Married At 17

Married At 17
Episode 42 Ancaman gak di kasih jatah


__ADS_3

Didalam kamar Evan dan Kiran sedang berbaring santai sambil sedikit mengobrol, dari mulai membicarakan teman-temannya, kerjaan Evan, tugas kampus, sampai membicarakan tentang buah hati mereka yang sebentar lagi akan lahir.


"Sayang kira-kira anak kita laki-laki atau perempuan yah?"ucap Kiran, kini Kiran sudah tidak ngambek lagi


"Mau laki-laki ataupun perempuan sama saja yang terpenting mereka lahir dengan selamat"ucap Evan sambil tersenyum dan mengelus punggung Kiran, mereka berbaring sambil berpelukan


"Terus kamu sendiri gak ada niatan buat USG liat jenis kelamin anak kita?"tanya Evan


"Hmmm, nggak deh, biar surprise aja"ucap Kiran seraya mengeratkan pelukannya pada Evan, dan Evan pun membalas pelukannya, merekapun terlelap tidur, dan bergelut dengan mimpinya masing-masing.


Matahari sudah menampakkan dirinya, cahaya bulan yang semalam di ganti dengan sinar matahari yang begitu cerah.


Terlihat dua insan yang masih tertidur pulas, dan jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. pukul 4 pagi tadi, Evan dan Kiran bangun untuk beribadah sholat subuh, dan setelah sholat subuh mereka melanjutkan tidurnya, karena jadwal kelas mereka siang.


Kiran mulai mengerjapkan matanya, dan dengan hati-hati dia menyingkirkan tangan Evan yang terlingkar di pinggangnya, lalu segera pergi menuju kamar mandi, setelah selesai mandi dan berganti pakaian Kiran langsung membangunkan Evan yang masih setia dengan tidurnya.


"Hubby bangun udah siang"Kiran membangunkan Evan sambil menepuk pelan pipi Evan


"Eughhh"Evan hanya menggeliat dan mengganti posisi tidurnya saja, tanpa berniat untuk bangun


"Hubby bangun"Kiran mencoba menarik tangan Evan

__ADS_1


"Lima menit lagi"ucap Evan malas dengan mata yang masih terpejam


"Bangun atau gak aku kasih jatah satu bulan"ancamnya Kiran, dengan segera Evan langsung bangun dari tidurnya dan duduk dengan ekspresi wajah orang yang baru bangun tidur, rambut acak acakan, tidak pake baju, Evan memang terbiasa tidur tanpa memakai baju atasannya, entah hanya Evan saja atau memang semua laki-laki seperti itu.


"Di ancam masalah itu, baru mau bangun"gerutu Kiran sambil memegang pinggangnya, karena keadaan perut yang sudah membesar Kiran jadi agak susah untuk bergerak.


"Kamu jahat banget yank, masa aku gak kamu kasih jatah satu bulan"Evan cemberut


"Makannya cepet bangun, mandi, aku mau masak"ucap Kiran sambil berjalan menuju lantai bawah untuk memasak, dengan hati-hati Kiran menuruni setiap tangga, dan sampailah di dapur.


Kini Evan dan Kiran sedang sarapan bersama dengan sangat tenang.


"Hubby, nanti Minggu kita main ke rumah Mama yuk"ajak Kiran


Pada jam 10 pagi mereka berdua bersiap untuk pergi ke kampus, tapi mendadak Evan ada meeting penting di kantor, dan Alhasil Evan menitipkan Kiran pada Doni, dan Evan izin untuk tidak masuk kuliah.


"Don nitip Kiran sama si cebong yah, awas lo jangan sampe ada yang lecet"ucap Evan


"Iya kali kalem aja, tenang Kiran bakal aman sama gue"


"Okeh bagus, kalau gitu gue pergi dulu"

__ADS_1


"Sayang, aku berangkat yah"Kiran menyalami tangan Evan dan Evan mencium kening Kiran


"Hati-hati"Evan hanya tersenyum dan langsung melajukan mobilnya


"Kita berangkat sekarang?"tanya Doni


"Iya kak"Doni langsung membukakan pintu mobil untuk Kiran, Doni langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Ahkk"Kiran meringis saat merasa perutnya ditendang oleh si cebong, Doni yang mendengar langsung mengalihkan pandangannya kepada Kiran


"Kamu kenapa?"tanya Doni


"Baby nya nendang mulu"dengan tanpa sadar Doni mengulurkan tangannya dan mengelus perut Kiran, Kiran yang melihat perlakuan Doni sontak kaget, begitupun dengan Doni, dia langsung menyingkirkan tangannya dari perut Kiran


"Maaf aku tadi..."ucapan Doni terpotong


"Nggak apa-apa kok, mungkin dia pengen lebih deket sama uncle nya, yakan baby"Kiran berbicara dengan baby yang masih ada diperutnya itu, dan Doni hanya tersenyum canggung.


Saat sudah sampai di kampus, Doni langsung mengantar Kiran menuju kelasnya, Kiran sempat menolak untuk diantarkan Doni menuju kelasnya, tapi Doni keukeuh.


"Makasih kak Doni, aku masuk dulu"

__ADS_1


"Iya"Setelah mengantarkan Kiran, Doni langsung pergi menuju kelasnya.


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.


__ADS_2