
Keesokan harinya polisi mendatangi rumah sakit, untuk memberikan kabar tentang kasus kecelakaan yang dialami Evan dan juga Kiran.
"Permisi kami dari pihak kepolisian ingin memberitahukan, bahwa kecelakaan yang dialami oleh saudara Evan, dikarenakan rem mobil blong dan sepertinya mobil pak Evan telah di sabotase oleh seseorang"
"Di sabotase?"ucap Robert
"Iya pak, apa sebelumnya saudara Evan memiliki masalah dengan seseorang?"
"Saya mencurigai seseorang pak"ucap Doni, semua orang yang disana menatap Doni dan bertanya-tanya siapa orangnya
"Gisel, dia orang terobsesi dengan Evan teman saya, kemarin saya sempat ke rumah Evan dan memeriksa cctv yang ada di rumah Evan, dan saya melihat orang yang telah menyabotase mobil Evan, tapi itu bukan Gisel, saya curiga itu orang suruhan Gisel"jelasnya Doni
"Apa kami bisa meminta salinan cctv nya?"
"Tentu saja pak?"Doni yang memang sempat menyalin rekaman cctv untuk di berikan kepada polisi, dia langsung memberikan nya
"Baiklah terimakasih, kami akan terus menyelidiki kasus ini"
"Iya"para polisi pun pergi
"Don kamu yakin sama orang itu?"tanya Yuna
"Aku yakin tante"
Sedangkan Kiran sedang menemani Evan di ruang rawatnya, Evan masih belum juga sadarkan diri, semakin hari keadaannya semakin memburuk, Kiran makin khawatir dengan keadaan Evan yang semakin melemah.
"Hubby, aku kangen"ucap Kiran sambil memegang tangan Evan
"Kiran sayang kamu makan dulu yah"ucap Lusi
"Aku belum lapar Bun"
"Kiran kamu jangan kayak gitu dong, kamu harus makan demi anak kamu, kalau kamu gak makan nanti asi kamu gak lancar nak, coba pikirkan Kenzo anak kamu, dia sangat membutuhkan kamu ibunya"seketika Kiran mengingat anaknya yang kemarin baru saja hadir di dunia ini
"Iya Bun, maafin aku, aku terlalu khawatir sama kak Evan"
"Iya sayang bunda ngerti kok, sekarang kamu makan yah"Kiran pun mengangguk dan langsung memakan makanan yang sudah bundanya bawa
__ADS_1
"Bun kapan aku bisa gendong Kenzo?"tanya Kiran
"Kata dokter besok juga Kenzo sudah bisa di jenguk dan di gendong sama kamu, keadaannya sudah mulai membaik"jelasnya Lusi
"Syukurlah, aku pengen banget gendong Kenzo"
"Sabar yah sayang"Kiran hanya mengangguk
Sedangkan di luar ruangan, terlihat Doni, Riki, Cakra, Danu, Dila, Ana, dan juga Ziva sedang duduk sambil mengobrol.
"Gue masih gak nyangka si Gisel bisa melakukan hal yang gak bermoral banget"ucap Riki
"Hmmm, lo tau sendirikan dia orangnya kek gimana, gue cuma berharap dia mendapat hukuman yang sepadan, dan sadar apa yang dia lakukan itu salah"ucap Doni
"Semoga kak Evan juga cepet sembuh"ucap Dila
"Hmmm, aminn"
"Terus bayinya Kiran gimana?"tanya Ana
"Syukurlah"
"Nama bayi nya siapa?"tanya Ziva
"Kenzo Antonio"ucap Riki
"Laki-laki?"tanya Cakra dan diangguki oleh Doni dan juga Riki
Kiran pun diberitahu oleh Yuna bahwa ada teman-temannya yang menunggu di luar, Kiran pun segera pergi ke luar untuk menemui temannya, dibantu oleh Deron yang mendorong kursi roda nya.
"Kiran, lo gak apa-apa kan? maaf yah kita baru bisa jenguk lo sekarang"ucap Dila
"Iya gue gak apa-apa kok, santai aja"
"Lo harus kuat yah, demi baby Kenzo"ucap Ana, Kiran langsung tersenyum, dia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mereka
"Kamu udah makan?"tanya Ziva
__ADS_1
"Udah kok"
"Bagus, kamu harus kuat tenang ada kami disini yang akan selalu mendukung kamu"ucap Ziva
"Iya, makasih yah"ucap Kiran dan mulai meneteskan kembali air matanya
"Jangan nangis dong, nanti jelek loh"ucap Dila, dan Kiran langsung tersenyum
"Nggak kok, siapa yang nangis"mereka semua langsung tersenyum
Sudah hampir satu Minggu tapi Evan masih belum juga sadarkan diri, kini keadaan baby Kenzo pun sudah pulih, dan Gisel pun sudah terbukti bersalah dan sudah mendekam di jeruji besi.
Kini Kiran sedang menjaga Evan bersama Deron, sedangkan baby Kenzo sudah dibawa pulang oleh Yuna, dan juga Lusi, karena rumah sakit tidak baik untuk baby Kenzo yang masih kecil.
"Assalamualaikum"Doni masuk kedalam ruangan Evan
"Waalaikumsalam, kak Doni"
"Kalian bisa pulang aja, istirahat, biar Evan aku yang jagaian, kamu juga Kiran, kamu kan harus menjaga baby Kenzo juga kan"
"Iya kak, terimakasih banyak, kak Doni udah banyak ngebantu aku sama kak Evan"
"Iya sama-sama"Doni tersenyum
"Deron, kita pulang"
"Iya kak"
Kiran dan Deron pun memutuskan untuk pulang, Kiran sedikit enggan meninggalkan Evan tapi dia juga harus memikirkan Kenzo yang sangat membutuhkan dirinya.
"Van, kapan sih lo bangun, betah banget lo tidur, lo gak liat apa, Kiran sama Kenzo udah nungguin lo, kita semua juga disini nungguin lo"Doni terus berbicara dengan Evan meskipun Evan tak mungkin menjawab ucapan Doni
"Van gue mohon sama lo, lo harus bisa bertahan demi Kiran dan Kenzo."
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
Maaf kalau ada typo yah.
__ADS_1