasar munafik"ucap Gisel
"Kurang ajar lo, gue emang suka sama Kiran tapi gue gak kayak lo, yang menghalalkan segala cara buat dapetin apa yang lo mau, cinta itu gak harus memiliki, melihat orang yang kita cintai bahagia itu udah lebih dari cukup buat gue, dan satu lagi jangan pernah gangguin Kiran lagi, kalau lo masih mau selamat, gue yakin kalau Evan tau lo mau nyelakain Kiran, dia pasti bakal habisin lo meskipun lo cewek"ucap Doni dan langsung menarik tangan Kiran dan meninggalkan Gisel dan Cici
Kiran masih tidak mengerti dengan apa yang Doni ucapkan tadi, Doni menyukai dirinya? sejak kapan?
Saat didalam mobil tidak ada pembicaraan dari Kiran dan juga Doni, mereka bergelut dengan pikirannya masing-masing.
"Bodoh banget sih gue, kenapa lagi gue harus bilang itu di depan Kiran, ahhhh dasar Doni bodoh lo"gerutu Doni dalam hati
"Hmmm, Kiran"Doni mulai membuka suara
"Ehh iya"Kiran langsung menengok kearah Doni
"Maaf soal tadi, aku gak bermaksud"ucap Doni dengan hati-hati
"Iya gak apa-apa kak"
__ADS_1
"Aku harap kamu gak ngejauh dari aku gara-gara masalah tadi"
"Nggak kok kak, kak Doni juga baik sama aku dan kak Evan, jadi gak usah dipikirin, lagi pula yang namanya perasaan gak bisa ditebak jadi itu hal yang wajar"ujar Kiran
"Iya, makasih"beberapa menit kemudian mereka sudah sampai tepat didepan rumah Doni, baru saja Doni dan Kiran keluar dari mobil dan mobil Evan baru saja datang.
"Sayang"panggil Evan yang masih berada didalam mobil
"Hubby"
"Ayo kita pulang! Don makasih yah udah jagain Kiran"
"Yoi santai"
"Kak aku pulang yah"ucap Kiran
"Iya"Kiran langsung berjalan menuju mobil Evan, dan langsung masuk kedalam mobil Evan.
Dirumah Kiran sedang duduk diruang tv menonton kartun Upin Ipin, sambil memakan cemilan, bersama Evan yang sedang bermain game di handphonenya.
"Sayang"panggil Evan
"Hmmm"
"Nggak apa-apa kok, kamu kok bisa tau sih?"
"Doni kasih tau aku, kamu kalau ada apa-apa jangan diem aja, ngomong sama aku"Evan kini sudah menghentikan acara bermain gamenya dan menatap Kiran
"Iya maaf, lagi pula aku gak apa-apa kok"Evan langsung memeluk Kiran dan mencium keningnya penuh dengan kasih sayang.
Keesokan harinya tepat hari Minggu sesuai rencana mereka untuk berkunjung ke rumah Mama dan Papa nya Evan, lebih tepatnya mertua Kiran.
"Sayang kamu udah selesai dandannya?"
"Udah ayo"Kiran langsung menggandeng tangan Evan
Diperjalanan mereka isi dengan obrolan ringan dari mulai obrolan yang berfaedah sampai yang tidak berfaedah, sesekali mereka tertawa.
__ADS_1
"Sampaii"ucap Evan, mereka berduapun turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah
"Mamaaaa"teriak Evan
"Ehhh kalian, kok gak bilang sih kalau mau kesini, kan mama jadinya gak masak banyak"
"Gak apa-apa kok mah, lagi pula kita juga udah makan"ucap Evan
"Mantu Mama, makin cantik aja, berarti tiga bulan lagi yah kamu melahirkan nak?"
"Iya mah, Kiran udah gak sabar pengen liat baby"
"Iya sayang sebentar lagi"
"Liana mana mah?"tanya Evan yang tak melihat keberadaan Liana
"Palingan masih dikamarnya"
"Kakakkkk"terdengar suara cempreng yang berada dari arah tangga, dilihatnya Liana yang sedang berlari menuruni tangga, dan langsung memeluk Evan sang kakak
"Liana kangen kak, kakak jarang banget kesini, mentang-mentang udah punya istri"
"Uluh uluh, adik kesayangannya kakak ini, tapi kan kakak sekarang kesini, jangan cemberut dong"Evan mencubit pipi Lian, Kiran yang melihat merasa senang melihat kedekatan antara Liana dan juga Evan
"Ehhh kakak ipar ku, wihhh perutnya udah gede aja nih, bentar lagi lahiran dong"
"Hehehe iya dong, bentar lagi kamu bakal jadi aunty"
"Hai dede bayi cepet lahir yah, aunty gak sabar pengen liat kamu"ucap Lian sambil mengelus perut Kiran.
"Eh ada apa nih rame-rame?"tanya papa yang baru saja tiba entah habis dari mana
"Papa habis dari mana?"tanya Evan
"Habis ngurusin tanaman di taman belakang"
"Ohhhh"Evan hanya ber oh
"Ya udah papa ke kamar dulu, mau bersih-bersih dulu"
__ADS_1
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
Maaf kalau ada typo yah.