
Beberapa hari kemudian, Kiran sudah mulai ospek di kampus barunya, yang tepatnya satu kampus dengan suaminya.
Dila pun satu kampus dengan Kiran, katanya sih gak mau pisah sama Kiran.
"Sayang ayo"ucap Kiran bersemangat
"Semangat banget"
"Iya dong, kan mau ospek jadi harus semangat"
"Tapi ingat, harus hati-hati jangan terlalu kecapean, kamu sekarang gak sendirian, kamu harus jaga anak kita okeh"
"Siap boss"Kiran memberi hormat pada Evan
"Hahaha, ya udah ayo berangkat"
"Go go go"Evan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang semakin manja
Kini Evan sedang di perjalanan menuju universitas Brajaya, beberapa menit kemudian dia sudah sampai diparkiran kampus.
Dilihatnya Dila sedang berdiri bersama Riki dan juga Doni, sepertinya mereka sedang menunggu Kiran dan Evan.
"Dilaaaa"teriak Kiran sambil berlari menghampiri Dila
"Ehhh, lo jangan lari-lari Ran, gue takut liatnya, lo kan lagi hamil"ucap Dila
"Eh iya, lupa gue"ucap Kiran sambil nyengir kuda
"Gue mau ke si raga dulu yah"ucap Evan
"Mau ngapain lo?"tanya Riki
"Gue mau nitipin Kiran, supaya jangan terlalu di bikin capek, lo tau sendirikan keadaan nya yang lagi hamil muda, gue takut soalnya"jelasnya
"Ouhh, iya sih bener juga"
Evan pun langsung bergegas menemui raga dengan membawa Kiran sekaligus.
"Hubby kita mau kemana sih, sebentar lagi acara ospek nya mulai loh"
"Udah ikut aja"Dilihatnya raga sedang mengobrol dengan Dena, Evan pun langsung memanggil nya, raga adalah ketua panitia penyelenggara ospek
"Ragaaa"teriak Evan, dengan spontan raga menengok ke arah sumber suara
"Ada apa?"tanya raga sambil memperhatikan Kiran dari atas sampai bawah, dan itu tak luput dari perhatian Evan, Evan langsung menendang kaki raga
"Aww, njirr, ngapa sih lo? sakit bego"ucap raga kesal
"Jaga mata lo njing, jangan liatin istri orang sembangarang"
"Apa istri? dia istri lo, sejak kapan lo nikah?"
__ADS_1
"Kepo lo, intinya gue kesini mau bilang sama lo, jangan bikin Kiran istri gue terlalu capek karena dia lagi hamil muda, ngerti gak?"
"Dia mahasiswa baru?"
"Iyah, ngerti gak lo?"tanya Evan lagi
"Iya iya gue ngerti"
"Bagus, awas aja lo, kalau istri sama calon anak gue kenapa-napa, gue hajar lo"ancamnya Evan
"Santai kali, udah tenang aja nanti biar istri lo di dampingi sama Iren, princess gue"
"Okeh, ya udah, gue permisi"Evan langsung menarik kembali tangan Kiran untuk pergi
"Ran, ayo kesana, kita disuruh kumpul disana"ajaknya Dila
"Hubby aku kesana yah"
"Iya hati-hati"Evan langsung mencium kening Kiran
Kiran dan Dila pun langsung berjalan menuju tempat semua mahasiswa baru berkumpul.
"Hai kenalin nama aku Ziva, dan ini temen aku Ana"ucap Ziva sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kiran dan Dila
"Hai juga, aku Kiran"
"Aku Dila, salam kenal yah"ucap Dila ramah
"Kalau boleh tau kalian masuk jurusan apa?"tanya Ana
"Waahhh, kita satu jurusan loh, semoga kita bisa jadi temen yang baik yah"ucap Ziva
"Iya, pastilah harus"ucap Dila
"PERHATIAN SEMUANYA"ucap raga memakai mic
Semua mahasiswa pun langsung mengarahkan pandangannya pada raga yang sedang berbicara di depan.
"Karena kalian baru menjadi mahasiswa di universitas Brajaya, kita akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok, lalu kami akan membawa kalian berkeliling melihat suasana universitas Brajaya..."saat raga sedang menjelaskan tiba-tiba Kiran merasa mual
"Hoekk"Kiran berusaha menahannya agar tidak muntah, tapi tetap saja tidak bisa
"Lo kenapa Ran?"tanya Dila panik
"Aduh gimana nih?"Dila semakin panik, raga yang melihatnya langsung berhenti berbicara dan memperhatikan Kiran sebentar
"Itu yang disana, kenapa?"tanya raga, otomatis semua pandangan mahasiswa tertuju pada Dila dan Kiran
Kiran yang sudah tidak kuat lagi ingin memuntahkan isi perutnya segera menutup mulutnya menggunakan sapu tangan yang dia bawa dan memuntahkannya, dia terpaksa melakukan itu karena mau ke kamar mandi pun dia tidak tau kamar mandinya dimana.
Raga langsung menghampiri Kiran dan Dila, Kiran kini sudah berjongkok.
__ADS_1
"Kenapa?"tanya raga
"Ini kak dia mual"ucap Dila
"Ya udah kamu temani dia ke kamar mandi, lalu bawa dia ke ruang kesehatan"titahnya raga
"Tapi kak kita kan gak tau dimana kamar mandinya"ucap Dila
"Bentar, Ren kamu temenin mereka ke kamar mandi"titah raga
"Okeh"
"Dia istrinya si Evan, kamu jagain dia yah, nanti kalau dia kenapa-napa aku yang babak belur"bisiknya raga
"Evan udah nikah?"tanya Iren
"Aku juga gak tau, kata si Evan sih gitu, tadi dia nyamperin aku soalnya"
"Ohhh"Iren pun segera membawa Kiran menuju kamar mandi, di dalam kamar mandi Kiran langsung memuntahkan hampir semua isi perutnya, Iren membantu Kiran sambil memijat tengkuk Kiran
"Ini kamu pake kayu putih dulu"Iren mengoleskan kayu putih ke perut Kiran
"Makasih kak, maaf jadi ngerepotin"ucap Kiran merasa tidak enak
"Nggak apa-apa kok, jangan sungkan"ucap Iren ramah
Brakkk
Evan tiba-tiba masuk kedalam kamar mandi dan tentu mengagetkan Kiran dan Iren.
"Kamu gak kenapa yank? tadi kata raga kamu mual yah, si cebong nakal banget sih..."ucap Evan
"Heh cebong, kamu jangan buat Mama kamu susah okeh, jangan rewel mulu"ucap Evan sambil menghadap ke perut Kiran
Iren yang melihatnya merasa heran dan merasa aneh.
"Hubby dia anak kamu bukan cebong"protes Kiran
"Jadi istri lo lagi hamil Van?"tanya Iren
"Iya"
"Sejak kapan? terus kapan lo nikahnya?"
"Lo sama raga sama-sama kepoan, cocok banget tau, lebih baik cepetan nikah lo sama raga"
"Ah elah lo, ya udah yuk Kiran kita pergi"ajak Iren
"Ayo kak"
"Terus aku?"
__ADS_1
"Ya kamu masuk kelas lah, aku udah gak apa-apa kok"ucap Kiran.
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.